Berita Nasional Terpercaya

Awas “Teror”, Segera Hapus Data Kontak di Aplikasi Pinjaman Online

0

Pinjaman online atau pinjol merupakan aplikasi peer to peer lending yang tengah menjadi sorotan. Antara pro dan kontra, pinjaman online menuai polemik dikalangan masyarakat mengenai manfaat serta akibat yang ditimbulkan sejak berdiri di Indonesia.

Otoritas jasa keuangan menyatakan, beberapa pinjaman online telah mengantongi ijin beroperasi dan diperbolehkan diakses oleh masyarakat Indonesia. Tak sembarangan, meskipun menghimpun data nasabah aplikasi berbasis teknologi ini dilarang untuk mengakses maupun menyebarkan data pribadi tanpa ijin dari pemilik data.

Berbanding terbalik dengan aplikasi pinjol terdaftar, justru jumlah aplikasi pinjol ilegal lebih banyak digunakan. Tak diawasi oleh OJK, pinjol ilegal ini dengan bebas mengakses data pribadi nasabah serta menyebarkan dan ‘meneror’ seluruh kontak dalam kontak yang tersimpan.

Tak hanya meresahkan nasabah, segala bentuk gangguan berupa penagihan, telepon penawaran, pesan berantai menjadi gangguan bagi beberapa masyarakat. Tentu hal ini menimbulkan situasi yang kurang enak antara nasabah dengan kerabat yang terkena dampaknya. Karena itu, sebelum terlambat bagi mantan nasabah pinjol segera hapus data kontak Anda dari database aplikasi tersebut. Jangan khawatir, berikut beberapa cara dan tahapannya.

 

Apa bahaya input data di Pinjaman Online?

Cara kerja untuk melakukan peminjaman melalui aplikasi online adalah dengan mengunduh aplikasi tersebut kemudian menginstal dalam ponsel Anda. Saat proses install, penguna harus memberikan akses terkait pembacaan data kontak, gambar, suara , kamera ataupun maps. Saat proses registrasi penguna aplikasi diwajibkan untuk melampirkan data penting berupa foto ktp, kartu keluarga , npwp, slip gaji dan buku tabungan. Alih-alih pengajuan disetujui inilah beberapa bahaya saat data mulai disalahgunakan.

Jika pengajuan tidak disetujui, pihak pinjol telah memiliki semua data calon penguna. Data ini bisa dimanfaatkan dijual ke pihak ketiga, spam melalui telepon dan pesan pendek.

Saat pengajuan telah disetujui dan nasabah melakukan gaggal bayar, maka data tersebut digunakan sebagai alat penagihan dengan cara ancaman, meneror maupun menyebarkan ke semua alamat kontak yang terdaftar pada ponsel nasabah.

Ketika data dimiliki oleh pihak ketiga maka dikhawatirkan digunakan sebagai tindakan kriminal. Beberapa contohnya seperti pemalsuan data diri, scaming, digunakan untuk tindakan pemerasan dan sebagainya.

Waspada pinjol ilegal

Waspada pinjol ilegal  (sumber: money.kompas)

 

Cara Melakukan Penghapusan Data di Aplikasi Pinjol

Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk melakukan penghapusan data yaitu:

1. Hilangkan Izin Akses

Jika Anda sudah terlanjur mengunakna aplikasi pinjaman online, maka cara pertama yang dapat ditempuh adalah dengan menghilangkan izin akses datanya.

  • Klik setting dengan ikon roda bergerigi di sudut kanan atas screen smartphone.
  • Klik ‘Aplikasi’
  • Klik aplikasi pinjol yang ingin kamu rubah izinnya.
  • Scroll ke bawah, sampai terlihat izin seperti yang dimaksud.
  • Matikan izin yang tidak kamu kehendaki.

Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Stock Opname Gratis untuk Manajemen Bisnis

 

2. Re-install system di Handphone

Beberapa aplikasi pinjaman online memasang system khusus yang tertanam dalam folder ponsel tanpa disadari oleh nasabah. Karena itu ada menghapus semua data mengembalikan ke system pabrikasi merupakan cara yang efektif.

  • Back up data penting seperti kontak, foto dan video pada device lain.
  • Install ulang system pada ponsel dengan menekan tombol kembali ke pabrikasi.
  • Setelah terinstal kembali, ganti semua password email, social media, dan m-banking agar tidak terdeteksi.
  • Jangan sekali-sekali menginstall kembali aplikasi pinjaman online.

 

3. Menganti Semua Nomor

Jika data Anda terlanjur terakses maka cara lainnya yaitu :

  • Jika pinjaman sudah lunas, hubungi call center pinjol tersebut dan mengajukan permohonan penghapusan data pribadimu.
  • Hapus aplikasi pinjol yang sudah terinstall di smartphone.
  • Ganti SIM card.
  • Hapus akun media sosial WA, IG, LINE hingga Facebook.
  • Ganti dengan akun bernomor baru.
  •  Jika gangguan masih berlanjut, laporkan ke OJK.

Baca juga: Penyebab Aplikasi Force Close dan Cara Mudah Mengatasinya

Leave A Reply

Your email address will not be published.