Berita Nasional Terpercaya

Dasar-dasar Akuntansi dan Pentingnya Akuntansi dalam Perusahaan

0

Bernas.id – Akuntansi bukan hanya sekedar ilmu hitung menghitung. Namun, sebenarnya akuntansi merupakan ilmu yang sangat kompleks. Tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari- hari, kita sering melakukan kegiatan- kegiatan yang berhubungan dengan dasar-dasar akuntansi yaitu transaksi.

Menurut Anda, apa definisi akuntansi? Bagaimana proses akuntansi sehingga bisa menghasilkan laporan keuangan? Dan seberapa penting laporan keuangan mempengaruhi para pengguna laporan keuangan?

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam dan lebih kompleks terkait akuntansi , mari simak dan pahami artikel lengkap tentang dasar-dasar akuntansi berikut ini!

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik di Indonesia

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

pengertian akuntansi menurut para ahli

Definisi akuntansi memiliki penjelasan beragam dari para ahli atau pakar dari penjuru negeri. Berikut ini beberapa pengertian akuntansi dari para pakar atau lembaga yang dapat dipelajari.

1. Menurut American Accounting Association (AAA)

Akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran serta pelaporan atas informasi ekonomi, yang memungkinkan terjadi penilaian dan adanya keputusan yang tegas dan jelas untuk pengguna informasi.

2. Menurut Niswonger, Fees dan Waren

Akuntansi adalah suatu proses untuk mengenali, mengukur serta mendiskusikan/ mengomunikasikan suatu informasi ekonomi guna memperoleh pertimbangan serta keputusan yang akurat bagi para pengguna inforamsi yang berssangkutan.

3. Menurut Kamus Akuntansi

Akuntansi merupakan disiplin ilmu yang menyajikan informasi penting dan akurat dengan demikian sangat memungkinkan adanya pelaksanaan serta penilaian terhadap jalannya perusahaan secara efisien.

Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah

4. Menurut Haryono Yusup

Definisi akuntansi menurut Haryono Yusup dibedakan menajdi 2 yaitu:

a.    Dari segi pemakainya, akuntansi merupakan suatu disiplin yang menyajikan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan secara efisien dan digunakan untuk mengevaluasi kegiatan terhadap suatu organisasi.

b.    Dari segi proses kegiatan, definisi akuntansi yaitu adanya proses mencatat, menggolongkan, meringkas, melaporkan serta melakukan analisis data keuangan perusahaan/ organisasi.

5. Menurut Accounting Principles Board (APB)

Akuntansi adalah suatu aktivitas yang memiliki fungsi untuk menyajikan informasi yang bersifat kuantitatif khususnya keuangan yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

6. Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accounting)

Akuntansi merupakan seni mencatat, menggolongkan, serta mengikhtisarkan suatu transaksi dan kejadian yang biasanya bersifat keuangan yaitu mencakup tafsiran dan ringkasan dengan cara tertentu dalam ukuran fiskal.

7. Menurut Rudianto

Akuntansi merupakan sistem informasi yang menyediakan laporan bagi pihak yang berkepentingan terkait kegiatan ekonomi dan kondisi suatu perusahaan/ lembaga.

Sementara itu, dilansir dari McKinsey bahwa akuntansi merupakan alat bagi investor untuk memperkirakan arus kas dan laba suatu perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, dibutuhkan kinerja perusahaan masa sebelumnya melalui akuntansi sebagai pondasi untuk mendapatkan hasil prediksi yang kredibel.

Dari pengertian- pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah bahasa bisnis yang menghasilkan informasi keuangan yang berguna untuk pihak yang berkepentingan.

Baca juga: Bedanya Akuntansi Perbankan Konvensional dan Syariah

Proses Akuntansi

proses akuntansi

Akuntansi merupakan suatu aktivitas pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan pelaporan yang memiliki siklus. Berikut ini adalah beberapa kegiatan akuntansi yang tergabungan dalam prosesnya :

1. Pencatatan (Recording)

Pencatatan merupakan suatu aktivitas yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan yang terjadi dalam dokumen (bukti transaksi misalnya : nota, kwitansi, cek dan lainnya). Pada tahap selanjutnya dokumen dijurnal dengan cermat oleh perusahaan. Contohnya : transaksi pembelian tunai yang dicatat dalam bukti transaksi atau nota.

Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol

2. Penggolongan (Classifying)

Aktivitas ini berupa penggolongan atas transaksi ke dalam buku besar. Contoh : transaksi pembelian tunai yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas dan digolongkan dalam akun buku besar kas.

3. Peringkasan (Summarizing)

Merupakan aktivitas meringkas suatu transaksi keuangan yang telah digolongkan dalam akun buku besar (pada proses b) ke bagian neraca saldo, jurnal penyesuaian, jurnal penutup, neraca saldo setelah penyesuaian, dan jurnal pembalik.

4. Pelaporan (Reporting)

Pada kegiatan ini  yaitu menyusun laporan keuangan. Dalam pelaporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laba ditahan, neraca, laporan perubahan ekuitas/modal, laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Program Studi Akuntansi

Tujuan Akuntansi

Tujuan akuntansi yaitu menyajikan informasi keuangan kepada para pemegang saham dan pihak- pihak yang berkepentingan. Informasi keuangan yang disajikan bisa informasi kuantitatif dan informasi kualitatif.

Bentuk dari informasi kuantitatif yaitu informasi yang dalam penyajiannya berupa angka. Sedangkan definisi dari informasi kualitatif adalah informasi yang disajikan dalam bentuk gambar dan kalimat contohnya yaitu informasi di media surat kabar dan program televisi.

Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal

Pengguna Informasi Akuntansi

Definisi pengguna akuntansi yaitu pihak-pihak yang berkepentingan atas informasi akuntansi. Para pengguna akuntansi dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

1. Pihak Internal Perusahaan

Pihak internal yaitu pihak yang berkepentingan secara langsung terhadap perusahaan, dalam konteks ini manajemen sangat memerlukan informasi keuangan yang berfungsi untuk perencanaan, perngkoordinasian serta pengendalian dalam suatu operasi perusahaan.

Adapun tingkat manajemen yang membutuhkan informasi akuntansi yaitu:

  1. Manajemen puncak atau top management. Level ini memiliki tugas untuk pengambilan keputusan- keputusan strategis suatu perusahaan misalnya dewan direktur.
  2. Manajemen menengah atau middle management. Pada level menengah ini bertujuan untuk bertanggung jawab dalam melakukan pengambilan keputusan.
  3. Manajemen bawah atau law management. Dalam manajemen level bawah berfungsi untuk melakukan pengambilan keputusan harian atas perusahaan.

Baca juga: 7 Cara Main Saham Bagi Investor Pemula dengan Mudah

2. Pihak Eksternal Perusahaan

Selain pihak internal, informasi akuntansi juga dibutuhkan pihak ekternal perusahaan untuk menilai dan mengkaji kinerja suatu entitas. Berikut adalah pihak-pihak eksternal yang membutuhkan informasi tersebut :

  1. Pemilik perusahaan, para pemilik perusahaan harus memahami dan mengetahui perkembangan dalam mencapai tujuan serta kuantitas kekayaan yang diinvestasikan dalam perusahaan.
  2. Kreditur atau biasa disebut pihak yang memberikan pinjaman, para kredit harus mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar hutang- hutangnya hal ini bertujuan dapat menjamin kredit yang telah dipinjamkan kepada pihak yang bersangkutan/ terkait.
  3. Pemerintah, data akuntansi sangat dibutuhkan oleh pemerintah guna dasar untuk menentukan terkait perpajakan, supaya laba yang dikenakan pajak bisa sesuai.
  4. Karyawan, kaitannya dengan perusahaan sebagai dasar untuk hubungan kontrak kerja. Dalam hal ini karyawan membutuhkan informasi dasar-dasar akuntansi guna mengetahui stabilitas dan keuntungan perusahaan serta keberlangsungan hidup perusahaan, supaya perusahaan mampu memberikan upah dan gaji karyawan.
  5. Pelanggan atau customer, membutuhkan informasi guna keberlangsungan usaha yang menjadi pemasoknya.
  6. Pemasok/supplier, pemasok membutuhkanb indormasi akuntansi untuk dilakukan evaluasi hubungan usaha di masa yang akan datang.
  7. Lembaga pendidikan membutuhkan informasi berdasarkan dasar-dasar akuntansi.
  8. Masyarakat umum, hal ini digunakan dalam aspek umum serta sosial suatu perusahaan sebagai lembaga/ perusahaan ekonomi.

Baca juga: 3 Peluang Kerja Sarjana Akuntansi untuk Bisnis Startup, Nomor Satu Keren Banget

Etika dalam Pelaporan Keuangan

Etika dalam Pelaporan Keuangan

Laporan akuntansi di Indonesia disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Di bawah ini merupakan penjabaran prinsip sebagai dasar-dasar akuntansi :

1. Prinsip Cost

Prinsip ini berguna dalam pencatatan harga perolehan dalam mencatat aktiva, hutang, modal serta biaya.

2. Prinsip Revenue

Dalam hal ini yang menjadi dasar pada saat mengukur besarnya pendapatan adalah total kas yang telah masuk dari transaksi penjualan dengan pihak yang bersangkutan.

3. Prinsip Penandingan

Prinsip ini menyebutkan bahwa beban diakui pada periode yang sama dengan pendapatan.

4. Prinsip Konsistensi

Kejadian ekonomi yang sama harus tercatat dalam laporan secara terus menerus dari periode ke periode selanjutnya.

5. Prinsip Pengungkapan Penuh

Prinsip ini bertujuan bahwa laporan keuangan yang telah tersusun harus mendiskripsikan secara tepat kejadian ekonomi yang sudah mempengaruhi perusahaan dalam suatu periode dan berisi informasi yang sesuai dan tidak menyesatkan.

6. Prinsip Konservatisme

Dalam prinsip ini berfungi adaya batasan dalam penyajian data akuntansi yang relevan dan reliable.

7. Prinsip Materialitas

Prinsip ini menyatakan bahwa apabila ada transaksi ekonomi yang tidak terlalu mempunyai dampak yang penting tidak perlu terungkap.

8. Prinsip Komparabilitas dan Keseragaman

Prinsip ini mengatakan bahwa adanya penggunaan prosedur yang sama bagi perusahaan yang berbeda.

Baca juga: Sarjana Akuntansi Dibutuhkan untuk Bisnis Startup, Ini Peluangnya

Jenis Akuntansi untuk Organisasi Bisnis

Organisasi bisnis atau perusahaan yang memiliki tujuan untuk mencari laba terbagi menjadi 3 macam yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur.

1. Akuntansi untuk Perusahaan Jasa

Perusahaan ini bergerak di bidang jasa sehingga tidak menjual barang atau produk yang terlihat. Tujuannya untuk menghasilkan laba contoh : Tour Guide, Hotel Santika dan lain sebagainya.

2. Akuntansi untuk Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang menjual produk yang kasat mata kepada pelanggan akan tetapi perusahaan ini tidak memproduksi barang sendiri. Perusahaan ini membeli barang dagangan dari perusahaan lain yang selanjutnya akan menjualnya ke pelanggan. Misalnya : Alfamart, Hero dan lainnya.

3. Akuntansi untuk Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur kegiatannya  mengubah bahan baku dasar menjadi produk jadi yang siap jual kepada pelanggan. Contoh perusahaan manufaktur : PT. Gudang Garam yang memiliki produk utama adalah rokok dan PT. Unilever yang mempunyai produk barang- barang konsumsi yaitu sabun mandi, pasta gigi dan yang lainnya.

Baca juga: Menjanjikan, Ini 3 Peluang Lulusan Akuntansi Untuk Bisnis Startup

Persamaan Dasar Akuntansi

Definisi persamaan dasar akuntansi adalah proses pencatatan yang mendiskripsikan hubungan pada perusahaan yaitu adanya pengaruh suatu kejadian/ transaksi atas posisi keuangan perusahaan yang mencakup harta (aktiva) dan sumber lainnya.

Di bawah ini merupakan persamaan dasar akuntansi yaitu :

Aktiva = Kewajiban + Modal

Adapun definisi dari aktiva, kewajiban dan modal adalah sebagai berikut:

Aktiva adalah seluruh harta milik perusahaan, harta perusahaan terdiri dari harta/aset berwujud dan aset tidak berwujud, aset ini tentunya terukur dengan uang serta berguna dalam operasi suatu perusahaan.

Kewajiban atau utang yaitu perusahan harus membayar kepada pihak yang bersangkutan karena adanya suatu transaksi pembelian barang yang secara kredit.

Modal atau ekuitas adalah kepemilikan harta perusahaan dari kekayaan bersih yang dari selisih antara harta dengan utang.

Baca juga: Inilah 3 Alasan Utama Kenapa Kuliah di Jurusan Akuntansi dan Bagaimana Cara Dapat Beasiswa Kuliahnya

Jurnal Akuntansi

jurnal akuntansi

Definisi jurnal yaitu buku harian yang berfungsi untuk mencatat seluruh transaksi yang terjadi baik debit atapun kredit yang berdasarkan urutan tanggal serta penjelasan yang benar-benar perusahaan butuhkan.

Menurut Dwi Harti ada 5 fungsi jurnal sebagai dasar-dasar akuntansi yaitu sebagai berikut :

1. Fungsi Historis

Yaitu aktivitas mencatat setiap transaksi yang terjadi berdasarkan urutan tanggal. Jurnal memberikan deskripsi tentang kegiatan perusahaan sehari- hari secara urut dan konsistensi. Jurnal berfungsi untuk melihat bagaiamana perkembangan dalam perusahaan.

2. Fungsi Pencatatan

Yaitu jurnal harus tercatat dalam setiap peristiwa keuangan/ financial dalam perusahaan. Adanya perubahan harta, modal, biaya/ beban harus tercatat terlebih dahulu ke jurnal, hal ini guna kelengkapan pembuatan laporan keuangan.

3. Fungsi Analisis

Artinya menganalisis transaksi yang berupa debet atau kredit akun yang terpengaruh beserta jumlah yang dikeluarkan atau yang diterima. Fungsi analisis yaitu untuk mengelompokkan  akun yang di posisi kredit atau debit.

4. Fungsi Instruksi

Adanya pencatatan dalam jurnal merupakan perintah untuk didebet atau dikredit akun berdasarkan catatan di jurnal.

5. Fungsi Informatif

Fungsi dari jurnal ini adalah karena berfungsi sebagai alat yang menyediakan penjelasan informasi terkait transaksi yang terjadi.

Baca juga: Bapak Akuntansi Modern: Luca Pacioli atau al-Khawarizmi?

Penggolongan Akun dalam Akuntansi

Akuntansi terdiri atas beberapa akun yang saling terkait. Akun dalam akuntansi terbagi menjadi 3 macam yaitu :

1. Akun Real (Real Account)

Pada akun ini terdapat di neraca yang antar lain terdiri dari : harta/ aktiva (assets), utang/ kewajiban (liablities), dan modal atau ekuitas (capital). Akun real merupakan akun yang memiliki saldo yang berguna untuk membuka kembali saldo untuk tahun selanjutnya. Akun ini memiliki sifat permanen.

2. Akun Nominal (Nominal Account)

Bagian akun ini terdapat dalam laporan laba rugi di antaranya pendapatan dan beban. Akun nomial ini tidak mempunyai saldo karena sudah di pindahkan ke dalam modal atau ikhtisar laba rugi. Akun nominal juga memliki nama lain yakni akun tertutup, sehingga akun nominal bersifat sementara.

3. Akun Campuran (Mix Account)

Selain akun real dan akun nominal juga ada akun campuran, akan tetapi pada akhir periode harus terpisah, ada yang menjadi akun real dan akun nominal.

Baca juga: Jangan Remehkan, Ini 3 Manfaat Utama Akuntansi bagi Pebisnis

Format Penyusunan Saldo Normal Akun

Di bawah ini terdapat format berupa aturan debit, kredit dan saldo normal pada setiap jenis akun :

D = Debet, K = Kredit

Jenis AkunBertambahBerkurangSaldo Normal
Aktiva/ HartaDKD
Utang/ kewajibanKDK
Modal/ EkuitasKDK
PriveDKD
PendapatanKDK
BebanDKD

Baca juga: Kuliah Umum Prodi Akuntansi UMK Kupas Tentang Fraud dan Penanganannya

Format Jurnal

TanggalNo BuktiKeteranganRefDebetKredit
1 / 234567

Keterangan :

  1. Berisi tahun dan bulan transaksi.
  2. Tulis tanggal transaksi.
  3. Lakukan pengisian guna mencatat nomor bukti transaksi contoh faktur dan nomor cek.
  4. Berisi akun debet dan kredit lengkap dengan keterangan singkat. Secara umum akun kredit harus tertulis menjorok ke dalam.
  5. Pada bagian ini, tulislah kode akun yang telah mengalami pindahbuku ke buku besar atau yang akrab dengan sebutan posting. Ref itu merupakan singkatan dari reference.
  6. Bagian ini berisi jumlah akun yang akan didebet.
  7. Pada bagian ini diisi dengan jumlah akun yang dikredit.

Baca juga: Program Beasiswa Calon Pengusaha UNMAHA Terbaru

Pengertian Buku Besar

Definisi buku besar adalah perkumpulan akun-akun yang berguna untuk pembukuan. Buku besar terbagi lima kelompok yaitu aktiva/ assets, kewajiban/ hutang, ,modal, pendapatan, dan beban.

Cara Memposting Jurnal ke Buku Besar

Sebelum membahas bagaimana cara melakukan posting sebagai bagian dari dasar-dasar akuntansi. Alangkah  baiknya mengetahui pengertian posting. Posting merupakan kegiatan memindahkan angka- angka dari jurnal ke buku besar atau secara singkatnya memindahkan angka- angka per akun di dalam kolom debet atau kredit dari jurnal ke buku besar. Untuk melakukannya, lakukan cara-cara ini ketika memposting dari jurnal umum ke dalam buku besar yaitu sebagai berikut :

  1. Catat tanggal pada akun buku besar sesuai dengan jurnal.
  2. Catat angka total debet pada jurnal ke debet pada debet akun buku besar. Hal ini juga berlaku terhadap kredit pada jurnal ke kredit pada akun buku besar.
  3. Lalu, catat nomor halaman pada jurnal ke kolom referensi akun yang berkaitan.
  4. Selanjutnya nomor kode akun yang berkaitan ke dalam referensi pada jurnal.

Neraca Saldo

Pengertian neraca saldo yaitu total  daftar dari saldo- saldo dari buku besar pada periode tertentu. Dalam buku besar dengan bentuk empat kolom, saldonya berada pada angka dalam kolom debet atau kredit yang terakhir.

Neraca saldo memiliki fungsi untuk menguji apakah saldo antara debet dan kredit balance atau seimbang. Dengan mengetahui saldo antara debit dan kredit seimbang maka dapat mempermudah serta memperlancar dalam pembuatan buku besar.

Baca juga: Peluang Kerja Mahasiswa Akuntansi UNMAHA Tinggi, Begini Alasannya!

Demikian sekilas informasi terkait dasar-dasar akuntansi. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menambah pengetahuan buat Anda yang ingin mempelajari dasar-dasar akuntansi untuk mengelola kegiatan transaksi organisasi atau perusahaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.