Berita Nasional Terpercaya

Perbedaan Cost dan Expense Lengkap dengan Macam-macam Biaya

0

Bernas.id – Sebagai seorang akuntan maka sudah tidak asing lagi istilah cost dan expense. Akan tetapi kedua istilah ini belum tentu dipahami oleh banyak pebisnis. Dalam laporan keuangan, cost dan expense merupakan komponen yang ada dalam laporan keuangan, sehingga hal ini sangatlah penting bagi Anda untuk memahami perbedaan cost dan expense guna membuat laporan keuangan.

Dengan memahami istilah cost serta expense bagi seorang akuntan dan pebisnis merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan, hal ini dikarenakan untuk kemajuan perusahaan dalam penempatan kedua komponen tersbut, sehingga tidak terjadi kesalahan dan tidak terjadi kebangkrutan.

Untuk itu, pada artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian serta perbedaan cost dan expense secara lebih mendalam.

Baca juga: Cost Benefit Analysis: Pengertian dan Cara Penghitungannya

Perbedaan Cost dan Expense

Perbedaan Cost dan Expense 

Baik cost (biaya) maupun expense (beban) memiliki definisi yang berbeda menurut para ahli atau lembaga profesional seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan antara cost dan expense secara lengkap.

1. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia

Expense atau beban merupakan terjadinya penurunan terhadap manfaat ekonomi dalam satu periode akuntansi yang meliputi adanya pengeluaran aset yang menyebabkan  penurunan terhdap nilai ekuitas yang tidak terkait atas distribusi pada pihak investor.

Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa expense atau beban adalah adanya pengorbanan usaha yang wajib untuk dikeluarkan dan juga diperlukan sebagai hasil yang nantinya akan terhubung dengan pendapatan.

Pengeluaran serta pengorbanan dapat diketahui sebagai sumber pendapatan dalam periode akuntansi.

Beban ini dikategorikan sebagai pendapatan dalam hal perolehan suatu perusahaan, hal ini terdapat dalam akun laba rugi yang meliputi beban gaji atas karyawan, beban listrik, serta beban sewa dan beban amortisasi. Adanya beban ini menyebabkan pendapatan laba perusahaan berkurang sehingga dapat berdampak akan keuntungan serta kerugian suatu perusahaan.

Di sisi lain, cost atau biaya tidak hanya mengeluarkan manfaat ekonomi suatu perusahaan akan tetapi juga dapat berbentuk pengeluaran kas. Dalam akuntansi expense digunakan untuk menentukan laba. Untuk menghitung expense yaitu dengan cara penghasilan dikurangi pengeluaran. Sedangkan untuk cost atau biaya digolongkan menjadi dua hal yaitu biaya tetap dan biaya variabel.

Dalam bisnis, perusahaan memiliki fokus utamanya yaitu pada saat menghitung biaya dan beban. Apabila usaha yang sudah anda jalankan sudah lama dan tidak menghitung adanya biaya serta beban secara profesional maka usaha yang telah anda bangun dapat terjadi kebangkrutan/kegagalan.

Baca juga: Simak Rahasia Seorang Cost Killer Agar Tidak “Mati” Di Zaman Serba Digital Ini!

2. Menurut Mulyadi

Cost atau biaya menurut Mulyadi merupakan pengorbanan dari sumber ekonomis yang dapat dihitung dengan satuan uang yang telah terjadi, saat terjadi atau mampu pada saat akan terjadi dalam hal tertentu.

Sebagai biaya, perusahaan wajib untuk mengeluarkan biaya guna mendapatkan keuntungan/laba serta untuk memperoleeh manfaat di masa yang akan datang serta mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Contoh biaya dalam perusahaan yaitu pembelian aset, yang pastinya mengeluarkan biaya atas pembelian aktiva/aset perusahaan yang ada pada akun kas.

Dalam hal ini, salah satu pekerjaan akuntan adalah mengelola akun biaya supaya dapat untuk dijadikan sebagai aset dan bisa melakukan perhitungan pada saat penyusunan aktiva/aset.

Untuk biaya, biasanya disebut dengan sumber biaya yang meliputi aset dalam hal pembelian, pengiriman serta menyiapkan aktiva dan melakukan pelatihan untuk karyawan,

Biaya pembelian aset ini pada akhirnya akan terlihat pada laporan neraca, biaya yang disajikan dan menghasilkan akumulasi yang nantinya wajib dikurangi, dengan demikian hasilnya dapat dicantumkan di nilai buku aset/aktiva.

Baca juga: Berinvestasi Secara Lump Sum atau Rupiah Cost Averaging, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pengelompokan Cost dan Expense

Pengelompokan Cost dan Expense

Untuk pemula atau bahkan pebisnis kadang kali masih sering bingung terhadap perbedan cost serta expense. Denga demikian, pada artikel ini akan dibahas lebih mendalam terkait perbedaan expense serta cost yang wajib anda ketahui dan pahami.

1. Posisi Terhadap Laporan Keuangan

Dalam menyusun laporan keuangan akan lebih terlihat perbedaannya. Biaya pada laporan keuangan umumnya terdapat saat melakukan penyusunan neraca yang biasanya mempunyai wujud yang belum bisa untuk digunakan/tidak bisa diprediksi. Sehingga hal tersebut dapat bermanfaat yang menjadikan biaya ini dianggap sebagai aset/aktiva.

Sedangkan untuk beban umumnya muncul pada laporan keuangan yang terdapat dalam penyusunan laporan laba rugi. Beban akan muncul ketika pengeluaran yang digunakan dan tidak memberikan maanfaat di masa depan yang mempunyai periode tidak lebih dari satu tahun.

Baca juga: Akuntansi Biaya: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Penerapannya di Perusahaan

2. Periode Akuntansi

Adapun perbedaan lainnya yang bisa dilihat dalam periode akuntansi. Biaya ini mempunyai periode/waktu yang lebih lama atau bisa jadi lebih dari satu tahun dan sehingga dianggap sebagai bagian dari pengeluaran modal. Dalam hal ini pengeluaran modal yang dikeluarkan mempunyai tujuan untuk memperoleh aset tetap.

Sementara itu, hal ini bertujuan guna meningkatkan efisiensi terhadap jalannya operasional bisnis perusahaan akan tetapi produktivitas akan produk aktiva tetap. Total biaya yang telah dikeluarkan dalam satuan rupiah lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah beban.

Untuk beban mempunyai periode tidak lebih dari satu tahun dan umumnya dianggap sebegai pengeluaran pendapatan yang akan memberikan manfaat dalam periode berjalan. Hal ini mengapa biaya yang telah dikeluarkan tidak dikapitalisasikan, dengan demikian secara langsung akan ditetapkan sebagai aktiva/ aset pada neraca dan langsung dibebankan pada laporan laba rugi.

Baca juga: 3 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, di Amerika juga Ada

3. Berfungsi Sebagai Garis Besar

Pada dasarnya, definisi cost yaitu total sumber ekonomi yang wajib untuk dikeluarkan agar bisnis bisa berjalan baik. Beban (expense) dapat dijadikan upaya sebagai langkah penurunan nilai ekonomi misalnya pengeluaran uang pada penyusutan terhadap nilai aktiva.

Pada dasarnya, expense dan cost mempunyai perbedaan yang sangat terlihat dan dengan mudah dapat dipahami. Dengan itu, dalam biaya belum tentu akan digunakan untuk kegiatan bisnis tapi beban yang sudah ada akan digunakan untuk kegiatan awal bisnis.

4. Sesuai dengan Nilai dan Jumlah Nominal yang Dikeluarkan

Dalam hal ini tentunya biaya akan diambil dari modal perusahaan, yang kemudian pengeluaran yang telah dikeluarkan akan lebih besar dan bisa sama dengan aset yang lain misalnya biaya yang penyusutannya secara berkesinambungan.

Pada akun beban, pengambilan data berasal dari nilai pendapatan. Pada akun  beban belum tentu ada periode untuk selanjutnya. Namun akun beban ini mempunyai nilai pengeluaran yang lebih kecil dari nilai biaya.

Baca juga: Inilah Program Beasiswa Calon Pengusaha Terbaru di UNMAHA

Manfaat Expense dan Cost

Manfaat Expense dan Cost

Akun beban lebih bermanfaat bagi sumber daya, sedangkan akun biaya lebih bermanfaat serta berpengaruh terhadap nilai pendapatan. Hal lain yang dapat bermanfaat bagi beban yaitu akan memberikan efek yang cukup besar terhadap jumlah pada keuangan perusahaan. Dan untuk biaya lebih berpengaruh terhadap total dana modal yang akan diterima selanjutnya.

Perilaku Biaya

Menurut  Hansen dan Mowen definisi perilaku biaya yaitu adanya perubahan biaya saat tingkat output mengalami perubahan. Biaya yang tidak mengalami perubahan pada saat tingkat output berubah disebut biaya tetap. Sedangkan biaya variabel adalah adanya peningkatan biaya yang secara total pada saat terjadinya peningkatan aktivitas output serta terjadinya penurunan biaya secara keseluruhan pada saat terjadi penurunan aktivitas kegiatan output.

Baca juga: Cara Balik Nama Sertifikat Rumah: Biaya, Persyaratan, dan Prosedurnya

Macam-macam Biaya

Menurut Supriyono macam-macam biaya berdasarkan tujuan pengambilan keputusan manajemen yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Biaya Relevan (Relevant Cost)

Merupakan biaya yang terjadi apabila terjadinya suatu alternatif tindakan tertentu, akan tetapi tidak terjadi terhadap alternatif tindakan yang lainnya. Biaya relevan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu, biaya relavan wajib untuk dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan.

2. Biaya Tidak Relevan (Irrelevant Cost)

Merupakan biaya yang tidak sama atau tidak berbeda antara alternatif tindakan yang ada Irrelevant cost tidak mempengaruhi pengambilan keputusan  serta akan sama totalnya meskipun tidak memperhatikan alternatif yang telah dipilih. Sehingga biaya tidak relevan tidak wajib untuk dipertimbangkan terhadap pembuatan suatu keputusan.

Biaya variabel total jumlahnya berubah sesuai dengan adanya perubahan pada volume aktivitas atau kegiatan, akan tetapi untuk tingkat perubahannya tidak sebanding. Apabila volume kegiatan semakin tinggi maka total biaya semi variabel semakin tinggi juga serta sebaliknya.

Baca juga: Akuntansi Anggaran (Budgeting): Pengertian, Tahapan, Perubahan, Tujuan, dan Fungsinya

Unsur-unsur Biaya

Biaya terdiri dari beberapa unsur yang tergantung dari objek dan aktivitas ekonomi. Adapun unsur-unsur biaya yaitu sebagai berikut :

  1. Biaya termasuk sumber ekonomi
  2. Biaya diukur dalam satuan uang
  3. Yang sudah terjadi serta yang akan terjadi
  4. Sangat berguna demi tujuan tertentu

Baca juga: Cara Menghitung Harga Lembar Saham 

Karakteristik Biaya

Karakteristik Biaya

Karateristik biaya terbagi menjadi dua kategori, yakni karakteristik biaya utama dan karakteristik biaya pendukung. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah perbedaan kedua karakteristik tersebut :

1. Karakteristik Biaya Utama

Adapun karaktersitik biaya utama dalam akuntansi disebabkan oleh dua hal, yakni penurunan aset dan operasi utama yang berkesinambungan. Berikut ini adalah penjelasan keduanya :

a. Penurunan Aset

Agar dapat menyebutkan bahwa biaya timbul, harus terjadi kejadian yang dapat menurunkan aktiva mengakibatkan adanya aliran aktiva atau sumber ekonomi. Aset dalam ini didefinisikan sebagai seluruh aktiva perusahaan sebagai suatu kesatuan.

b. Operasi Utama yang Berkesinambungan

Supaya menjadi biaya konsumsi maka harus berhubungan dengan aktivitas utama atau sentral kesatuan usaha. Definisi kegiatan utama adalah kegiatan penciptaan suatu pendapatan  yang disajikan dalam kegiatan memproduksi/ mengirim barang atau menyerahkan/ melakukan jasa.

Baca juga: Inilah Pengertian Akuntansi Pajak, Fungsi, Prinsip, Jenis-Jenis, dan Aturan Sanksinya

2. Karakteristik Biaya Pendukung

Adapun karakteristik biaya pendukung disebabkan oleh kenaikan kewajiban dan penurunan ekuitas. Penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut :

a. Kenaikan Kewajiban

Hal ini supaya biaya yang cukup luas guna mencukupi pos-pos yang muncul atas penyesuaian akhir tahun. Apabila barang dan jasa sudah dimanfaatkan oleh perusahaan akan tetapi perusahaan tidak mengakuinya sebagai aset sebelumnya atau perusahaan belum mengakui adanya kewajiban terhadap pengggunaan barang serta jasa yang telah dikuasai oleh pihak lain, maka perusahaan wajib untuk membayar/melaksanakan pengorbanan pendapatan atau sumber ekonomi di masa yang akan datang hingga kewajiban muncul.

Sebagai contoh : adanaya fee pengiriman barang oleh perusahaan ekspedisi yang belum dibayar perusahaan. Jasa pengiriman telah dikonsumsi serta memunculkan pendapatan, dengan itu biaya wajib muncul serta diikuti adanya kenaikan kewajiban.

b. Penurunan ekuitas

Menurut IAI apabila terjadi penurunan aset maka akan mempengaruhi atau menurunkan ekuitas. Penurunan ekuitas dalam hal ini yaitu biaya, dikarenakan tidak semua penurunan aset/aktiva dapat berdampak atas penurunan ekuitas. Sehingga penurunan ekuitas termasuk dalam karakteristik pendukung arti biaya.

Baca juga: Pengertian Akuntansi Pemerintahan, Karakteristik, dan Tujuan Penggunaannya

Penggolongan Biaya

Tujuan akuntansi biaya yaitu untuk menyajikan informasi biaya yang memiliki beragam tujuan, sehingga  pengglongan biaya didasarkan pada tujuan tersebut. Adapun cara untuk menggolongkan biaya yaitu sebagai berikut :

1. Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan

Penggolongan biaya berdasarkan fungsi pokok perusahaan terdiri atas biaya produksi (factory cost) dan beban pemasaran (commercial expense). Berikut ini adalah penjelasan dari kedua kategori tersebut :

a. Factory Cost (Biaya Produksi)

Biaya produk adalah biaya yang mengalami peningkatan atau penurunan seiring dengan aktivitas produksi yang terjadi. Adapun biaya produk terdiri dari :

  • Direct material cost (biaya bahan baku)
  • Direct labor cost (biaya tenaga kerja langsung)
  • Factory overhead (biaya tidak langsung)

b. Commercial Expense (Beban Pemasaran)

Beban pemasaran akan timbul disebabkan oleh aktivitas pemasaran (marketing) seperti iklan, promosi, atau hal-hal yang berkaiatan dengan aktivitas branding yang dilakukan. Adapun yang membentuk adanya beban pemasaran yaitu :

  • Beban penjualan.
  • Beban administrasi dan umum.

Baca juga: Akuntansi Pendidikan: Pengertian dan Penerapannya dalam Institusi Pendidikan

2. Periode Akuntansi

Dalam periode akuntansi, terdapat pengeluaran yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Capital Expenditure (Pengeluaran Modal)

Pada pengeluaran ini akan banyak memberikan manfaat terhadap beberapa periode akuntansi. Pengeluaran ini ditetapkan ssebagai harga perolehan. Pengeluaran diklasifikasikan sebagai capital expenditure apabila pengeluaran ini banyak memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi, dimana total relatif besar serta pengeluaran ini bersifat tidak rutin.

b. Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan)

Pengeluaran dalam hal ini memberikan manfaat ke periode akuntansi jika pengeluaran tersebut terjadi. Dan pengeluaran ini menjadi beban pada periode tertentu, serta dicatat dalam laporan laba rugi. Pengeluaran diklasifikasikan sebagai revenue expenditure apabila pengeluaran memberi manfaat pada periode terjadinya pengeluaran, totalnya relatif kecil serta biasanya pengeluaran ini bersifat rutin.

Baca juga: Apa Itu Akuntansi Keuangan? Inilah Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Standarisasinya

3. Berdasarkan Pengaruh Manajemen Pada Biaya

Dalam pelaksanaannya, biaya yang terjadi akan disebabkan oleh dua hal, yakni biaya terkendali (controllable cost) dan biaya tidak terkendali (uncontrollable cost).

a. Controllable Cost (Biaya Terkendali)

Biaya terkendali erupakan biaya yang secara langsung bisa dipengaruhi oleh manajer yang telah pada tingkatan tertentu dengan jangka waktu yang telah disepakati.

b. Uncontrollable Cost (Biaya Tidak Terkendali)

Biaya tidak terkendali yaitu biaya tidak bisa dipengaruhi oleh manajer yang berada pada tingkatan tertentu.

Baca juga: Mengenal Akuntansi Manajemen: Pengertian, Penerapan, Fungsi, dan Ruang Lingkupnya

4. Macam-macam Biaya Berdasarkan Perilaku

Dalam perencanaan serta pengendalian biaya pada saat pengambilan keputusan, biaya diklasifikasikan sesuai tingkah lakunya dalam hubungannya dengan adanya perubahan volume kegiatan yang dikelompokkan menjadi tiga macam antara lain :

a. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap merupakan biaya yang total jumlahnya tetap konstan, biaya ini tidak akan diperngaruhi adanya perubahan volume suatu kegiatan hingg pada tingkatan tertentu. Secara proporsional, biaya tetap per unit bisa berbanding terbalik dengan adanya perubahan volume kapasitas atau kegiatan produksi.

Semakin tinggi level kegiatan, dapat berdampak terhadap semakin rendahnya biaya tetap per unit tersebut. Dan apabila semakin rendah tingkat aktivitasnya, maka semakin tinggi pula biaya tetap per unit.

b. Biaya Variabel (Variabel Cost)

Variabel cost atau biaya variabel merupakan biaya yang jumlah totalnya bisa berubah secara proporsional (sebanding) yaitu dengan  adanya perubahan volume kegiatan. Semakin tinggi volume aktivitas maka secara sebanding semakin tinggi pula jumlah biaya variabel. Dan semakin rendah volume kegiatan maka secara sebanding semakin rendah pula jumlah biaya variabel.

c. Biaya Semi-Variabel (Mixed Cost atau Semivariabel Cost)

Biaya semi variabel merupakan biaya yang terdiri dari  biaya tetap dan juga biaya variabel di dalamnya. Unsur biaya tetap yaitu total biaya minimum agar mampu menyediakan jasa sedangkan pada unsur biaya variabel merupakan bagian dari semi variabel yang dipengaruhi adanya volume kegiatan.

Baca juga: Inilah 10 Jenis Ilmu Akuntansi yang Ada di Perusahaan

5. Berdasarkan Objek yang Dibiayai

Berdasarkan objek pembiayaan, biaya akan digunakan untuk penggunaan aktivitas produksi dan hal-hal lain di luar aktivitas tersebut. Berikut ini adalah jenis biaya tersebut:

a. Biaya Langsung

Biaya langsung adalah biaya yang manfaatnya dapat diidentifikasikan terhadap objek atau pusat biaya tertentu.

b. Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung adalah biaya yang manfaatnya tidak dapat diketahui terhadap objek atau pusat pada biaya tertentu atau biasa didefinisikan biaya yang manfaatnya dinikmati sebagian objek/pusat biaya.

Baca juga: Rumah Jogja Murah DP 5 Persen Angsuran Cuma 1 Jutaan

6. Penggolongan Biaya Dihubungkan Berdasarkan Keluarannya

a. Biaya Engineered

Engineered cost merupakan bagian biaya yang memiliki hubungan fisik yang jelas dengan output.

b. Biaya Disrectionary

Disrectionary cost adalah biaya yang sering disebut managed cost atau programmed cost. Biaya ini berarti seluruh biaya yang tidak memiliki hubungan yang tepat dengan output.

c. Biaya Commited

Commited cost atau biasa disebut dengan biaya kapasitas merupakan biaya yang terjadi supaya mampu untuk mempertahankan kapasitas organisasi terhadap kegiatan produksi, pemasaran (marketing) serta administrasi.

Baca juga: Investasi Kavling Menguntungkan – Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan – 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Itulah penjelasan lengkap agar Anda dapat membedakan antara cost dan expense. Sekarang, Anda mulai bisa membedakan antara expense dan cost, bukan? Penjelasan di atas diharapkan akan mengurangi kesalahan Anda dalam penempatan penyusunan laporan keuangan. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.