Berita Nasional Terpercaya

5 Alasan Kenapa Harus Merintis Bisnis di Usia Muda

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pendiri Facebook Mark Zuckerberg adalah salah satu dari sekian orang yang merintis usaha pada usia muda. Saat itu, usianya baru 20 tahun ketika dia meluncurkan situs jejaring sosial yang kini menjadi perusahaan raksasa.

Dilihat dari jumlahnya, potensi anak muda di Indonesia cukup menjanjikan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi Z sebesar 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94%.

Sementara itu, jumlah generasi milenial tercatat mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87%.

Sebagai informasi, Gen Z merupakan istilah bagi penduduk yang lahir pada kurun 1997-2012 dan milenial adalah sebutan bagi mereka yang lahir pada 1981-1996.

Generasi muda mempu mendorong perekonomian jika produktif. Mungkin sebagian dari mereka berpikir cukup dengan menjadi karyawan saja. Tapi, ada juga yang berniat untuk memulai bisnis.

Apapun motivasi untuk merintis bisnis, sekarang adalah waktu yang tepat, yakni ketika masih berusia 20-an atau 30-an tahun. Kenapa begitu?

Waktu yang masih panjang

Mengutip dari laman Entreprenuer, memulai bisnis sedini mungkin berarti memiliki kesempatan yang panjang. Mungkin Anda akan butuh dua atau tiga kali jatuh-bangun untuk memiliki perusahaan yang sukses.

Semakin banyak waktu yang dihabiskan sebagai pengusaha, maka semakin baik keuntungan jangka panjangnya.

Setiap ide bisnis butuh modal, jadi tetap perhatikan pengaturan keuangan. Jangan sampai usaha yang dirintis malah membuat kita kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Toleransi risiko

Berapapun usia kita untuk berbisnis, investasi selalu berada di awal, baik berupa uang, waktu, maupun tenaga, sehingga akan ada banyak risiko yang ditanggung.

Jika mulai sejak usia muda, maka kita akan semakin baik dalam menoleransi risiko. Artinya, masih banyak waktu untuk mengganti kerugian, apalagi belum ada komitmen dan tanggung jawab yang banyak di luar dari pekerjaan.

Energi dan motivasi

Ada banyak pekerjaan ketika memutuskan untuk merintis startup. Tapi, pengusaha muda memiliki lebih banyak energi, motivasi, dan antusiasme daripada mereka yang berusia tua.

Jiwa muda itu akan bertahan selama beberapa dekade mendatang. Meski begitu, yang pasti adalah ketidakpastian.

Ide bisnis yang berhasil tahun ini mungkin akan beda nasibnya dalam 10 tahun. Namun, orang muda cendenrung lebih mudah beradaptasi.

Mudah beradaptasi

Orang muda cenderung lebih mudah beradaptasi. Apalagi mereka hanya sebentar terpapar oleh aturan dan norma dunia kerja profesional, yang terkadang menjengkelkan.

Usia 20-an atau 30-an tahun memiliki peluang yang lebih baik untuk mengenali dan memahami teknologi terbaru dengan cepat. Apalagi, teknologi berkembang dengan pesat.

Salah satu cara agar perusahaan bertahan di era serba cepat adalah dengan menyesuaikan dan mengintegrasikan teknologi.

Banyak bisnis

Pengusaha muda yang benar-benar mencintai dunia kewirausahaan pada akhirnya akan memiliki lebih dari satu bisnis.

Tapi tidak ada kata terlambat untuk memulai usaha, bermanfaat bagi sesama merupakan tujuan tak boleh diabaikan ketika berbisnis.

Kita mungkin banyak mendengar kisah pengusaha yang berhasil tapi mengalami kejatuhan. Namun, rendah hati adalah kunci menghadapi segala situasi.

Ketika mulai memimpin perusahaan, selalu instrospeksi diri apakah kita termasuk pemimpin yang humble, mendengarkan masukan dari karyawan, dan tetap sederhana.

Mengutip dari Forbes, studi Catalyst menemukan bahwa kerendahan hati adalah salah satu faktor kepemimpinan untuk menciptakan lingkungan kerja yang membuat karyawan termotivasi.

Survei global itu juga menemukan, perilaku tanpa pamrih dari  atasa membuat karyawan cenderung merasakan apresiasi yang lebih besar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.