Berita Nasional Terpercaya

Jelang Idul Adha, Pemkot Yogyakarta Siapkan Pemantauan Hewan Kurban

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Jelang Hari Raya Idul Adha 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta saat ini tengah menyiapkan pemantauan hewan kurban. Nantinya akan ada Surat Edaran dari Walikota terkait dengan ketentuan penjualan dan penyembelihan hewan kurban di wilayah Kota Yogyakarta di masa pandemi Covid-19.  

“Saat ini kami baru koordinasi dan menyusun perencanaan terkait pemantauan hewan kurban. Rencana awal bulan Juli nanti kami akan mulai kegiatan pemantauan hewan kurban di Kota Yogyakarta,” ujar Suyana, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Rabu (16/6/2021).

Suyana mengungkapkan, nantinya akan ada surat edaran dari walikota terkait dengan peraturan penjualan hewan kurban di wilayah Kota Yogyakarta. Salah satu isi dari surat edaran tersebut adalah penjualan hewan kurban di wilayah Kota Yogyakarta harus melakukan pemberitahuan kepada kemantren setempat.

“Jadi harus sepengetahuan dari Kemantren setempat, supaya tidak sembarangan berjualan di trotoar. Terkait penjualan hewan kurban di wilayahnya, Kemantren bisa ikut mengawasi dari sisi kebersihannya, keindahannya dan juga mengantisipasi kerumunan,” terangnya.

Baca Juga : Keraton Jogja Bagikan Ubarampe Gunungan di Hari Raya Idul Adha

Sedangkan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan melakukan pemantauan terkait pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban. Sehingga hewan kurban yang dinyatakan kondisinya sehat akan diberikan label hewan sehat dan layak kurban.

“Pemeriksaan tersebut guna memastikan hewan kurban yang dijual di wilayah Kota Yogyakarta sehat, jadi aman bagi masyarakat. Pada tahun 2020 lalu setidaknya ada sekitar 48 titik penjualan hewan kurban di Kota Yogyakarta,” imbuhnya.

Lanjut Suyana, selain itu aturan terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban saat hari raya Idul Adha di masyarakat Kota Yogyakarta, nantinya Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan memberikan rekomendasi dan saran bagi masyarakat atau panitia penyembelihan hewan kurban, terutama pada penerapan protokol kesehatannya.

“Pada H-1, kami berencana akan melakukan survei lokasi yang dipakai masyarakat untuk penyembelihan hewan kurban. Kami juga akan memberikan rekomendasi-rekomendasi, misalnya terkait tata letak penyembelihan hewan kurban dan lain sebagainya. Tergantung luasannya, misalnya hanya untuk tiga sampai empat ekor,” jelasnya.

Suyana menyampaikan, dalam Surat Edaran Walikota juga akan diatur pemasangan spanduk yang isinya, selain panitia dilarang mendekat di lokasi penyembelihan hewan kurban. Langkah tersebut untuk menghindari kerumunan masyarakat pada saat penyembelihan hewan kurban, sehingga jarak fisik warga akan terjaga di masa pandemi Covid-19.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga bekerja sama dengan Baznas Kota Yogyakarta untuk sosialisasi dan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, seperti sosialisasi kepada para pengurus takmir masjid di Kota Yogyakarta.

Suyana mengatakan pihaknya juga akan mengoptimalkan fungsi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan milik Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, untuk pendaftaran penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan bisa melalui Baznas Kota Yogyakarta. 

“Seperti di tahun lalu retribusi pemotongan hewan kurban di RPH Giwangan dibebaskan. Kami sedang menghitung kemampuan RPH Giwangan dan kebutuhan tenaga seperti jagal, karena kemungkinan harus menambah saat hari raya Idul Adha,” pungkas Suyana. (cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.