Berita Nasional Terpercaya

Kampung Tukang: Ketika Warga Desa di Malang Merintis ?Startup? di Bidang Pertukangan

0

BERNAS.ID – Pernahkah Anda kebingungan mencari tukang ketika toilet tiba-tiba rusak atau atap rumah bocor? Belum lagi kalau butuh tenaga terampil untuk memasang furnitur, mengecat rumah, dan segala hal yang berurusan dengan perbaikan rumah.

Bagaimana jika menemukan tukang semudah check out belanjaan di toko online? Semuanya akan menjadi lebih gampang, apalagi kalau kita tidak punya koneksi dengan para tukang sebelumnya.

Solusi itu pada akhirnya bisa diatasi dengan kehadiran Kampungtukang.com, sebuah startup di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Namun, di balik pendirian startup atau perusahaan rintisan itu, ada upaya pemberdayaan masyarakat yang digaungkan. 

Di sebuah desa bernama Asrikaton, Pakis, Kabupaten Malang, terdapat sebuah kampung yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai tukang.

Baca Juga: Ternaknesia: Modal Awal dari Orang Sekitar hingga Cita-cita Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Warga Rukun Tetangga 02, Asrikaton itu, menginisiasi terbentuknya Kampung Tukang dengan swadaya pada 2019. Inisiator Kampungtukang.com Yusup Kurniawan mengatakan pemberdayaan masyarakat itu telah disepakati bersama RT, RW, dan kepala desa Asrikaton.

Tujuannya, untuk memaksimalkan potensi warga sehingga akan mendorong kesejahteraan mereka. Diawali dengan uji coba sekitar tiga bulan, sampai akhirnya ada proyek borongan dari klien.

“Warga jadi tertarik bergabung dan pada akhirnya kerja sama di Kampungtukang.com,” katanya.

Bukan berjalan tanpa halangan, Yusup bercerita awalnya terjadi juga penolakan di beberapa warga atas inisiatif swadaya ini. Meski begitu, hal tersebut tidak menjadi halangan bagi peresmian Kampungtukang.com. 

Perusahaan rintisan masyarakat berlogo kepala singa ini memiliki sumber daya yang meliputi tukang bangunan, tukang ledeng, tukang listik, tukang kayu, tukang cat, tukang taman, dan cleaning service.

Selain dilatih oleh trainer hingga praktik lapangan, mereka juga memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dirancang agar tercipta sistem kerja yang tertib. 

Sementara itu, untuk menjaga keamanan konsumen, setiap tukang juga diinput datanya dan kemudian divalidasi. Kampung Tukang biasanya melayani jasa pertukangan untuk rumah, apartemen, kantor, dan kos.

Yusup menuturkan, pekerja yang tergabung dalam Kampung Tukang merupakan warga asli kampung sekitar. Dengan begitu, komunikasi yang dibangun menjadi lebih mudah.

Jika mencari layanan ini di Play Store atau App Store, memang tidak tersedia. Tapi, dengan website yang lumayan user-friendly, jasa yang disediakan Kampung Tukang dapat dipesan melalui pesan WhatsApp yang terdapat di situs website-nya.

Namun, layanan ini baru tersedia untuk kawasan Malang Raya. Meski begitu, Yusup berharap Kampungtukang.com akan diikuti oleh daerah lain.

Dalam situs tersebut, pengunjung akan menemukan fitur Tukang Mart yang melayani penjualan bahan baku bangunan. Meski begitu, Yusup mengatakan fitur tersebut belum berjalan maksimal.

Berkembang di Tengah Pandemi

Pandemi telah memukul bisnis dan usaha, yang menyebabkan pengangguran. Wabah Covid-19 juga membuat Kampungtukang.com mengalami penurunan proyek, bahkan hampir tidak ada sama sekali.

Untuk tetap bisa memberdayakan mereka, Yusup mengasah kemampuan para tukang di bidang kerajinan dekorasi rumah, yang dijual secara online melalui merek bernama Harmonia.

Tumbasin: Merintis Aplikasi Belanja di Pasar Tradisional Berawal dari Pesan WhatsApp

Akhirnya, ada pemasukan bagi mereka untuk tetap di masa awal-awal pandemi. Sembari terus menjalankan usaha tersebut, perlahan Kampungtukang.com dapat bangkit.

Kini, ada lebih dari 50 tukang yang tergabung dalam perusahaan rintisan itu. Yusup berharap Kampung Tukang dikenal sebagai brand yang positif di mata masyarakat.

Ke depan, dia ingin ada revolusi bisnis baru untuk mengembangkan Kampung Tukang agar semakin tangguh dan meningkatkan taraf hidup warga.

“Saya berharap juga, tim semakin banyak dan kompak. Pesanan yang pasti dan terjadwal, juga manajemen yang tangguh,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.