Berita Nasional Terpercaya

Hipotesis: Pengertian, Jenis- jenis, Fungsi dan Prosedur

0

Bernas.id – Saat menulis suatu karya ilmiah tentunya tidak akan pernah lepas dengan hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian sangatlah penting dalam karya imiah, termasuk dalam skripsi. Sehingga bagi anda seoarang mahasiswa maka anda akan menuliskannya setelah anda sudah skripsi. Meskipun  penulisan hipotesis tidak terlalu panjang seperti tinjauan pustaka dan pembahasan, hipotesis dalam penelitian mempunyai peran yang sangat penting bagi skripsi atau karya ilmiah lainnya.

Ketika anda mulai untuk menuliskan hipotesis penelitian, maka harus dengan konsep yang matang jangan sampai menuliskannya dengan asal- asalan.  Anda harus mempunyai argumen yang jelas dan kuat. Dengan demikian, maka pembaca akan mudah untuk memahami argumen yang anda sampaikan.

Nah sebelum pembahasan yang lebih dalam, tahukah anda pengertian dari hipotesis? Yuk simak penjelasan berikut ini, agar anda mudah untuk memahami hipotesis dan fungsinya apa saja untuk penulisan karya ilmiah termasuk skripsi.

Baca juga: Cara Menulis Abstrak Penelitian Skripsi, Makalah, dan Karya Ilmiah

Pengertian Hipotesis Penelitian

Pengertian Hipotesis

Hipotesis Penelitian secara singkat ialah dugaan sementara. Dugaan tersebut dibuat oleh peneliti maupun penulis berdasarkan data awal yang penulis dapatkan.  Dimana selanjutnya dugaan benar atau salah ditentukan atas hasil penelitian. Sedangkan menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia hipotesis yaitu sesuatu yang dianggap banar yang digunakan untuk mengutarakan suatu pendapat (teori, proposisi dan yang lain sebagainya) walaupun kebenarannya wajib untuk dibuktikan, anggapan dasar.

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Pengertian hipotesis menurut para ahli

Berikut ini merupakan pengertian hipotesis menurut Para Ahli

1. Menurut Zikmund

Hipotesis penelitian menurut Zikmund yaitu suatu dugaan atau proposisi yang belum terbukti. Ini menandakan bahwa dugaan masih bersifat tentatif. Dugaan tersebut memberikan ulasan bawah fakta atau suatu fonomena, dan kemungkinan jawaban berdasarkan pertanyaan- pertanyaan penelitian.

2. Menurut Nasustion

Hipotesis penelitian menurut Nasustion yaitu suatu dugaan mengenai apa yang kita amati dalam upaya guna mampu untuk memahaminya.

3. Menurut Erwin Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti

Sedangkan menurut Erwin Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti berpendapat bahwa hipotesis penelitian merupakan suatu pernyataan atau tuduhan yang bersifat tentatif atau sementara.

Dalam dugaan tersebut memuat masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah atau bisa dikatakan belum tentu benar, dengan demikian harus diuji terlebih dahulu secara empiris.

4. Menurut Mundilarso

Sementara menurut Mundilarso, hipotesis penelitian merupakan suatu pernyataan yang tingkat kebenarannya masih lemah. Sehingga wajib untuk diuji kembali dengan teknik tertentu. Hipotesis berasal dari adanya suatu teori, adanya pengalaman pribadi maupun orang lain, adanya suatu dugaan, serta kesan umum,  dan kesimpulan yang bersifat lemah.

5. Menurut Kerlinger

Hipotesis penelitian menurut Kerlinger adalah suatu pernyataan yang menguraikan tentang dugaan hubungan antara dua variabel atau lebih. Kerlinger berpendapat bahwa hipotesis selalu berbentuk kalimat pernyataan (declarative). Suatu dugaan yang menghubungkan secara umum ataupun secara khusus variabel yang satu dengan yang lain.

6. Menurut Margono

Margono berpendapat bahwa hipotesis adalah berasal dari kata hypo (hipo) dan thesis (tesis). Definisi hipo yaitu kurang dari sedangkan definisi tesis ialah berpendapat. Sehingga pengertian hipotesis yaitu suatu pendapat atau kesimpulan yang bersifat masih kurang atau bisa dikatakan sementara. Menurut Margono, hipotesis yaitu suatu kemungkinan jawaban dari suatu masalah yang diajukan.

7. Menurut Sugiyono

Menurut Sugiyono, hipotesis penelitian yaitu suatu jawaban sementara atas rumusan masalah.

Berdasarkan pengertian-pengertian menurut para ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan mengenai pengertian hipotesis. Hipotesis yaitu dugaan sementara yang telah dibuat oleh penulis atau peneliti. Hipotesis merupakan bentuk pernyataan yang bersifat sementara atau tentatif yang harus diuji kembali dengan  lagi melalui prosedur penelitian.

Baca juga: Bagaimana Cara Menulis Sitasi yang Benar? Begini Cara Penulisannya

Jenis-jenis Hipotesis Penelitian

Jenis jenis hipotesis

Hipotesis terdiri dari dua jenis yaitu hipotesis kerja dan hipotesis nol. Berikut akan penulis jelaskan mengenai hipotesis kerja dan hipotesis nol.

1. Hipotesis Alternatif

Hipotesis sering juga dikatakan hipotesis alternatif  (Ha). Hipotesis Alternatif disimbolkan dengan H1. Hipotesis kerja ini berfungsi untuk menyatakan suatu hubungan antara variabel X dan Y. Hipotesis ini juga mampu menunjukkan adanya suatu perbedaan antar dua kelompok. Hipotesis alternatif juga menjelaskan terkait hubungan antar variabel dengan variabel lain. Misalnya; terdapat hubungan antara tingkat kemiskinan serta ketersediaan lowongan pekerjaan.

2. Hipotesis Nol

Hipotesis nol dilambangkan dengan Ho. Hipotesis nol mempunyai nama lain hipotesis statistik. Alasan mempunyai nama lain hipotesis statistik dikarenakan  hipotesis nol sering digunakan dalam penelitian kuantitatif yang sangat memerlukan perhitungan statistik. Hipotesis Ho menjelaskan tidak terdapat hubungan ataupun pengaruh anatara variabel dengan variabel lainnya. Misalnya ; tidak ada pengaruh atau hubungan antara tingkat pendidikan mahasiswa dengan peluang dalam mencari kerja.

Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap

Macam-macam Hipotesis Berdasarkan Bentuknya

Macam macam hipotesis menurut bentuknya

Pembahasan selanjutnya yaitu macam- macam hipotesis berdasarkan bentuknya. Hipotesis berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi 3 macam. Yuks simak macam- macam hipotesis berdasarkan bentuknya.

1. Hipotesis Relasional atau Asosiatif

Hipotesis dapat diartikan jawaban sementara berdasarkan adanya  hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian, hipotesis ini dapat dirumuskan atas rumusan masalah yang asosiatif atau menggambarkan/ mendiskripsikan suatu hubungan. Definisi lain, hipotesis assosiatif secara terang menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Contoh hipotesis yang dikutip dari sosiologis.com yaitu orang yang sudah menikah mempunyai tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dari pada orang yang belum menikah. Dengan adanya contoh tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa apabila ada suatu hubungan antara status perkawinan dan tingkat kepercayaan diri seseorang.

2. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif berbeda dengan hipotesis asosiatif. Hipotesis deskriptif menunjukkan hubungan antar variabel. Dengan demikian, hubungan tersebut lebih tidak terlihat atau tidak jelas seperti hipotesis penelitian.  Jadi hipotesis deskriptif hanya menjelaskan gambaran mengenai sampel penelitian. Contohnya : setengah penduduk dari Pulau Jawa merupakan petani.

3. Hipotesis Komparatif

Menurut Sugiyono pengertian hipotesis komparatif adalah suatu pernyataan yang berisi sangkaan atau dugaan dari satu variabel atau lebih atas sampel yang berbeda.

Sementara menurut Ridwan hipotesis komparatif  diruuskan dengan memberikan jawaban pada suatu permasalahan yang mempunyai sifat berbeda.

Secara singkat, hipotesis  merupakan suatu dugaan sementara dari rumusan masalah yang komparatif. Hal ini berarti variabelnya sama, namun populasi, sampel atau keadaan yang berbeda.

Baca juga: Inilah 5 Cara Membuat Catatan Kaki di Microsoft Word

Hipotesis Dalam Penelitian

Hipotesis dalam penelitian

Hipotesis mempunyai peran penting dalam penelitian.  Di bawah ini merupakan fungsi penting dalam suatu penelitian yaitu :

  • Untuk menguji suatu teori.
  • Mendorong munculnya suatu teori.
  • Menjelaskan sebuah fenomena sosial.
  • Digunakan sebagai pedoman guna dapat mengarahkan suatu penelitian.
  • Mampu memberikan suatu kerangka guna menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.
  • Dapat memberi suatu petunjuk mengenai prosedur apa saja yang harus diikuti serta jenis data seperti apa yang harus dikumpulkan.

Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021

Prosedur Uji Hipotesis

Prosedur Uji Hipotesis

Adapun prosedur yang sistematis dalam menguji suatu dugaan penelitian, yaitu terdiri dari :

  • Menyatakan hipotesis penelitian bertujuan agar sampelnya dapat dihitung secara statistik (misalnya: proporsi, rata- rata).
  • Selanjutnya yaitu menentukan nilai α dan β yang akan digunakan. Nilai α disebut dengan kesalahan tipe 1 atau sering disebut derajat kemaknaan atau significance level.
  • Lalu, menentukan metode statistik yang akan digunakan.
  • Menentukan kriteria untuk menolak dan menerima hipotesis nol (H0) apabila sesuai dengan nilai α yang sebelumnya telah ditetapkan atas prosedur yang ada pada nomor dua.
  • Dan prosedur yang terakhir yaitu membuat kesimpulan yang sesuai dengan hasil uji statistik. Hal ini contohnya, uji hipotesis tidak mempunyai tujuan guna membuktikan suatu kebenaran hipotesis akan tetapi hanya menetukan apakah suatu hipotesis ditolak atau diterima.

Baca juga: 11 Jurusan Di Universitas Mahakarya Asia dan Peluang Karirnya

Demikian ulasan terkait hipotesis penelitian. Semoga informsi yang disajikan penulis dapat memberikan manfaat dan wawasan serta pengetahuan bagi anda. Terimakasih sudah mampir di artike ini. Yuk selalu update informasi dengan membaca artikel Bernas.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.