Berita Nasional Terpercaya

Langgar PPKM Darurat, Pusat Perbelanjaan Ditutup Satgas

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Satuan Tugas (Satgas) gabungan Covid-19 Kabupaten Sleman melakukan patroli penegakan hukum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Kapanewon Mlati, Minggir, dan Seyegan. Patroli penegakan dilaksanakan dari pukul 07.00-13.00 WIB, Minggu (11/7/2021).

Plt Kepala Satpol PP Sleman, Susmiarto menyebut dalam patroli penegakan PPKM darurat masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dan pelanggaran jam operasional pusat perbelanjaan. “Untuk di Kapanewon Mlati, masih terpantau pusat perbelanjaan Janu Putra Fashion masih beroperasional. Untuk tindakan diberikan sosialisasi Instruksi Bupati Sleman Nomor 17/INSTR/2021 tentang PPKM darurat. Petugas menempelkan leaflet tentang PPKM Darurat Kabupaten Sleman. Manajemen langsung diperintahkan untuk menutup gerai segera,” jelasnya.

Baca Juga Di Masa PPKM Darurat, Pemerintah Perkuat 3T dan Percepat Vaksinasi

Untuk di Kapanewon Minggir, Susmiarto menyebut Satgas Gabungan menemukan hajatan warga di Dusun Sutan, Sendangsari. “Aktivitas masyarakat berkerumun dalam kegiatan 'Boyongan' pernikahan dengan jumlah 20 orang. Tidak ada kegiatan makan-makan,” tuturnya.

“Petugas memerintahkan warga untuk segera menyelesaikan kegiatan tidak lebih dari 15 menit dengan protokol kesehatan secara ketat,” imbuhnya.

Di Pasar Kebonagung Minggir, Susmiarto mengatakan, petugas gabungan menemukan beberapa penjual tidak memakai masker. “Bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker diberikan 'Teguran Keras' agar selalu menggunakan masker,” tuturnya.

Sedangkan, di wilayah Kapanewon Seyegan, Susmiarto menyebut petugas gabungan menemukan hajatan pernikahan di Dusun Margokaton. Saat petugas gabungan tiba, acara hajatan sudah selesai dan tidak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan. “Pemilik hajatan sudah memiliki Surat Rekomendasi dari Kapanewon Seyegan,” ujarnya.

Untuk di warung makan Soto Tan Mriyan di Jalan Kebon Agung Seyegan, Susmiarto menemukan warung masih melayani pelanggan makan di tempat. “Untuk tindakan diberikan sosialisasi Instruksi Bupati Sleman Nomor 17/INSTR/2021 PPKM Darurat dan dilakukan pembubaran pelanggan agar segera meninggalkan tempat,” ucapnya.

Susmiarto menyebut ada 22 petugas gabungan yang melakukan penegakan hukum PPKM Darurat dari berbagai instansi seperti Polres Sleman, Kodim 0732 Sleman, Denpom, Dinas Perhubungan, Disperindag, dan Disnaker. “Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tutupnya. (jat

Leave A Reply

Your email address will not be published.