Berita Nasional Terpercaya

3 Hal Seputar Pemilihan Bakal Calon Ketua Umum IAI Periode 2021-2024

0

BERNAS.ID – Panitia Pemilihan Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia periode 2021-2024 mengumumkan hasil pemilihan elektronik atau e-vote tahap pertama yang digelar pada 7-9 Agustus 2021.

E-vote pertama ini memungkinkan para anggota untuk memilih bakal calon atau balon ketua umum dari 7 nama. Para kandidat itu adalah Gregorius Budi Yulianto, Ahmad Saifudin Mutaqi, I Ketut Rana Wiarcha, Muaz Yahya, Robby Dwiko Juliardi, Satrio Suryo Herlambang, dan Sanusi Anwar.

Daftar Pemilih Tetap adalah anggota IAI yang telah melunasi iuran hingga tahun 2020 dan telah ditetapkan oleh panitia pemilihan.

Baca Juga: Inilah 9 Cara Menjadi Arsitek Profesional yang Handal dan Sukses

Lalu, apa saja yang terjadi dalam pemilihan balon Ketua Umum IAI periode 2021-2024?

Hasil Perhitungan Suara

E-vote tahap pertama berhasil mengumpulkan 1.786 suara dari seluruh anggota IAI, yang hanya mempunyai kesempatan memilih satu kali.

Dari hasil perhitungan suara yang masuk melalui IAI-Interaktif diperolah hasil sebagai berikut:

  • Georgius Budi Yulianto: 446 suara
  • Ahmad Saifudin Mutaqi: 401 suara
  • I Ketut Rana Wiarcha: 333 suara
  • Muaz Yahya: 279 suara
  • Robby Dwiko Juliardi: 147 suara
  • Satrio Suryo Herlambang: 131 suara
  • Sanusi Anwar: 49 suara

Dari hasil tersebut, Majelis Kehormatan IAI dan Majelis Organisasi akan menetapkan 3 balon berdasarkan perolehan suara teratas. Ketiganya akan ditetapkan sebagai calon ketua umum dan berhak dipilih pada e-vote tahap 2.

Ketua Panitia Pemilihan Ketua Umum IAI periode 2021-2024 Don Ara Kian mengatakan setelah ditetapkan sebagai calon ketua umum, mereka bisa melakukan proses sosialisasi diri melalui berbagai platform seperti media sosial, elektronik, dan sebagainya.

“Jadi ini memang rangkaian Musyarawah Nasional yang menjadi salah satu forum tertinggi anggota,” katanya, kepada Bernas.id, Rabu (11/8/2021).

Baca Juga: Jurusan Arsitektur: Mata Kuliah, Prospek Kerja, dan Universitasnya

“Setiap munas, pertama untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban dari pengurusan lama, kemudian pemilihan ketum baru, rakernas untuk membahas program kerja kepengurusan yang berjalan,” jelasnya.

Rencana awal, acara puncak akan digelar pada 16-18 September 2021, dan pada 17 September bertepatan dengan ulang tahun IAI. Namun, jadwal bisa berubah sesuai dengan penetapan PPKM oleh pemerintah.

Tingkat Partisipasi Menurun

Meski hasil pemilihan balon calon Ketua Umum IAI telah keluar, ada fenomena yang harus disoroti, yakni menurunnya tingkat partisipasi pemilih atau voters.

Menurut Don, ada sekitar 21.000 arsitek di seluruh Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut hanya 30% yang menjadi anggota IAI.

Bahkan dari sekitar 7.000 anggota IAI, belum seluruhnya masuk sebagai Daftar Pemilih tetap atau DPT pada perhelatan kali ini.

“Kalau melihat perkembangan DPT dibandingkan munas sebelumnya memang ada peningkatan. Ironisnya, tingkat partisipasi yang masih rendah, tapi kalau jumlah DPT ada peningkatan,” ucapnya.

Berdasarkan data pemilihan dari 33 provinsi, 4 wilayah, dan 1 perwakilan di Singapura, terdapat 4.590 DPT. Dari jumlag itu, hanya 1.786 anggota  atau 38,9% yang menggunakan hak suaranya.

Masih ada 2.804 DPT yang belum menggunakan hak suara. Panitia pemilihan akan melakukan evaluasi untuk diperbaiki pada tahap e-vote 2.

“Bahkan di salah satu provinsi masih nol di Gorontalo, padahal ada pengurus kita di sana,” ujar Don.

Baca Juga: 5 Hal untuk Gairahkan Bisnis Properti yang Kembang Kempis di Yogyakarta

Ketua IAI Yogyakarta sekaligus Balon Caketum IAI Ahmad Saifudin Mutaqi mengatakan sistem e-vote kali ini berbeda dengan sebelumnya.

“Kalau yang lalu-lalu tidak menggunakan mekanisme seperti ini. Yang terakhir pada pemilihan 2018 ada melalui banyak kanal, seperti SMS, email, dan lain-lain,” katanya.

“Sekarang hanya lewat satu kanal, saya nggak tahu apakah itu berpengaruh pada kemudahan,” imbuhnya.

IAI-Interaktif

Metode e-vote telah dipakai oleh IAI dalam pemilihan ketua umum sebelumnya. Dengan bekerja sama dengan salah satu developer dalam membangun e-vote, DPT bisa memilih melalui platform bernama IAI Interaktif.

Kali ini, pemilih bisa menggunakan hak pilihnya  melalui saluran WhatsApp IAI Interaktif, melalui nomor yang disediakan oleh panitia.

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, Don beserta tim mengaku akan lebih gencar melakukan sosialisasi penggunaan e-vote, sekaligus melakukan evaluasi.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh para pemilih adalah syarat mengakes IAI Interaktif harus menggunakan nomor WA aktif yang terdaftar. Tak jarang, sejumlah DPT mengaksesnya dengan nomor yang berbeda.

“Mudah-mudahan itu bisa diperbaiki. Kami juga akan buat materi sosialisasi yang lebih mudah ditangkap oleh teman-teman,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.