Berita Nasional Terpercaya

Kisah Inspiratif Wakil Rektor 1 UNMAHA, Seimbangkan Karier dan Rumah Tangga dengan Senjata Ikhlas

0

BERNAS.ID – Sukses dalam keluarga dan karir. Itulah gambaran awal yang diperoleh oleh tim Bernas.id ketika mendengar perjalanan hidup perempuan bernama lengkap Eni Munarsih ini.

Sebagai wanita yang telah berkeluarga, Eni, begitu sapaan akrabnya, berhasil membuktikan kepada dunia bahwa wanita juga bisa mendapatkan pendidikan tinggi dan menapaki jenjang karir yang gemilang.

Setelah berbagai tantangan ia taklukan, Eni kini menduduki posisi sebagai wakil rektor pertama di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA). Tentu tidak mudah bagi Eni untuk menduduki posisi wakil rektor. Lalu bagaimana cara Eni berhasil meraih kesuksesan besar dalam karir dan keluarganya? Berikut kisahnya:

Jatuh Cinta pada Akuntansi

Karier gemilang yang diperoleh Eni saat ini juga tak luput dari rasa cintanya pada dunia akuntansi. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menganggap akuntansi sebagai pelajaran rumit, Eni justru menaruh hati pada mata pelajaran tersebut sejak menduduki bangku sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Waktu sekolah SMK, saya sudah merasa jatuh cinta pada akuntansi sejak semester pertama karena gurunya bisa diajak diskusi dan cara mengajarnya juga menyenangkan,” ucap Eni.

Berawal dari pengalaman belajar akuntansi yang menyenangkan itulah Eni bercita-cita menjadi guru dan memutuskan untuk melanjutkan studi pendidikan akuntansi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Materi tentang akuntansi justru lebih banyak saya dapatkan waktu sekolah SMK karena saat kuliah saya lebih banyak mendapatkan materi tentang bagaimana cara mengajar atau transfer knowledge yang baik atau menyiapkan metode pelajaran yang tepat. Jadi, penguatan ilmu akuntansi semasa kuliah lebih banyak saya dapatkan lewat koperasi mahasiswa,” tambahnya.

Semasa kuliah, Eni ingin lebih memperdalam ilmu akuntansi yang didapatkan sejak SMK secara langsung. Karena itu, ia memutuskan untuk terjun ke lapangan dengan menjadi aktivis di koperasi mahasiswa (kopma).

“Waktu itu saya pegang keuangan kopma. Jadi, saya melakukan pembukuan untuk kopma dari manual dan memindahkannya ke komputer. Jadi, lulus S1 saya bisa paham cara membuat laporan keuangan dari data mentah,” tambahnya. 

Bagi Eni, akuntansi merupakan hal menarik karena tidak hanya mengajarkan tentang logika berpikir tetapi juga mengajarkan tentang kejujuran, ketaatan, dan ketertiban.

“Saat melakukan pencatatan keuangan, kita harus menyesuaikannya dengan transaksi yang terjadi. Pencatatan juga harus sesuai dengan aturan yang ada dalam akuntansi. Jadi, kita nggak boleh memasukkan data fiktif atau menggunakan metode pencatatan sendiri. Kita juga harus melakukan pencatatan dari awal sejak akhir, enggak boleh sesuka hati, ucapnya.

Eni juga berkata bahwa pencatatan laporan keuangan bisa mencerminkan seluruh aktivitas dalam perusahaan, organisasi, atau perguruan tinggi. Karena itulah, akuntansi memegang peranan penting dalam banyak hal.

Baca juga: Perjalanan Kaprodi Arsitektur UNMAHA Raih Beasiswa di Inggris

Menjelajah Pelosok Daerah

Pada 2001,  Eni berkenalan dengan seorang pengusaha ternama yang ingin mendirikan sebuah kampus di daerah Baturaja yang berada di daerah Ogan Komering Ulu, Lampung, Sumatera. Kampus tersebut kemudian berdiri dengan nama Amik Akmi Baturaja. Dari perkenalan  itu, Eni bertugas membuat studi kelayakan akademik untuk calon kampus yang akan didirikan tersebut.

Sebagai informasi, Amik Akmi Baturaja kemudian bergabung dengan STIEBBANK Yogyakarta dan AKPAR Buana Wisata Yogyakarta, yang kini dikenal dengan nama Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), sebuah kampus swasta bergengsi di Yogyakarta.

“Suami saya juga terlibat dalam proyek tersebut. Tapi, waktu itu dia bertugas untuk menyusun kurikulum dan menyiapkan dosen,” pungkasnya.

Lalu pada 2002 awal, Eni dan sang suami pun pindah ke Sumatra untuk mempromosikan kampus yang akan didirikan tersebut. Lalu di tahun 2002 pertengahan, Eni dipercaya menjadi dosen dan wakil direktur kedua. Kemudian pada 2006, Eni memutuskan untuk mendaftar kuliah S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui beasiswa Dikti khusus dosen.

Sama seperti program beasiswa lainnya, tentu tidak mudah untuk lolos seleksi beasiswa dosen dari Dikti. Karena itu, dibutuhkan strategi jitu agar bisa menjadi kandidat yang menonjol. Hal itu pula yang dilakukan oleh Eni.

“Waktu itu, saya coba untuk memaksimalkan proposal yang saya ajukan agar bisa lolos seleksi. Jadi, apa tujuan kita dalam mengajukan beasiswa itu harus jelas. Kalau bisa, tujuan kita mengajukan beasiswa itu, yah, untuk mengembangkan suatu wilayah,” ungkapnya.

Saat mendaftar beasiswa, Eni bercerita bahwa tujuan yang ia tulis dalam proposal adalah untuk mengembangkan suatu wilayah, tepatnya daerah Baturaja.

“Saat itu, daerah Baturaja masih dipenuhi oleh hutan-hutan karet yang akses menuju kesana juga sulit. Daerah tersebut perlu dikembangkan dan membutuhkan banyak sekali pengembangan sumber daya manusia,” ucapnya.

Selain menuliskan proposal yang bagus, Eni juga bercerita bahwa surat rekomendasi juga memainkan peranan penting untuk lolos beasiswa. Sebab, surat rekomendasi juga mencerminkan kemampuan diri kita.

“Waktu itu saya meminta rekomendasi dari pemerintah wilayah setempat dan dosen dari kampus tempat saya kuliah S1,” tambahnya.

Kekuatan Doa

Eni juga bercerita bahwa kekuatan doa sangat berperan penting dalam kesuksesannya saat ini. Karena itu, ia tak segan meminta doa kepada siapapun yang ia temui.

“Saya percaya bahwa meminta doa siapa pun adalah hal yang baik karena kita tidak tahu doa siapa yang akan diijabah oleh Tuhan. Karena itu, saya tak segan meminta doa ke siapa pun, baik supit becak, sopir taksi, dan semua orang yang saya temui,” ucapnya. 

Bagi Eni, tak perlu hal yang muluk-muluk untuk bisa sukses dalam kehidupan. Selain doa, menghargai sesama manusia juga bisa memegang kekuatan ajaib dalam kehidupan.

“Nggak perlu muluk-muluk, yah, buat berhasil dalam kehidupan. Yang penting kita menghargai sesama dan tidak merendahkan orang lain. Kita juga perlu memperbanyak sedekah. Nggak perlu banyak-banyak yang penting ikhlas. Saya rasa, itu sangat dahsyat efeknya dalam kehidupan,” tambahnya.

Baca juga: Rektor UNMAHA Berikan Tips Hadapi Era Society 5.0

Menyeimbangkan Karier dan Kehidupan Rumah Tangga

Menyeimbangkan karier dan kehidupan rumah tangga tentu tidak mudah. Namun, Eni juga punya tips khusus agar kehidupan rumah tangga dan karirnya bisa berjalan seimbang.

“Hal terpenting itu kita harus yakin bahwa semua peristiwa kehidupan sudah takdir Tuhan. Ketika itu sudah ditakdirkan, kita tinggal menikmatinya dengan ikhlas,” ucapnya.

Awal menjalani masa studi S2, Eni juga merasa sangat berat karena harus berada jauh dari suami buah hatinya. Namun dengan menerapkan rasa ikhlas, Eni berhasil melalui semua itu dengan baik.

“Selain ikhlas, kita juga harus yakin akan kekuasaan dan kasih sayang Tuhan. Dengan begitu, kita bisa menjalani dengan suka cita,” ucapnya.

Menurut Eni, semua hal yang dijalani dengan ikhlas dan suka cita akan terasa mudah. Karena itu, ia selalu berusaha menjalani hari-hari dengan ikhlas dan suka cita.

“Hal terakhir yang mesti kita lakukan adalah pasrah. Ketika sudah ikhlas dan menjalani dengan suka cita, kita a perlu pasrah bahwa apa yang terjadi saat ini sudah jadi kehendak Tuhan dan merupakan hal yang terbaik untuk kita,” ungkapnya.

Eni juga menambahkan bahwa pasrah terhadap kehendak Tuhan merupakan obat paling mujarab untuk mengatasi stres. Sebab, sikap pasrah akan membuat kita bisa menerima dengan hati lapang apapun hasil yang akan kita raih.

“Tanpa sikap pasrah, kita jadi tidak bisa menerima apapun yang terjadi dalam hidup. Akhirnya, kita mudah stres dan emosi,” tambahnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.