Berita Nasional Terpercaya

Anak Muda Masa Kini, Kami Ini Pekerja Cerdas

0

BERNAS.ID – Anak muda jaman sekarang seringkali diidentikkan dengan generasi menunduk. Memang tidak bisa dipungkiri rasanya kalau pemuda-pemuda masa kini sangatlah kecanduan gadget. Melakukan aktivitas dengan hampir selalu ada gadget di tangan? 

Hmm, ini dapat ditemui tanpa mengenal tempat. Toilet, pasar, antrian bank, bahkan perpustakaan sekalipun. Tapi, tunggu dulu. Tidak semua anak muda menyia-nyiakan kemudahan akses yang diberikan dengan adanya kemajuan teknologi ini, loh.

Dunia yang serba praktis dan bisa didapatkan dalam sekali genggaman, sepertinya sangat cocok menjadi ungkapan bagi mereka yang menjadi pintar dan berwawasan dengan memanfaatkan sarana menimba ilmu melalui kemudahan teknologi, kursus online, misalnya. 

Bukan serba cepat dan tanpa proses, namun memang itulah faktanya bahwa lesson learning yang disediakan hanya memberikan poin-poin penting untuk dapat dipahami dengan mudah, sebagai brainstorming. Selain ringkas, kursus online juga dapat diakses di mana saja. 

Meski begitu, anak muda tak hanya berhenti sampai disitu, seringkali dijumpai mereka juga mengeksplorasi lebih jauh dengan bacaan ilmiah yang menunjang kursus tersebut. Hal ini cukup membuktikan bahwa mereka benar-benar ingin belajar. Jika hanya ingin mendapat sertifikat dan pengakuan abal-abal, untuk apa buang-buang uang dengan membayar mahal? 

Mereka, anak muda, juga sering diberi label pemalas oleh orang-orang tua yang mungkin tak mengenal perubahan jaman. Malas bergerak, malas berteman, malas melakukan pekerjaan rumah, katanya. Tapi sekali lagi, mereka tidaklah seperti yang disebutkan. 

Banyak komunitas pemuda yang dewasa ini menjamur bak coffee shop di tengah kota. Aktivitas dan project yang dikerjakan pun tak main-main, mulai dari gerakan sosial yang orang awam pun paham, hingga berkala internasional seperti mengadakan conference dan global volunteer exchange. Salah satu NGO dan NPO yang rutin melaksanakan kegiatan global volunteer adalah AIESEC. Organisasi tersebut tersebar di 114 negara dan bagian. 

Menjalin pertemanan dengan pemuda yang berbeda kultur dan asal serta melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat merupakan bentuk mereka untuk peduli dengan sesama, sehingga rasanya tidak pantaslah mereka disebut malas berteman. 

Dewasa ini, tuntutan kompetensi karir terhadap kalangan muda semakin meningkat, hingga rasanya membuat mereka sangat sibuk mengejar dunia. Meski begitu, banyak dari mereka yang masih aware akan masalah diri dan masalah perduniawian yang dihadapi. Mereka menganggap masalah tersebut mungkin tidak pernah selesai karena disebabkan oleh jauhnya diri dari tuntunan agama. 

Wirda Mansur (21), Pendakwah, Penulis Buku, Pengusaha Muda (Foto: instagram @wirda_mansur)

Banyak cara yang sebisa mungkin mereka lakukan untuk tetap berada di jalan yang benar dengan mengikuti mentoring dan kajian online, misalnya. Salah satu contoh anak muda yang aktif dalam bidang dakwah dan karir secara bersamaan adalah Wirda Mansur.

Pada hakikatnya, anak muda generasi kini menjalani hidupnya sama seperti generasi terdahulu, hanya cara yang digunakan berbeda, lebih cerdas dengan adanya kemudahan mengakses apapun, dimanapun, kapanpun.

 

(Marah Niam Wafiroh, Mahasiswa IPB University dan Mahasiswa Internship School of Life Institute/SLI)

Artikel ini telah disupervisi oleh dr. Dito Anurogo, M.Sc dan menjadi pemenang terbaik dalam event yang diselenggarakan oleh SLI

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.