Berita Nasional Terpercaya

Membangun Rumah Keadaban Praktik Arsitek ala Kandidat Ketum IAI Ahmad Saifudin Mutaqi

0

BERNAS.ID – Pemilihan Calon Ketua Umum (Ketum) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Tahun 2021-2024 telah memasuki tahap sosialisasi diri.

Sebagai informasi, nama tiga kandidat calon ketum keluar setelah daftar pemilih tetap (DPT), yang merupakan anggota IAI, memilih bakal calon ketum IAI melaui E-Vote 1.

Dari pemilihan tahap pertama itu mengerucut tiga nama kandidat Ketum IAI Tahun 2021-2024 yakni Ahmad Saifudin Mutaqi, Gregorius Budi Yulianto, dan I Ketut Rana Wiarcha.

Baca Juga: Tiga Kandidat Caketum Ditetapkan, IAI Harap Partisipasi Pemilih Meningkat

Salah satu kandidat ketum IAI Ahmad Saifuidin Mutaqi berkesempatan untuk menjelaskan misi yang ia bawa dalam pemilihan calon Ketum IAI pada tahun ini kepada Bernas.id, yakni membangun rumah keadaban praktik arsitek.

Menurutnya, rumah merupakan suatu tempat yang melindungi orang-orang yang tinggal di dalamnya. Begitu pula dengan IAI, yang menjadi tempat bernaung bagi para arsitek di Indonesia. Apalagi, arsitek di dalam mengembangkan profesinya dan melakukan praktik arsitek harus menghadapi banyak aturan perundangan. 

“Saya menganggap IAI sebagai asosiasi profesi yang dinyatakan oleh negara melalui UU Arsitek, satu-satunya untuk komunitas arsitek di Indonesia, tentu harus menjadi rumah besar bagi keadaban praktik arsitek itu,” jelasnya, Senin (13/9/2021).

Dengan menjadikan IAI sebagai rumah keadaban praktik arsitek, maka asosiasi sepenuhnya mendukung Dewan Arsitek Indonesia (DAI) bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi dalam penerbitan STRA Anggota.

STRA adalah Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek. PP ini menyebutkan arsitek wajib memiliki STRA.

Membangun rumah keadaban praktik arsitek juga berarti IAI memastikan anggota memperoleh Sertifikat Kompetensi kerja teregistrasi untuk berkarya. Selain itu, Ahmad juga ingin melakukan penguatan anggota berlisensi agar eksis dalam penyelenggaraan bangunan gedung.

“Para arsitek di Indonesia tentu akan berada di sebuah rumah yang besar. Ada praktik-praktik yang memiliki norma dan sebagainya. Ketika menghasilkan karya arsitektur itu maka karya arsitekturnya tidak diragukan lagi,” katanya.

Baca Juga: 3 Hal Seputar Pemilihan Bakal Calon Ketua Umum IAI Periode 2021-2024

Lebih lanjut lagi, rumah keadaban praktik arsitek juga terkait dengan arsitek pribadi berprofesi dan praktik arsitek, arsitek penanggung jawab penyelenggaraan bangunan gedung, arsitek bagian integral asosiasi profesi, dan arsitek terlahir dari proses pembelajaran pendidikan tinggi arsitektur.

Ketua IAI Yogyakarta ini juga menyoroti tentang perlunya sinkronisasi kebijakan antara hak asosiasi profesi dan tugas dewan untuk melayani komunitas Arsitek Indonesia.

Momen Perubahan

Berlakunya STRA pada tahun ini bakal memuat data informasi seperti identitas arsitek, nomor registrasi, kompetensi arsitek, hingga masa berlaku sehingga akan menjadi momen perubahan yang luar biasa bagi IAI.

Bagi Ahmad, eksistensi IAI pada masa yang akan datang menjadi asosiasi yang sangat strategis. IAI menjadi mitra pemerintah dalam proses pembangunan.

“Menurut saya memang sudah selayaknya teman-teman komunitas arsitek ini, utamanya anggota IAI memiliki kepedulian yang tinggi, karena mereka juga yang akan diatur,” ucapnya menanggapi peran anggota yang masih minim dalam E-Vote tahap 1.

Dengan membangun rumah keadaban praktik arsitek, IAI akan mampu menghasilkan arsitek-arsitek yang juga beradab dan bebas dari pelanggaran kode etik. 

Selain itu, arsitek tidak hanya mengembangkan diri dalam berprofesi, tapi sekaligus mempraktikkan kompetensi yang menghasilkan karya arsitektur bermartabat.

Baca Juga: Kisah Ahmad Saifudin Mutaqi, Lahirkan Mahakarya dan Ajak Arsitek untuk Merdeka

“Kalau saya menyebut IAI adalah rumah keadaban, maka IAI akan memproduksi orang-orang yang tidak melanggar kode etik, karena beradab dan memiliki keadaban,” katanya.

Ahmad akan menghadapi dua kandidat ketum IAI 2021-2024 pada E-Vote Tahap 2 yang diselenggarakan pada 25-28 Oktober 2021. Sementara itu, Munas XVI IAI bakal dilaksanakan pada 27-29 Oktober 2021 di Bali.

E-Vote dilakukan melalui nomor WhatsApp IAI Interaktif di 0815-4640-5200. Pemilih harus memastikan menggunakan nomor WA terdaftar di IAI dan menggunakan WA terupdate versi terkini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.