Berita Nasional Terpercaya

Salmafina Sunan Bicara Kesalahan Terburuk, Bullying, hingga Ketenangan Hidup

0

BERNAS. ID – “Aku masih mencari diriku, tapi setidaknya aku sudah tidak ada di dalam hutan. Aku sudah keluar dari hutan.”

Begitulah jawaban Salmafina Khairunnisa atau lebih dikenal sebagai Salmafina Sunan ketika ditanya tentang posisi dirinya saat ini. Ia mengaku lebih enjoy dengan kehidupannya.

Salmafina Sunan sekarang jauh lebih baik dan tenang, setelah melewati perjalanan yang sangat berat. Nikah muda, perceraian, bullying, dan akhirnya menemukan Tuhan adalah bagian dari kisah yang membentuknya menjadi perempuan kuat.

Berbicara dalam program di saluran YouTube Telinga Indonesia Podcast: Kabarmu Hari Ini, Salmafina berbagi cerita pengalaman hidup.

I’m very good

Perempuan berusia 22 tahun ini merupakan putri dari pengacara kondang Sunan Kalijaga. Sebagai anak dari orang yang dikenal publik, segala tingkah lakunya pun tak bisa terhindar dari sorot kamera.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Apa Itu K-Pop dan Istilah yang Sering Digunakan

Sampai akhirnya Salmafina Sunan menikah muda. Pemberitaan tentang dirinya pun muncul di berbagai media. Namun, pernikahan itu kandas meski baru seumur jagung.

Di sinilah titik yang mungkin menjadi awal baginya untuk menyadari sisi lain kehidupan. Setelah berita perceraiannya ramai, ia menerima banyak perundungan atau bullying.

Tapi, Salmafina punya sudut pandang lain dalam menghadapi para perundung tersebut. Apalagi hampir 1 juta pengikutnya di Instagram punya latar belakang yang berbeda.

Followers aku beda segmen, nggak cuma yang mengikuti aku sesudah aku menikah, tapi ada juga yang mengikuti aku dari lama banget, dari zaman SMA. Ada yang mengikuti aku setelah menerima Tuhan,” jelasnya.

“Sehingga kalau ada komentar orang-orang tertentu yang terkesan atau sedikit mem-bully, biasanya aku sudah auto berpikir ya memang ini followers ini yang kurang paham bagaimana aku,” katanya.

Menurutnya, orang-orang yang merundungnya di media sosial terbentuk karena membaca berita-berita tentang dirinya, yang kebanyakan tidak valid.

Ia merasa sekitar 90% pengikutnya di Instagram lebih cenderung kontra terhadapnya. Menyadari hal itu, dia berusaha untuk menjalani kehidupan dengan caranya sendiri.

Banyak yang bertanya kepadanya kenapa jarang kumpul dengan teman-teman. Menanggapi hal itu, Salmafina mengaku sudah menemukan pola hidup sehari-hari yang terbaik bagi dirinya.

Ia merasa sudah tak terhitung lagi waktunya yang dihabiskan untuk bersosialisasi dengan teman-teman ketika masih SMP dan SMA.

“Rasanya dari SMP sampai SMA aku sudah banyak keluar, sosialisasi ke mana segala macam, dan hasilnya nol, nggak ada yang membawa dampak positif ke aku,” ujarnya.

Baca Juga: Kisah Irma Sustika, Buktikan Perempuan Indonesia Bisa Berdaya secara Ekonomi

Bullying sempat memicu stres. Padahal, ia merasa berbagai kasus yang menimpanya tidaklah berat. Namun, perundungan yang malahan membuat segalanya begitu berat.

“Dari sekian banyak case yang memberatkan itu bukan masalahnya, tapi orang-orang yang mem-bully dan berusaha untuk menjadi yang paling tahu,” ucapnya.

Saat ini, Salmafina memiliki pola hidup yang jauh lebih baik. Yang terpenting, ia sudah merasa nyaman dan damai. Apalagi, sekarang ia memiliki teman dekat berupa anjing dan kucing yang membuatnya lebih tenang.

“Makanya, I feel like I don’t need anyone else karena mereka (binatang peliharaan) sudah bikin aku tenang. Saat ini kalau dari segi state of mind dan fisik, I’m very good, sangat-sangat baik,” tuturnya.

Kesalahan Terburuk

Salmafina kembali menjadi sorotan publik ketika memutuskan pindah agama. Tak banyak yang ia ungkapkan terkait keputusan besar tersebut.

Ia merasakan panggilan Tuhan bukan karena ada sosok pria yang mengecewakan atau rumah tangganya yang bubar.  Saat itu, ia sudah dalam kondisi tenang dan tidak sakit hati ataupun galau lagi.

“Jadi benar-benar murni panggilan. Aku sampai gemetar ngomongnya. Jadi memang panggilan di mana pada saat itu, Tuhan ya maunya itu,” katanya.

Entrepreneur muda ini masih ingin mengenal Tuhan dalam. Dia memang tidak ingin sangat terburu-buru dalam mempelajari sesuatu.

Menurutnya, jika belajar suatu ilmu  dengan cara cepat bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri dan akan sangat mudah mencela orang lain.

“Makanya selama ini aku pribadi, banyak panggilan dari gereja untuk kesaksian. Tapi aku nggak mau,” ujarnya.

Pilihan itu diambil karena dia tidak mau mengulangi kesalahan terburuk dalam hidupnya, yaitu bercerita tentang ilmu agama yang belum ia pahami sungguh-sungguh.

Setelah menikah, ia memenuhi undangan sebuah acara untuk bercerita tentang pilihannya. Namun, dia merasa menipu orang lain karena belum ahli dalam ilmu agama.

Baca Juga: Anak Muda Masa Kini, Kami Ini Pekerja Cerdas

“Kesalahan terburuk dalam hidupku adalah aku bercerita. Aku dipanggil dan diundang untuk mengisi acara dan aku bercerita tentang ilmu-ilmu agama yang padahal aku nggak dalam-dalam banget,” katanya.

“Jadi aku merasa aku menipu orang-orang. Aku merasa, ilmuku belum sejauh apa yang aku bicarakan (di tempat itu), aku tidak seahli itu, dan aku belum pantas di situ,” ungkapnya.

Namun, akan ada saatnya dia mau berbicara yakni ketika ia benar-benar bisa mempertanggungjawabkan perkataannya.

Keluar dari Hutan

Jatuh bangun dalam melalui setiap perjalanan hidupnya, bahkan ketika masih belia. Kini, Salmafina berani berdiri tegak dan mengambil keputusan secara lebih tegas.

Dia belajar dari pengalamannya terdahulu, di mana ia ragu-ragu dalam mengambil keputusan besar. Saat pernikahannya usai, saat itu pula ia memulai hal baru.

Ia tidak lagi mempertimbangkan perkataan orang lain. Tapi, ia fokus dengan pilihan dari dalam hati, pikiran, dan peristiwa yang terjadi di depan mata.

“Jangan pernah untuk berpikir, oh mungkin masih bisa begini dan begitu, atau mungkin ada cara lain. Tapi ambil keputusan saat itu juga,” katanya.

Meski menjadi lebih bijak dan dewasa, Salmafina masih dalam pencarian diri yang sesungguhnya. Tapi setidaknya, dia sudah keluar dari hutan yang sempat mengurungnya.

“Aku masih mencari diriku, tapi setidaknya aku sudah tidak ada di dalam hutan. Aku sudah keluar dari hutan,” ujarnya.

Salmafina benar-benar sedang menikmati hidupnya, apalagi usianya masih muda dan belum ada pemikiran untuk menikah lagi. Dia menjalani hidup untuk dirinya sendiri. 

Jangan Bucin

Bagaikan batu karang, Salmafina telah dihempas oleh ombak-ombak baik yang besar maupun kecil. Tapi ia tidak akan gentar.

Sebagai perempuan yang sudah menghadapi pahitnya pernikahan, ia menyoroti fenomena “bucin” alias “budak cinta” di kalangan perempuan muda.

Menurutnya, itu merupakan hal yang keliru. Dia berharap perempuan lebih mengedepankan pendidikan ketimbang percintaan yang tidak memberi dampak positif.

“Aku meninggalkan kuliah aku untuk menjadi seorang istri waktu itu. Apa hasilnya? Nothing,” katanya.

“Jangan pernah tinggalkan pendidikanmu demi seseorang atau sesuatu. Terlalu naif kalau kamu bilang ini demi cinta,” ujarnya,

Cinta jangan berlebihan. Ya, memang segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Salmafina belajar banyak, bahkan dalam dunia pertemanan pun juga tidak baik bila berlebihan.

Baca Juga: FKY 2021 Resmi Dibuka, Digelar Full Online

Salmafina masih beruntung, ia dapat melalui masalah demi masalah dalam hidupnya. Menurutnya, masih banyak Salmafina-salmafina lainnya di luar sana yang menghadapi hal lebih buruk.

“Sekarang memang jadi lebih dewasa, tapi tidak smua orang jadi lebih dewasa kayak aku. Ada yang sampai depresi parah,” ujarnya.

Memang tidak selamanya jalan yang kita lalui akan mulus. Suatu saat kita akan melewati jalan berbatu terjal, penuh lumpur, gersang, dan licin. 

Belajar dari Salmafina, kehidupan akan menjadi lebih baik jika kita mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Dengan begitu, kita akan menikmati setiap perjalanan dalam hidup.

Leave A Reply

Your email address will not be published.