Berita Nasional Terpercaya

Asia Tenggara Bisa Menjadi Medan Adu Senjata Nuklir

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Wilayah Asia Tenggara terancam menjadi medan perang adu senjata nuklir dari pakta AUKUS, aliansi pertahanan baru antara Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia melawan China. Pakta AUKUS dianggap menjadi pemicu perlombaan senjata nuklir di kawasan Indo-Pasifik.

Ancaman nuklir bisa berdampak ke stabilitas kawasan ASEAN yang non nuklir. Indonesia dan Malaysia, negara Asia Tenggara yang berpotensi mengalami kerusakan yang hebat bila terjadi perang nuklir. Kedua ini pasti akan 'terkepung' negara-negara dengan senjata nuklir, seperti Australia dan China.

AUKUS dibentuk di tengah meningkatnya pengaruh dan ancaman China pada kawasan. Di bawah pakta ini, Australia akan bantuan dalam wujud memperoleh kapal selam tenaga nuklir sehingga memungkinkan angkatan lautnya untuk melawan kapal bertenaga nuklir China.

China sendiri memang dilaporkan memiliki senjata nuklir mencapai 350 unit berdasarkan laporan Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (The Stockholm International Peace Research Institute).

Baca Juga Media Jepang: 200 Orang Tewas di Lokasi Uji Coba Nuklir Korut

RI pun bersikap akan sangat hati-hati soal ini. Kicau Kemlu melalui akun Twitter @Kemlu_RI tertulis: “Indonesia sangat prihatin atas terus berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan

Lanjut kicau Kemlu:

Indonesia mendorong Australia dan pihak-pihak terkait lainnya untuk terus mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan secara damai. Dalam kaitan ini, Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional termasuk UNCLOS 1982 dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan.”

Di sisi lain, Malaysia melihat AUKUS bisa menstimulus tindakan lebih agresif. Terutama di kawasan Laut China Selatan (LCS) yang memang sudah mengalami ketegangan saat ini.

“Ini akan memprovokasi kekuatan lain untuk juga bertindak lebih agresif di kawasan itu, terutama di LCS,” kata Kantor Perdana Menteri Malaysia dikutip dari Reuters.

“Sebagai negara di ASEAN, Malaysia memegang prinsip menjaga ASEAN sebagai Zona Damai, Kebebasan, dan Netralitas (ZOFPAN).”

Malaysia pun mendesak semua pihak untuk menghindari provokasi, termasuk persaingan senjata di wilayah tersebut. Di Asia Tenggara, China sendiri kerap wara-wiri mengklaim LCS dengan konsep nine dash line “sembilan garis putus-putus” meski sudah dibatalkan pengadilan internasional. Ini menimbulkan ketegangan dengan sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Filipina, Malayisa, termasuk Indonesia di Natuna. (jat) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.