Berita Nasional Terpercaya

Ganjar dan Gibran Kompak Dukung Program Desa Damai

0

SURAKARTA, BERNAS.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan dukungannya untuk Program Desa atau Kelurahan Damai seperti yang dilakukan Wahid Foundation. Ia mengatakan kalau seluruh desa bisa membuat kegiatan serupa kehidupan di desa itu akan jauh lebih nyaman dan rukun.

Untuk itu, Ganjar Pranowo bersama Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid beserta Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Surakarta mendeklarasikan Kelurahan Tipes sebagai kelurahan damai di Taman Bermain Pringgodani Kelurahan Tipes, Serengan, Kota Surakarta, Sabtu (9/10/2021). Juga dilakukan peresmian The Water of Peace dan penandatanganan Prasasti Kelurahan Damai Tipes. 

“Bagus sekali ya, kalau seluruh desa kita, bisa bikin kegiatan seperti ini, Insyaallah desa-desa akan jauh lebih nyaman dan mereka akan rukun seperti Desa Tipes ini,” ujar Ganjar.

Baca Juga: Kelurahan Sinduharjo Menjadi Desa Damai Pertama di Sleman

Apabila masyarakatnya damai dan rukun, Ganjar meyakini pembangunan di desa akan lebih maju. “Saya apresiasi upaya Foundation, utamanya pemberdayaan perempuan dan pembentukan mekanisme pencegahan konflik. Kalau masyarakatnya aman, damai, dan rukun, pembangunan akan mudah,” tutur Ganjar.

Senada, Gibran, Walikota Solo ikut mendukung Program Desa/Kelurahan Damai Wahid Foundation karena yang dilakukan bertujuan mencegah ekstremisme dan kekerasan melalui pendekatan kesejahteraan. Selain itu, mengenalkan keragaman kepada masyarakat.

Anak Presiden Joko Widodo ini pun mengungkit kembali peristiwa perusakan makam dan kasus intoleransi lainnya di Solo. “Dengan Desa Damai, harapannya bisa mengurangi kejadian-kejadian tersebut, bahkan mampu membuat masyarakat produktif dan menggerakkan roda ekonomi,” kata Gibran.

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengatakan, Program Desa Damai dimulai sejak tahun 2017 yang diinisiasi Wahid Foundation bekerjasama dengan UN Women untuk membangun ketahanan masyarakat dari berbagai potensi konflik dan krisis.

“Kalau ada krisis, masyarakatnya bisa bertahan. Kalau ada tantangan, masyarakatnya bisa menyelesaikan,” ujar Yenny.

Yenny mengatakan, ketahanan masyarakat dibangun dari 3 pilar, yakni (1) pilar penguatan ekonomi masyarakat, (2) pilar pembangunan perdamaian, dan (3) pilar partisipasi perempuan. Ia meyakini kalau masyarakatnya sejahtera, rukun, dan perempuannya berdaya maka kehidupan di desa juga akan aman dan damai.

Ia menyebut syarat untuk menciptakan perdamaian di tengah masyarakat, perlu membangun mekanisme pencegahan konflik seperti mekanisme pencegahan konflik dan mekanisme khusus untuk melindungi masyarakat dari pengaruh-pengaruh dari luar agar kepala desa memahami kalau ada konflik harus mengumpulkan siapa dan harus bertindak.

Diketahui, saat ini, sudah ada 18 desa atau kelurahan yang mendeklarasikan diri sebagai Desa/Kelurahan Damai di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Nantinya, Program Desa Damai akan menjadi contoh bagi negara-negara regional bahkan internasional seperti yang diharapkan Head of Programme of UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati Faiz, yang bekerjasama dengan Wahid Foundation. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.