Berita Nasional Terpercaya

Multitasking Undercover 5.0

0

BERNAS.ID – Salah satu softskill yang paling berperan dan menentukan kesuksesan seseorang di era digital–milenial ini adalah multitasking. Multitasking adalah kemampuan untuk melakukan banyak kegiatan atau aktivitas pada saat yang bersamaan. Misalnya: memasak di dapur sembari mendengarkan musik dan menjawab SMS. 

Multitasking bisa dialami baik oleh pria maupun perempuan. Sehingga asumsi masyarakat yang mengatakan bahwa perempuan lebih berpotensi untuk multitasking adalah tidak didasarkan kepada bukti riset. 

Berikut ini penjelasan ilmiah multitasking berdasarkan paradigma neurosains.

Multitasking (foto: Google Image)

The Neuroscience of Multitasking 

Dalam perspektif neurosains, multitasking ini terkait dengan bagian otak yang bernama korteks prefrontal dan area Brodmann 10. 

Bagian otak yang disebut dengan korteks prefrontal (KP) adalah daerah kortikal di anterior lobus frontal terhadap korteks motorik asosiasi dan primer. Bagian otak ini meningkat ukurannya bersama dengan perkembangan filogenetik. Pada manusia, KP terlibat di dalam perencanaan perilaku kognitif yang kompleks, ekspresi kepribadian, dan perilaku sosial. 

Satu fungsi yang dihubungkan dengan KP adalah multitasking, terutama seleksi dan pemeliharaan beragam tujuan internal perintah yang lebih tinggi sementara sub-tujuan lainnya sedang dilakukan. Pemeliharaan dan pencarian fleksibel dari beragam tujuan perintah yang lebih tinggi memungkinkan kita untuk menyesuaikan perilaku kita terhadap rencana internal, dibandingkan dengan selalu berespon terhadap lingkungan eksternal. 

Beragam data dari studi neuroimaging fungsional menunjukkan bahwa gangguan fungsi multitasking dan kekurangan perencanaan ditunjukkan oleh orang dengan kerusakan korteks frontal yang luas. 

Area Brodmann 10 (AB10), juga dikenal sebagai kutub frontal (frontopolar cortex) atau korteks prefrontal anterior/rostral, merupakan daerah terbesar dan paling anterior di KP manusia. AB10 memainkan peranan penting di dalam kesadaran manusia. 

Beberapa neurosaintis meletakkan AB10 di puncak hirarki (the top of a frontal processing hierarchy). Perannya adalah untuk menjaga tujuan di pikiran (mind) sementara menyelidiki dan menyelesaikan tujuan-tujuan sekunder. Singkatnya, BA10 berperan penting di dalam working memory dan dual-task performance, yang populer diistilahkan dengan multitasking. 

Secara spesifik, bagian AB10 lateral penting untuk menjalankan fungsi multitasking saat “keluar dunia” tidaklah cukup, dan tujuan internal diperlukan untuk mengatur perilaku; saat kesadaran harus dibimbing oleh pemikiran yang bebas stimulus (stimulus-independent thought). Kerusakan BA10 menyebabkan gangguan “management of multiple goals”

Riset menunjukkan sekelompok orang dengan lesi frontal, gangguan multitasking berkorelasi dengan tingkat kerusakan AB10. Beberapa riset terbaru menunjukkan relasi antara korteks prefrontal rostral dan memori prospektif (kapasitas untuk melakukan aksi yang diniatkan setelah tertunda beberapa saat), suatu elemen penting dari multitasking. 

Studi neuroimaging fungsional juga menghubungkan AB10 dengan kemampuan untuk berempati, menduga emosi, perasaan, dan pemikiran seseorang, menuntut suatu fungsi kompleks yang secara kolektif mengacu ke theory of mind. Faktanya, beberapa studi neuroimaging fungsional berhasil membuktikan aktivasi KP saat kemampuan ini dinilai.

Multitasking (foto: Google Image)

Karakteristik Multitasking

Ada dua karakteristik dari situasi multitasking natural yang berbeda dari paradigma multiple-task eksperimental. Pertama, apa yang merupakan prestasi/perbuatan memadai (adequate performance) tidaklah diisyaratkan secara kuat oleh permintaan atau tuntutan eksternal. Partisipan haruslah memutuskan untuk diri mereka sendiri apa yang merupakan target yang dapat diterima, dan dimana mereka telah mencapainya. 

Kedua, proses “marker creation” (kreasi dari tujuan untuk melakukan sesuatu di masa mendatang) adalah murni inisiasi pribadi (self-initiated). 

Selanjutnya partisipan memutuskan dimana atau dalam keadaan apa mereka akan menyadari dan mencapai tujuan-maksud mereka yang tertunda.

Organ Multitasking

Sistem kerja organ tubuh manusia amatlah kompleks. Beberapa diantaranya saling bersinergi. Beberapa di antaranya juga dapat melakukan fungsi yang multitasking, misalnya angiotensin II dan obscurin. 

Angiotensin II (Ang II) adalah hormon bersirkulasi perifer yang meregulasi tekanan darah dan homeostasis (keseimbangan) cairan, dikenal pula sebagai “brain neuromodulator” penginduksi intake (asupan) garam dan cairan serta peningkatan tekanan darah. 

Obscurin adalah protein raksasa ketiga yang ditemukan di otot striated vertebrate bersama dengan titin dan nebulin. Obscurin memiliki peran di dalam memodulasi organisasi dan meng-assembly miofibril dan retikulum sarkoplasma. 

Obscurin dijumpai di transverse striations di mioplasma serabut otot orang dewasa (adult muscle fibers). Pada penyakit pembesaran/pembengkakan otot jantung (hypertrophic cardiac myocytes), obscurin terlibat sebagai penekan overload dan respon miopatik terhadap mutasi di titin. 

Titin disebut juga connectin, suatu protein raksasa pada manusia yang dikode oleh gen TTN, berfungsi di dalam elastisitas otot secara pasif. Titin adalah protein ketiga terbesar di otot setelah myosin dan actin, memiliki panjang lebih dari 1 µm. Nebulin adalah protein sarkomer filamentosa raksasa, berukuran 600-900 kDa, yang bersifat koekstensif dengan filamen aktin dari sarkomer otot skeletal.

Nebulin berperan di dalam regulasi kontraksi otot, proses myofibrillogenesis, homeostasis kalsium (terutama saat penanganan kalsium dari retikulum sarkoplasma), pengatur molekuler untuk proses spesifikasi panjang filamen tipis, dan mengatur interaksi actomyosin. Defisiensi nebulin pada penderita miopati nemaline menyebabkan kelemahan otot. 

 

(dr. Dito Anurogo M.Sc | CEO dan Founder School of Life Institute, S3 IPCTRM College of Medicine Taipei Medical University Taiwan, Dosen FKIK Unismuh Makassar, dokter digital/online, penulis dan trainer berlisensi BNSP)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.