Berita Nasional Terpercaya

Mengenal Metode Coaching serta Manfaatnya bagi Perusahaan dan Individu

0

BERNAS.ID – Mendengar kata “coaching” benak kita langsung berpikir tentang olahraga. Seorang atlet hebat pasti memiliki seorang pelatih. Namun, coaching juga bisa dipakai untuk semua area, termasuk bisnis dan semua aspek dalam hidup.

Metode coaching menjadi salah satu pendekatan yang bisa digunakan untuk mengembangkan kompetensi dan kinerja sumber daya manusia (SDM), organisasi, perusahaan, dan institusi. Meski demikian, belum semua orang mengenal metode satu ini.

Menurut International Coach Federation (ICF), coaching adalah kemitraan dengan klien melalui proses pemikiran dan kreatif yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi diri dan profesional. Coaching dapat membuka sumber imajinasi, produktivitas, dan kepemimpinan yang sebelumnya belum dimanfaatkan.

Baca Juga: Melalui Metode Coaching,  Fauziah Zulfitri Bagikan Kisahnya Mengasah “Berlian” dari Indonesia Timur

Mengutip situs International Coaching Community atau ICC, coaching memiliki beragam makna, antara lain:

  • Untuk membantu seseorang berubah dengan cara yang mereka inginkan dan membantu mereka menuju ke arah yang mereka inginkan
  • Coaching mendukung seseorang di setiap level untuk menjadi seperti yang mereka inginkan
  • Coaching membangun kesadaran memberdayakan berbagai pilihan dan mengarahkan pada perubahan

Jika dulu coaching selalu dihubungkan dengan olahraga, sekarang seorang coach bahkan bisa membantu siapapun untuk meraih tujuan hidup dan pekerjaan. Coaching merupakan hubungan kemitraan antara seorang coach dan klien atau coachee.

Bernas.id berkempatan berbincang dengan ICF Associate Certified Coach sekaligus Founder dan Direktur Insight Indonesia, Fauziah Zulfitri, untuk mengulas tentang metode coaching.

Coaching itu mampu membuat orang menemukan potensi di dalam dirinya masing-masing, simply dengan mendpatkan percakapan bermakna dengan coach-nya,” ujarnya.

Perempuan yang kerap disapa Ochy itu mengatakan, para coach biasanya menggali  dari klien atau coachee tentang hal apa yang terbaik dalam dirinya. Selain itu, seorang coach harus bertindak sebagai cermin yang paling jernih untuk membuat klien atau coachee mampu melihat dirinya sendiri.

Dalam sesi coaching, coach tidak memberikan jawaban-jawaban atas kegusaran klien. Justru klien atau coachee yang menemukan jawabannya sendiri melalui perbincangan yang mendalam.

“Misal si coachee ngomong, belum tahu arah kariernya mau ke mana. maka saya akan tanya, dia maunya apa. Terus dia jawab, maunya jadi pengusaha. Terus saya bilang tidak menjawab tentang cara menjadi entreprenur yang baik cara,” jelasnya.

“Tapi justru saya bertanya hal-hal seperti apa yang dia punya, kekurangan, kelebihan, yuk kita cari sama-sama, termasuk melihat gap,” imbuhnya.

Baca Juga: International Coaching Summit 2021: ICF Jakarta Ajak Berdayakan SDM Indonesia Hadapi Industri 4.0

Dari gap tersebut, coach dan coachee akan menyusun strategi untuk mencapai target. Tapi semuanya dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan coach kepada klien.

“Jadi coach itu membantu dia untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi gap dia saat ini, hambatan, dan bagaimana action-nya,” kata Fauziah.

“Di coaching itu kita tidak menyuapi dengan jawabannya, tapi mereka menemukan jawabannya sendiri. Inilah keajaibannya coaching, orang itu merasa diberdayakan,” imbuhnya.

Fauziah menilai, setiap manusia memiliki sumber daya terbaik dalam dirinya, hanya saja mereka butuh keyakinan, dan orang yang menggali potensi mereka, serta membutuhkan orang yang percaya bahwa mereka bisa.

“Menjadi coach itu seperti itu, jadi membuat orang itu merasa berdaya dengan dirinya,” tuturnya.

Metode coaching juga berbeda dengan pendekatan-pendekatan lainnya, seperti mentoring, konsuling, terapi, dan pelatihan.  Menurut Fauziah, mentoring lebih cenderung memberikan nasihat-nasihat dari persepsi atau sudut pandang seorang mentor. Arahan yang diberikan kepada klien berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mentor. 

Lalu, apa saja yang tools yang diperlukan seorang coach untuk memberikan coaching kepada klien? Ia menyebutkan seorang coach harus memiliki kemampuan mendengar yang baik dan kemampuan mengajukan pertanyaan yang powerful kepada si coachee.

Manfaat Coaching

Coaching dalam organisasi dan kepemimpinan menjadi alat yang berharga untuk mengembangkan sumber daya manudia di berbagai kebutuhan. Menurut laporan ICF pada 2009, 80% orang yang memperoleh coaching mengaku mengalami peningkatan kepercayaan diri.

Sementara, lebih dari 70% orang yang menerima coaching juga mengaku mengalami peningkatan produktivitas, hubungan, dan keterampilan komunikasi. Bahkan, sebanyak 86% perusahaan yang disurvei mampu mendapatkan hasil dari modal yang dikeluarkan untuk melakukan coaching.

Mengutip Institute of Coaching, berikut ini sejumlah manfaat coaching untuk organisasi atau perusahaan:

  • Memberdayakan individu
  • Meningkatkan hubungan karyawan dan staf
  • Meningkatkan kinerja individu
  • Membantu mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan
  • Membantu mengidentifikasi kekuatan dan pengembangan organisasi dan individu
  • Membantu memotivasi dan memberdayakan individu untuk berprestasi
  • Menunjukkan komitmen organisasi untuk pengembangan SDM

Mengutip Habits for Wellbeing, berikut manfaat coaching untuk individu:

  • belajar menerima diri dan mencintai diri sendiri
  • harmoni dan kedamaian dalam hidup
  • merasa lebih terhubung dengan diri sendiri dan orang lain
  • belajar percaya pada diri sendiri dan mandiri
  • berkontribusi lebih efektif untuk tim dan organisasi
  • lebih bertanggung jawab pada komitmen
  • mudah bekerja sama dengan orang lain
  • meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan
  • meningkatkan kemampuan manajemen waktu
Leave A Reply

Your email address will not be published.