Berita Nasional Terpercaya

Bayu Prawira Hie Luncurkan E-Book untuk Dukung Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan

0

BERNAS.ID – Dunia digital terus berkembang secara cepat sehingga menuntut transformasi di segala bidang, termasuk perbankan. Melalui e-book terbarunya, Dr. dr. Bayu Prawira Hie, MBA menyatakan bank perlu segera bertransformasi digital yang sejalan dengan Cetak Biru Transformasi Digital OJK.

Bayu merupakan Doktor Transformasi Digital pertama di Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia.

Buku berjudul “Panduan Transformasi Digital Bank di Indonesia” itu diselenggarakan melalui daring oleh Intellectual Business Community bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Perbanas Institute pada Jumat (5/11/2016). 

Baca Juga: Peraturan Baru OJK Pertegas Transformasi Perbankan dan Bank Digital

Bayu mengatakan bank di Indonesia harus segera meningkatkan kematangan digital dalam dimensi tatanan institusi dan manajemen risiko, yang dinilai terendah di antara 6 dimensi yang dievaluasi OJK. Penilaian itu tercantum dalam Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan yang telah diluncurkan OJK pada 28 Oktober 2021. 

Bayu berharap buku setebal 260 halaman itu bisa mendukung peningkatan kematangan digital dimensi tatanan institusi bagi semua bak di Indonesia. Pada kesempatan itu, Bayu membagikan karyanya secara gratis kepada semua peserta webinar dan semua pihak yang membutuhkan.

Sebagai informasi, acara webinar tersebut juga membahas dua topik yang berkaitan dengan dunia perbankan dan digital. Topik pertama adalah Efisiensi Operasional Bank dengan Digitalisasi yang diisi oleh Direktur IT dan Operasional Bank BNI YB Hariantono, Direktur Utama Bank BJB Syariah Indra Falatehan, dan Direktur IT dan Operasional Bank Sahabat Sampoerna Liliana Lie. 

Topik kedua adalah Tantangan dan Peluang Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam Transformasi Digital yang diisi bagi pengalaman oleh Direktur Utama Bank Kalteng Yayah Diasmono, Direktur Utama Bank NTT Alexander Harry Riwu Kaho, dan Hermawan Thendean yang pada tahun 2014-2019 menjabat sebagai Executive VP Bank BCA untuk Teknologi Informasi, dan Keynote Speech diberikan oleh Direktur Eksekutif dari Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). 

Menurut Bayu, topik pertama dalam webinar tersebut sangatlah penting karena terkait dengan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh bank konvensional. Sementara menyangkut topik kedua, Bayu menilai BPD merupakan pemain kunci dalam mendukung UMKM provinsi.

“Faktor tantangan bagi bank konvensional adalah struktur biaya yang tinggi dan hal inilah yang bisa diefisienkan dengan digitalisasi,” katanya.

“BPD merupakan pemain kunci dalam mendukung UMKM provinsi, yang menjadi sokoguru perekonomian nasional,” imbuhnya.

Menurut Bayu, tantangan BPD yang umumnya termasuk kriteria KBMI 2, antara lain bagaimana memenuhi kebutuhan berinvestasi seefisien mungkin dalam transformasi digital ini.

“Bank harus kembali kepada misi dasarnya, yaitu sebagai katalisator pergerakan ekonomi. Bank nasional sebagai katalis ekonomi nasional, dan BPD sebagai katalis ekonomi daerah. Hendaknya transformasi digital ini membawa bank kembali kepada misi dasar tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Melihat Peraturan OJK untuk Percepatan Proses Perizinan Produk Bank

Sebagai Doktor pertama di Indonesia dalam bidang transformasi digital, ia berharap karyanya menjadi panduan untuk bank di Tanah Air untuk meningkatkan dimensi tatanan institusi. Caranya, melalui kepemimpinan transformasi digital.

Buku ini bukan hanya memberikan konsep, tapi juga cara mengukur kematangan digital, karena apa yang tidak bisa diukur, tidak bisa ditingkatkan. 

“OJK sudah membuat Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan Indonesia, karena itu para pemimpin Bank juga perlu membuat Cetak Biru Transformasi Digital bagi Bank yang dipimpinnya,” tuturnya.

Sekilas tentang Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan

Mengutip situs resmi OJK, Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan merupakan rancangan kebijakan OJK untuk mendorong percepatan transformasi digital perbankan di Indonesia. 

OJK berharap cetak biru ini menjadi landasan dalam mengembangkan digitalisasi perbankan nasional sehingga lebih resilien, berdaya saing, dan kontributif.

Cetak Biru Transformasi Digital berisi lima elemen utama yaitu data, teknologi, manajemen risiko, kolaborasi, dan tatanan institusi yang perlu diperhatikan dalam proses transformasi digital perbankan. 

Cetak Biru ini akan memberikan acuan yang lebih konkret akan digitalisasi perbankan ke depan dalam rangka akselerasi transformasi digital, sekaligus merupakan respons kebijakan untuk memitigasi berbagai tantangan dan risiko dari transformasi digital perbankan. Implementasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.