Berita Nasional Terpercaya

Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Jadi Momentum Branding di Level Internasional

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  mengatakan, Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022 akan memberi beragam manfaat, baik ekonomi, pembangunan sosial, dan politik, di dalam negeri.

Dari segi ekonomi, Presidensi G20 Indonesia dinilai bakal membantu meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp 7,4 triliun, dan pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

Secara agregat, diperkirakan manfaat ekonominya dapat mencapai 1,5 – 2 kali lebih besar dari pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Bali.

Hal ini disebabkan pelaksanaan pertemuan G20 tahun depan yang direncanakan sejumlah 150 pertemuan dan side events selama 12 bulan.

Baca juga: Nama Airlangga-Luhut Masuk Pandora Papers, Begini Respons Golkar

“Terutama untuk sektor akomodasi, makan-minum, pariwisata, dan yang terpenting adalah branding Indonesia di dunia internasional. Dalam jangka panjang, branding itu akan meningkatkan confidence dari negara-negara lain terhadap Indonesia, dan Indonesia dapat menjadi central stage di dunia,” kata Airlangga seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (20/11/2021).

Perlu diketahui, Indonesia secara resmi memegang Presidensi G20 selama setahun penuh, yakni mulai 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022. Serah terima presidensi dari Italia (selaku Presidensi G20 2021) kepada Indonesia sudah dilakukan secara langsung pada 31 Oktober 2021 di Roma, Italia.

Presidensi G20 mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Melalui tema ini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Baca juga: Ini Bocoran Pertemuan Airlangga dengan Surya Paloh

Perekonomian global yang kian terintegrasi, keberhasilan penanganan pandemi, dan pemulihan ekonomi di suatu negara tidak akan dapat bertahan lama apabila tidak diikuti oleh keberhasilan yang sama di negara-negara lain.

Melalui forum G20 tersebut, Indonesia berkesempatan mendorong upaya kolektif dunia mewujudkan kebijakan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi global secara inklusif.

“Ini adalah momentum untuk menjaga Kawasan Indo Pasifik yang netral, sebab pertumbuhan ekonominya yang relatif tinggi, dan ini adalah eranya untuk Asia. Setelah G20, Indonesia juga akan memimpin ASEAN, sehingga ini (G20) sangat tepat waktu, karena saat ini ASEAN merupakan wilayah cukup tenang dengan pertumbuhan tinggi,” jelas Airlangga.

“Semoga Indonesia juga bisa membawa basis filosofi yaitu konsultasi dan konsensus, konkretnya adalah musyawarah mufakat, dalam forum G20 tersebut,” tandasnya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.