Berita Nasional Terpercaya

31 Anak Korban Covid-19 di Cangkringan Sleman Terima Bantuan Sosial

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Ratusan anak-anak di Kabupaten Sleman menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu karena Pandemi Covid-19. Dari data Kementerian Sosial, ada 698 anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Kamis (25/11/2021), 31 anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kecamatan Cangkringan Sleman menerima bantuan sosial berupa pembukaan rekening dari Balai Antasena Magelang, Kemensos. Total dana yang disampaikan Rp6.400.000.

Sri Wibowo, Kepala Balai Antasena Magelang, Kemensos mengatakan ada dua jenis bantuan, 200 ribu rupiah untuk sudah sekolah dan 300 ribu rupiah untuk yang belum sekolah. Bantuan ini akan diberikan sampai usia 18 tahun. “Kenapa yang sudah sekolah menerima lebih sedikit karena ada beberapa yang sudah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar dan PKH,” tuturnya.

“Dana sosial itu akan kita berikan setiap bulan dengan cara ditransfer ke nomor rekening,” imbuhnya.

Baca Juga Cara Buat Surat Keterangan Sehat di Masa Pandemi Covid-19

Ia mengatakan, dari data 698 dari Sleman yang masuk ke pihaknya, sejumlah 288 data yang tervalidasi dengan sudah dibukakan buku rekening. “Untuk sisa yang belum tervalidasi, kita targetkan dilanjutkan sampai tahun 2022. Dan tidak akan berhenti data itu saja dan akan berkembang terus. Data-data yang belum dimasukkan masih bisa diterima,” katanya.

Kendala belum tervalidasi, Sri Wibowo mengatakan terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK). “NIK yang harusnya 16 digit, yang muncul ke kami 15 digit, ketika diusulkan ke bank tertolak. Namanya tidak sesuai dengan KK. Kami hanya menggunakan data-data yang benar,” ujarnya.

“Kita akan padankan lagi datanya melalui pendamping sosial di kabupaten, kecamatan, dan desa,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan tak semua anak korban Covid-19 mau menerima bantuan dari negara. “Ada juga yang merasa terpenuhi kebutuhan ekonomi, tidak mau menerima. Ini sesuatu yang sangat baik, memberi kesempatan yang lain. Ketika mereka membutuhkan, kita berikan,” katanya.

“DIY ada 1669 anak yang menjadi korban Covid-19, terbanyak di Kabupaten Sleman dengan jumlah 698 anak dari berbagai kecamatan,” tambahnya.

Baca Juga Disabilitas Tinah dan Tijah, Warga Pakem Sleman, Akan Kolaborasi Merawat Sepasang Kambing

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti tak memungkiri pandemi Covid-19 memberi dampak kepada anak-anak di Kabupaten Sleman. Ia pun menyambut baik santunan bantuan sosial yang diberikan Balai Antasena Magelang.

Ia pun mengajak seluruh perangkat desa untuk bergerak mendata anak-anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19 agar bisa menerima bantuan. “Prinsipnya, kita terima data, bagaimana tokoh-tokoh masyarakat, dari tingkat padukuhan sampai kecamatan bisa mendata siapa saja anak-anak yang orangtuanya menjadi korban meninggal Covid-19,” ujarnya.

“Data itu nanti akan diolah dan verifikasi serta validasi. Siapapun bisa mendapatkan itu,” imbuhnya.

Ia pun mengajak masyarakat bergerak karena ada program istimewa dari Kementerian Sosial yang bisa memberikan stimulasi setiap bulan berupa tabungan dalam bentuk rekening. “Program ini sudah lama ada sehingga butuh gerakan cepat dari perangkat desa untuk mendata anak-anak yang usianya 0-18 tahun yang kena Covid-19 hingga meninggal dunia,” tuturnya.

“Kalau yang belum didata, mulai dari informasi ini, silakan melapor ke kecamatan nanti akan diajukan ke Kementerian Sosial,” pungkasnya. (jat) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.