Berita Nasional Terpercaya

IE-CEPA Fasilitasi Pelaku Usaha Daerah untuk Ekspor Bebas Tarif

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) gencar turun ke daerah-daerah untuk sosialisasi perjanjian perdagangan internasional Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Parthership (IE-CEPA) yang sudah berlaku efektif sejak 1 November 2021. Sebelumnya, sosialisasi telah dilakukan sejumlah kota besar seperti Surabaya, Padang, Manado, Samarinda, Cirebon, dan lainnya.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, negara-negara di Uni Eropa yang masuk IE-CEPA, yaitu Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss. Ia menyebut negara-negara tersebut sangat memberikan kontribusi kepada perdagangan Indonesia. “Satu keuntungan yang konkrit dari IE-CEPA, yaitu 7.000 lebih produk Indonesia masuk ke empat negara tersebut bebas tarif alias gratis. Mau ekspor tidak dikenakan tarif,” tuturnya, Senin (29/11/2021).

Baca Juga Kemendag Blokir 249 Situs Perdagangan Berjangka Komoditi Tanpa Ijin, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Ia mengatakan, produk-produk Indonesia yang diekspor ke empat negara tersebut, yaitu elektronik, furnitur, CPO, dan turunan lain. Bahkan, Switzerland telah mengakui produk kelapa sawit Indonesia produk yang baik, sehat, berkualitas, dan ramah lingkungan, padahal sebelumnya, CPO Indonesia mendapat diskriminasi Uni Eropa.

Untuk itu, Jerry menyebut Kemendag intensif melakukan sosialisasi ke daerah-daerah agar IE-CEPA bisa melibatkan pengusaha-pengusaha lokal di daerah untuk berpartisipasi. “Manfaatkanlah, Pemerintah sudah berjuang, sisanya yang mengambil keuntungan pengusaha, pedagang, atau pelaku UMKM,” katanya.

Selain IE-CEPA, Jerry menyebut ada perjanjian dagang internasional lain yang sudah ditandatangani. “Per hari ini, Indonesia sudah merampungkan 23 perjanjian dagang internasional di seluruh dunia, mewakili 5 benua, Asia, Afrika, Amerika, Eropa, Australia. Semuanya memberikan keuntungan yang baik,” ucapnya. 

Lanjut tambahnya, Neraca Perdagangan RI, per Oktober 2021, dari data BPS menyebut surplus yang berarti ekspor kita lebih besar daripada impor. “30,81 miliar US Dollar. Angka tertinggi semenjak 10 tahun terakhir, rekor. Jadi kalau ada yang bilang ekspor lemah, itu tidak tepat,” ucapnya.

Baca Juga Ini Strategi Kemendag Dorong Roda Ekonomi Berputar di Era New Normal

Dalam sambutannya yang dibacakan Plt Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, Indonesia dan negara-negara di Eropa bisa saling melengkapi dan saling membutuhkan. “Perdagangan dan investasi kedua negara harus terus ditingkatkan dengan meningkatkan kegiatan ekspor. Sedangkan, kerjasama investasi bisa dilakukan dengan memberikan kemudahan dan fasilitas serta kebijakan yang mendukung,” tuturnya.

“Melalui kegiatan Sosialisasi Persetujuan IE-Comprehensive Economic Partnership Agreement ini, Daerah Istimewa Yogyakarta sangat senang untuk mempromosikan peluang-peluang investasi potensial dalam sektor pariwisata, perdagangan dan infrastruktur kepada negara-negara di Eropa,” imbuhnya.

Sri Sultan pun meyakinkan para delegasi yang hadir bahwa berinvestasi di Yogyakarta merupakan langkah bisnis yang menguntungkan. “Yogyakarta merupakan sebuah wilayah yang aman dan stabil secara ekonomi serta seluruh Peraturan Daerah kami dapat dikatakan memfasilitasi bagi dunia usaha. Seluruh proses pembangunan serta pemerintahan di Yogyakarta menyediakan lingkungan yang kondusif untuk dunia usaha,” tuturnya.

“Modal sarana prasarana yang mendukung pengembangan perdagangan dan perekonomian DIY antara lain adanya Yogyakarta International Airport (YIA) yang akan menjadi hub perdagangan barang, jasa, dan modal Yogyakarta dan  daerah sekitarnya dengan negara-negara di Eropa,” tukasnya. (jat) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.