Berita Nasional Terpercaya

6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol

0

Bernas.id – Investasi adalah penanaman modal atau dana disertai harapan akan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Periode investasi tidak selalu sama, bergantung pada instrumen investasi dan tujuan investor. Lain halnya dengan trading saham yang selalu memantau harga saham untuk mendapatkan keuntungan dari menjual saham di level harga tertentu.

Investasi dapat dilakukan di pasar modal, pasar uang, maupun bidang lainnya. Instrumen investasi di pasar modal maupun pasar uang berupa saham, obligasi, reksadana, ETF, instrumen derivatif, dan efek beragun aset. Sementara itu, investasi melalui bidang lain dapat berupa emas, asuransi, tabungan, operasional bisnis, dan pembelian aset tetap. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Otoritas Jasa Keuangan bahwa investasi merupakan penanaman modal dalam jangka waktu cenderung panjang untuk pengadaan aset atau pembelian saham dan surat berharga untuk mendapatkan keuntungan (return).

Trading secara bahasa memiliki arti perdagangan, yaitu konsep ekonomi yang melibatkan interaksi antara penjual dan pembeli dengan kompensasi berupa pembayaran. Pengertian trading dalam pasar modal mengacu pada proses perdagangan sekuritas atau saham.

Pelaku trading atau trader membeli saham dengan harga tertentu kemudian menjualnya pada lain waktu dengan harga yang berbeda. Perbedaan harga beli dan harga jual pada proses trading dapat memberikan keuntungan atau kerugian kepada trader. Berbeda dengan investasi yang cenderung memerlukan waktu lama, para trader dalam melakukan trading cenderung agresif.

Daftar Isi :

  1. Cara Investasi dan Trading Saham dari Nol

 

Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah

Cara Investasi dan Trading Saham dari Nol

Cara Investasi dan Trading Saham dari Nol

Belajar investasi saham atau trading saham dari nol membutuhkan beberapa langkah sederhana. Dalam penerapannnya, anda harus memiliki kesabaran dan ketelitian agar mendapatkan hasil yang diinginkan. 

 

1. Mempelajari saham dengan detail

Pemahaman mendalam terhadap saham akan membantu investor dan trader dalam memahami mekanisme saham sehingga dapat memproyeksikan skenario kemungkinan mendapatkan keuntungan atau kerugian. Hal penting yang harus diingat oleh investor dan trader bahwa saham yang berpotensi memberikan keuntungan yang besar menyimpan resiko yang besar pula.

2. Menyusun prioritas pendanaan

Sebelum bermain di pasar modal, baik untuk investasi maupun trading saham, investor dan trader perlu menyusun skala prioritas pendanaan. Kegiatan investasi atau trading sebaiknya didanai dari dana tak terpakai atau dana yang menganggur, di luar sana kebutuhan harian. Selain itu, bagi pemula tidak disarankan menggelontorkan dana besar-besaran secara langsung untuk berinvestasi atau trading. Penambahan dana investasi atau trading dapat dilakukan secara perlahan menyesuaikan pengalaman dan keuntungan yang didapatkan.

3. Menunjuk perusahaan sekuritas

Bagi investor dan trader pemula dapat menunjuk perusahaan sekuritas yang menetapkan setoran awal rendah. Perusahaan sekuritas ini akan menjadi perantara investor dan trader untuk memasuki pasar modal. Selanjutnya, biaya transaksi dari proses jual saham dan beli saham juga perlu diperhatikan. Sebisa mungkin pilih perusahaan sekuritas dengan biaya transaksi yang masuk akal. Biaya transaksi perusahaan sekuritas atau lebih dikenal dengan istilah Fee Broker ini biasanya disebutkan dalam bentuk persentase dan berbeda-beda menyesuaikan kebijakan perusahaan sekuritas.

Baca juga: Inilah 7 Aplikasi Trading Saham Terdaftar OJK

4. Membuat Rekening Dana Nasabah 

Pembukaan rekening memerlukan validasi data diri sehingga calon investor akan diminta menyiapkan beberapa dokumen. Setelah pengurusan dokumen selesai, investor dan trader memilih bank sekuritas untuk pembukaan rekening saham. Pastikan bank sekuritas yang dipilih sudah terdaftar di BEI serta diawasi OJK. Kemudian, investor dan trader diarahkan untuk melakukan pengisian formulir terkait informasi pribadi dan informasi lain yang diperlukan. Selanjutnya, investor dan trader menyetorkan setoran awal pada ke Rekening Dana Nasabah (RDN). Investor dan trader akan diberi data akses berupa PIN transaksi, password dan user id untuk menjalankan transaksi jual beli saham.

5. Memanfaatkan aplikasi investasi dan trading 

Kemudahan investasi dan trading sudah didukung dengan munculnya berbagai aplikasi investasi dan trading saham yang dapat diunduh melalui Play Store atau Apps Store. Aplikasi ini saham diluncurkan oleh perusahaan sekuritas untuk memudahkan para investor dan trader dalam memantau dan bertransaksi saham. Selain itu, aplikasi ini menyediakan informasi terkini terkait fluktuasi harga saham, teknik analisis, dan kondisi pasar.

Di samping kemudahan yang diberikan, investor dan trader harus cermat dalam memilih aplikasi trading saham. Seluruh aplikasi investasi dan trading saham yang legal pasti terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan berada dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Status legalitas ini dapat diperiksa melalui website resmi Otoritas Jasa Keuangan.

Baca juga: 4 Cara Akurat untuk Menentukan Support dan Resistance Harga Saham

6. Memutuskan pembelian saham

Sebelum menanamkan modal ke suatu perusahaan melalui investasi dan trading saham, investor dan trader harus memeriksa kondisi fundamental perusahaan tercatat. Perusahaan tercatat adalah perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia.

Pemilihan jenis saham dapat melalui pertimbangan dengan melihat kondisi perusahaan, grafik harga saham, serta hasil konsultasi dengan perusahaan sekuritas. Investor dan trader yang baru memasuki pasar modal disarankan memilih saham yang terdaftar di Indeks LQ45 atau IDX30 karena likuiditas saham tersebut dinilai tinggi dan memiliki fundamental perusahaan yang baik.

Selain itu, sektor perbankan atau sektor consumer good dinilai sebagai sektor yang cenderung mencetak laba signifikan setiap sehingga menanamkan modal di sektor ini dinilai paling aman dan menguntungkan. Di samping itu, investor dan trader boleh mengucurkan dana untuk membeli saham dari dua perusahaan yang berbeda, namun tidak disarankan untuk mengucurkan dana besar-besaran sekaligus. Penambahan dana atau modal dapat dilakukan seiring bertambahnya pengalaman di pasar modal.

Berkecimpung di pasar modal melalui aktivitas investasi atau trading saham membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh keuntungan pribadi sekaligus menunjukkan peran masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dalam negeri. Operasional pasar modal di Indonesia didukung oleh 3 lembaga yang memiliki peran penting di pasar modal, yaitu Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek, dan Perusahaan Efek sehingga keamanan masyarakat dalam berinvestasi dan melakukan trading terjaga.

Baca juga: Inilah Jam Buka Bursa Saham di Indonesia 2021

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.