Berita Nasional Terpercaya

Epidemiolog Sebut Alasan Pemerintah Vaksinasi Capai Target Kurang Tepat

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Epidemiolog menyayangkan keputusan Pemerintah yang membatalkan kebijakan PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Alasan kondisi Covid-19 sudah membaik dan vaksinasi di wilayah Jawa dan Bali telah mencapai target kurang tepat.

Salah satunya, Epidemiolog UGM, dr Bayu Satria Wirayama mengatakan, alasan vaksin mencapai target untuk pembatalan kebijakan PPKM Level 3 kurang setuju, sebab kondisi Covid-19 memang membaik, tapi vaksinasinya masih belum bagus.

“Saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di Tanah Air baru sekitar 37 persen populasi dengan kondisi yang belum merata sehingga belum memenuhi target WHO untuk mencapai vaksinasi Covid-19 sebesar 40 persen,” jelasnya, Kamis (9/12/2021).

Baca Juga Bupati Sleman Sebut Tidak Ada Pelonggaran Pengawasan meski PPKM Level 3 Nataru Batal

Kondisi yang belum merata, Bayu menyebut misalnya jumlah lansia masih kurang sekali dibanding masyarakat umum dan pekerja. Menurutnya, ada beberapa kebijakan yang bisa diadopsi untuk memperketat mobilitas, misalnya orang dengan status vaksin lengkap boleh bepergian dengan pesawat dan jalur lainnya, ditambah syarat antigen 1×24 jam.

“Itu sangat bagus untuk membatasi mobilitas orang yang belum vaksin karena berisikonya lebih tinggi untuk tertular. Aturan terkait perjalanan internasional juga perlu diperketat untuk mengurangi penularan karena kasus impor,” imbuhnya. 

Baca Juga PPKM Level 3 Batal, Pemkot Jogja Siapkan Skema Ini

Selain itu, pemerintah daerah dan pemerintah pusat wajib meningkatkan kapasitas 3T (testing, tracing, treatment) jelang periode nataru karena meski mobilitas dibatasi, jalur darat dengan kendaraan pribadi masih mempunyai bisa lolos dari pengetatan. “Perlu menambah kapasitas khusus jelang periode Nataru dan memastikan logistik di faskes mencukupi, aktivasi isoter dan RS lapangan serta memastikan ketersediaan nakesnya,” ujarnya.

“Ada PPKM level 3 atau tidak, yang penting konsistensi dan pembatasan mobilitas bagi nonvaksin, lalu peningkatan 3T saat mobilitas diprediksi meningkat, kemudian mempercepat vaksinasi dan memperluas cakupan,” tukasnya. (jat) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.