Berita Nasional Terpercaya

Luas Ruang Terbuka Hijau di Kota Jogja Belum Capai Target Minimal

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Jogja baru 8,11 persen. Sebanyak 2,3 tiga persen merupakan kontribusi dari pohon perindang yang ada di jalan-jalan. Sementara sisanya berada di RTH permukiman milik warga.

Kepala Seksi Pertamanan dan Perindang Jalan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Pramu Haryanto mengatakan, persentase minimal RTH di Jogja sebanyak 30 persen. Komposisi ini terbagi 20 persen RTH dari DLH dan 10 persen dari swasta.

“RTH di Kota Jogja belum tercapai 20 persen, baru 8,11 persen. Untuk RTH swasta lebih banyak, sudah tercapai sekitar 15 persen,” kata Pramu, Sabtu (11/12/2021).

Ia meneruskan, ke depan, DLH Kota Jogja berupaya menambah atau memperluas RTH. Saat ini sudah ada sekitar 50 RTH di Kota Jogja. Setiap kelurahan sudah memiliki RTH.

Baca juga: Pertanian Perkotaan Siap Dikembangkan di Jogja

“Tahun depan akan ada penambahan RTH, namun belum tahu berapa jumlahnya, apabila menambah pohon di jalan-jalan cukup sulit,” katanya.

Salah satu penyiapan RTH yang sedang berproses saat ini menurutnya di Kemantren Wirobrajan. Tempat RTH merupakan Makam Jopraban yang kini sedang proses dipindah. Selain menjadi RTH, lahan ini juga akan dijadikan balai pertemuan serta tempat kegiatan berbasis ekonomi.

Baca juga: Ada 211 Spot WiFi Publik Gratis di Kota Jogja

Ia menambahkan, setiap adanya penebangan pohon perindang yang ada di jalan, maka perlu ada pohon penggantinya. Pramu mengatakan apabila penggantian berdasarkan diameter pohon yang ditebang. Menurut Peraturan Walikota Jogja Nomor 38 Tahun 2010, pohon dengan diameter 10 centimeter (cm) diganti dengan penanaman bibit pohon sebanyak 10 batang. Pohon dengan diameter 10-30 cm diganti dengan 15 batang pohon. Pohon dengan 30-50 cm diganti dengan 20 batang, serta pohon dengan diameter 50 cm ke atas, diganti dengan 30 batang.

“Semakin besar pohonnya, penggantinya semakin banyak. Kami pertimbangkan kalau diameter semakin besar, pemeliharannya lama. Biar masyarakat berpikir merawat pohon besar itu lama, biar jadi manfaat sangat lama,” kata Pramu.

Ia menambahkan, apabila pohon-pohon perindang yang ditebang akibat proyek renovasi jalan dari Pemkot Jogja sudah diganti semua. Meski penggantian penanaman pohon tidak selalu berada di tempat semula. Terlebih penanaman pohon mempertimbangkan lingkungan sekitar. Seringkali penanaman terkendala adanya jaringan listrik, air, dan lainnya.

“Pohon perindang yang dulu ditebang di sekitar Mirota Kampus, gantinya di Jalan Simanjuntak ada beberapa, di Kotabaru juga ada. Kalau di Terban, di sisi utara ada jaringannya, jadi enggak mungkin. Sementara untuk di Jalan Suryotomo, penggantinya nanti di situ juga. Namun dari yang sebelumnya di tengah jalan, penggantinya di sisi kiri dan kanan jalan,” ungkap dia.

Saat ini, jumlah pohon perindang jalan yang dikelola DLH Jogja berjumlah 20.000. Belum ada data berapa pohon perindang yang ditebang serta jumlah penggantiannya selama 2021. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.