Berita Nasional Terpercaya

Kisah Riswan Ekananta, Buktikan Cleaning Service Bisa Berkarier Bahkan Jadi Instruktur Hipnosis

0

BERNAS.ID – “Hipnotis itu bukan sesuatu yang klenik, atau bukan sesuatu yang aneh, bukan jimat atau menggunakan sesuatu yang gaib. Tapi menggunakan kecerdasan dalam diri kita sendiri untuk menyembuhkan kita.”

Demikian pernyataan Riswan Ekananta, seorang instruktur hipnosis dan hipnoterapis asal Jakarta. Selain menjadi staf HRD di sebuah perusahaan, ia juga aktif menyelami alam bawah sadar orang lain untuk membangkitan semangat hidup mereka.

Dengan spesialisasi life coaching, Riswan kerap membagikan kisah perjalanan kariernya dari bawah. Ia dulunya memang seorang cleaning service, kini ia mencapai sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Baca Juga: Kisah Avifi Arka Perjuangkan Hipnotis sebagai Profesi Mulia

Riswan juga merupakan founder Lembaga Pelatihan Kerja Holistik Hipnosis Indonesia atau LPK HOKI. Ia juga Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Kompeten Hipnotis Indonesia. Bagaimana kisah Riswan dalam meniti karier hingga akhirnya bertemu dengan metode terapi hipnosis? 

Cita-cita Dokter

Seperti halnya anak-anak lain, pria kelahiran Jakarta ini bercita-cita menjadi dokter. Tapi, asa tersebut tidak tercapai. Meski demikian, Riswan tidak mudah menyerah.

Pada awal tahun 1990-an, ia mengawali karier sebagai cleaning service. Setelah 15 tahun bekerja, ia merasa pekerjaannya mentok. Sampai akhirnya pada tahun 2000-an, ia berhasil menduduki manajemen di perusahaan outsourcing cleaning service.

Dari operasional, kariernya meningkat sebagai staf HRD yang menangani sumber daya manusia di perusahaan tersebut. Selama 30 tahun sudah dia berkecimpung pada dunia cleaning service.

“Di situ saya pernah menjadi kontributor majalah cleaning. Ya saya menjadi seorang dokter, 'dokter cleaning'. Tapi di situ tercapainya, sangat kontradiktif ya,” kelakarnya.

Kepada Bernas.id, dia mengungkapkan awal mula mengenal dengan hipnotis atau hipnosis. Semua itu dimulai dengan tingkat stres yang tinggi. Kemudian pada 2014, ia melihat iklan dari Indonesian Hypnosis Centre (IGC) atau Pusat Pelatihan Hipnotis. IHC merupakan lembaga pertama pelatihan hipnosis atau hipnoterapi yang mengantongi izin dari Kementerian Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Saya berpikir kenapa nggak saya coba belajar ini. Nomor satu tentu bagaimana saya bisa memperbaiki diri, dan menerapi diri saya. Di sisi lain, saya juga bisa mempengaruhi dalam pembelajaran,” tuturnya.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Hidup Mindiarto Djugorahardjo Sang “Selling Therapist”

Ia pun memutuskan untuk mempelajari hipnosis. Riswan merupakan seseorang yang selalu berpikir positif terhadap sesuatu, termasuk soal hipnotis. Seperti diketahui, ilmu hipnotis masih sering dianggap sebagai hal yang negatif. Padahal, hipnotis dapat membantu menyembuhkan seseorang.

“Kalau dibilang seperti apa (hipnotis), saya selalu berpikir positif, kebetulan waktu dulu pernah mondok setahun paling tidak tahu soal meditasi,” ujarnya.

Sebuah Pembuktian

Riswan mengikuti pelatihan hipnosis hingga mencapai level tertinggi yaitu instruktur. Ia mulai mempelajari gelombang otak dan keilmuan terkait hipnosis. Ia juga kerap mengikuti pelatihan yang lebih cenderung pada life coaching.

Hingga sekarang ini, ia memiliki spesialisasi hipnoterapi life coaching, yang membantu pendampingan jalan hidup dan karier seseorang. Melalui life coaching, kliennya dapat menggali potensi dalam diri. Dari situ, Riswan dapat membimbing hingga ia menuju pada arahnya sendiri.

“Jadi lebih ke pendampingan pada seseorang untuk berkarier. Saya seorang cleaning service, tapi saya bisa membuktikan cleaning service bisa berkarier dan menjadi sandaran hidup. Saya buktikan itu,” katanya.

Singkat cerita, kini Riswan makin aktif dalam mempromosikan hipnotis sebagai profesi yang mulia. Di sisi lain, ilmu ini makin banyak diminati masyarakat. Banyak dari mereka yang ingin belajar.

Menurut Riswan, dalam lima tahun sudah ada sekitar 7.000-an orang yang tergabung dalam Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI). Organisasi ini merupakan organisasi profesi di bidang hipnosis yang telah memperoleh SK Kementerian Hukum dan HAM.

“Di satu sisi saya melihat perkembangannya ketika saya bergabung pada organisasi, waktu itu saya masih bernomor registrasi 1.000-an,” ucapnya.

Baca Juga: Kisah Fauzan Asmara Bantu Sesama Temukan Kebahagiaan Melalui Hipnoterapi

Riswan juga mendirikan LPK HOKI di Bogor, Jawa Barat, pada tahun lalu. Alasannya, tentu makin banyaknya peminat untuk belajar hipnosis. Ketika mengajar di IHC, ia melihat semakin banyak instruktur sehingga diperlukan sebuah wadah, khususnya untuk menaungi wilayah Jakarta dan Bogor.

Kemudian, dia meminta izin untuk mendirikan lembaga pelatihan dengan jalur yang berbeda, artinya tidak melalui jalur Kemdikbud seperti halnya IHC. Ia pun berhasil mendirikan LPK HOKI yang mendapatkan izin dari Kementerian Ketenagakerjaan.

LPK HOKI juga merupakan lembaga pelatihan kerja hipnosis dan hipnoterapi pertama di Indonesia yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan. 

“Jadi jalurnya Kementerian Ketenagakerjaan. Itulah kenapa pas kita daftarkan, ini baru yang pertama. Surprise juga ketika melakukan surveillance, mereka dengan suka cita datang, ingin tahu hipnotis seperti apa,” jelasnya.

Seperti halnya PKHI, LPK HOKI juga memiliki cita-cita besar untuk mengenalkan hipnotis sebagai hal yang mulia dan hipnotis sebagai profesi mulia. 

Sertifikasi Profesi

Riswan juga menjadi Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Kompeten Hipnotis Indonesia. Lembaga ini memastikan orang-orang yang telah mengikuti pelatihan hipnosis pada lembaga yang resmi dapat memperoleh sertifikasi. Menurutnya, masih banyak instansi yang berbadan hukum namun tidak memiliki izin operasional kelembagaan. 

Selain itu, orang-orang yang sudah berprofesi sebagai juru hipnosis dalam kurun waktu 100 jam juga berhak memperoleh sertifikasi, dengan persyaratan khusus. Tentunya, mereka sudah bergabung dengan organisasi profesi.

“Untuk juru hipnotis ini fundamental, setelah mengikuti pelatihan dan dia sudah berpraktik untuk keilmuannya dan bukan terapi, paling tidak 100 jam,” ucapnya.

“Setelah itu, kita buktikan dengan uji kompetensi yaitu sebuah pembuktian bahwa dia sudah kompeten untuk melakukan hipnotis,” imbuhnya.

Ia mengakui, belum banyak dari profesi ini yang telah tersertifikasi. Apalagi, LSP hipnosis baru mendapatkan lisensi pada 1 Maret 2021. Sejauh ini, sudah 100 orang yang tersertifikasi, sementara anggota PKHI sudah mencapai 7.000-an orang.

“Artinya belum ada 10%-nya, apalagi orang-orang yang tergabung dengan organisasi lain, atau mungkin orang-orang yang belum tergabung dalam organisasi,” katanya.

Bukan Tradisional

Riswan dan kawan-kawan seprofesinya masih memiliki PR besar dalam mengenalkan hipnotis sebagai sebuah keilmuan yang tidak lagi tradisional. Ia menyebutkan hipnotis telah banyak ditulis dalam jurnal ilmiah dan memperoleh pengakuan di sejumlah negara.

Dengan begitu, penyembuhan melalui hipnotis memang bisa dipertanggungjawabkan. Saat ini, lembaga-lembaga pelatihan hipnosis memang sudah banyak yang memperoleh ozon dari Kemdikbud dan Kemnaker. Namun, harapannya keilmuan ini dapat dipelajari pada level pendidikan tinggi.

“Harapan saya ke depan, keilmuan ini bisa di jenjang pendidikan tinggi dan kita diakui sebagai tenaga kesehatan,” ujarnya.

Riswan menekankan bahwa hipnotis bukanlah sesuatu yang berhubungan dengan klenik atau gaib, tapi benar-benar ilmu yang memanfaatkan kecerdasan dalam diri.

Dalam proses hipnotis, seseorang dibawa ke pikiran bawah sadarnya yang kemudian dieksplor oleh seorang hipnoterapis sehingga bisa mempengaruhi orang tersebut.

“Hipnotis itu bukan sesuatu yang klenik, atau bukan sesuatu yang aneh, bukan jimat atau menggunakan sesuatu yang gaib. Tapi menggunakan kecerdasan dalam diri kita sendiri untuk menyembuhkan kita,” jelasnya.

Kepada mereka yang ingin belajar hipnotis, Riswan berpesan agar mencari lembaga resmi yang tergabung dalam organisasi profesi. Lembaga pelatihan resmi biasanya memberikan jaminan pendampingan seumur hidup.

Baca Juga: Kisah Frans Budi Santika, Si Introvert yang Bertransformasi Jadi Trainer Spesialis Komunikasi

Hal itu merupakan komitmen dari organisasi kepada semua lembaga yang tergabung supaya bisa saling menjaga alumni. Dengan demikian, keilmuan ini dapat dijaga agar tidak sampai disalahgunakan.

“Untuk orang-orang yang mau belajar hipnotis harap hati-hati. Saya mengalaminya, setelah kita tahu keilmuan ini, saya sampai detik ini masih belajar dan belajar. Keinginan untuk lebih tahu semakin besar,” tuturnya,

Menjalani kehidupan dari titik rendah hingga mencapai kesuksesan bahkan bisa membantu sesama melalui hipnosis, apa sebenarnya pedoman hidup seorang Riswan?

“Lakukan yang terbaik, InsyaAllah selalu mendapatkan yang terbaik. Apapun itu profesinya. Semua itu butuh berproses. Ada orang yang ingin instan, padahal baru lulus sekolah tapi maunya bekerja pada posisi enak dengan hasil yang luar biasa. Padahal, semua butuh proses,” ujarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.