Berita Nasional Terpercaya

Kawasan Sleman Timur Rentan Terjadi Bencana Gempa Bumi

0

SLEMAN, BERNAS.ID – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memasang sensor gempa di Kawasan Candi Abang, Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (18/12/2021). Sensor gempa tersebut diharapkan akan meningkatkan kecepatan dan akurasi  informasi peringatan dini terkait bencana gempa besar dan tsunami.

Baca Juga Gempa Bumi 21 Kali di Gunungkidul, Ini Penjelasan BMKG

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan Kabupaten Sleman berdasarkan hasil kajian memiliki 3 kelas risiko bencana, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Untuk kelas risiko sedang hingga tinggi mendominasi kawasan Sleman bagian tengah dan timur dengan tingginya ancaman bencana gempa bumi di Sleman.

“Kapanewon Berbah sendiri berdasarkan hasil kajian risiko bencana gempa bumi menunjukkan berada di kelas risiko kategori sedang,” tuturnya di sela peresmian pemasangan sensor seismograf di lokasi sensor seismograf dengan kode Sensor SYJI.

Kustini mengatakan, Pemkab Sleman terus mendorong warganya untuk terlibat dalam upaya penanggulangan bencana dengan peningkatan kapasitas melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana. “Sleman saat ini memiliki 69 Desa Tangguh Bencana yang tersebar di 86 Kelurahan,” ujarnya.

Baca Juga Empat Faktor Penyebab Gempa Bumi, Anda Perlu Tahu!

Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG mengatakan, peresmian sensor gempa di Candi Abang, Berbah, Sleman menandai dimulainya instalasi 17 seismograf di seluruh wilayah Indonesia. Ia mengatakan, pembangunan shelter dan jaringan seismograf untuk merapatkan jaringan agar meningkatkan performa kecepatan dan keakuratan informasi dan peringatan dini tsunami di BMKG.

“BMKG sejak tahun 2016 telah menyadari kondisi Indonesia yang semakin rawan bencana, tetapi kita tidak memiliki persenjataan yang canggih,” ujarnya. 

Ia menambahkan, instalasi sensor gempa di Candi Abang sesuai visi BMKG untuk menjaga keselamatan masyarakat terhadap bencana alam guna meningkatkan kecepatan dan akurasi  informasi peringatan dini bila terjadi gempa besar dan tsunami.

Diketahui, data seismograf dari kode stasiun SYJI telah masuk dengan baik dalam sistem InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). (jat) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.