Berita Nasional Terpercaya

Inilah 5 Cryptocurrency Terbaik Tahun 2021

0

Bernas.id – Cryptocurrency secara historis dinilai memasuki fase bullish setiap kuartal IV dan dinilai bertumbuh baik dari aspek nilai, jenis, dan investor. Blockbuster cryptocurrency diprediksi akan terjadi pada tahun 2022 mendatang.

Dilansir dari laman Coin Market Cap, berbagai aset kripto diperkirakan mengalami peningkatan besar-besaran. Bahkan, lonjakan Bitcoin (BTC) akan mencapai 40%. Aset kripto telah menarik perhatian negara dan investor. Selain jenis asetnya yang diperhatikan, sebaiknya perhatikan pula rekam jejaknya untuk menemukan cryptocurrency terbaik.

Daftar Isi :

  1. Daftar Cryptocurrency Terbaik
  2. Platform Pembelian Cryptocurrency

Baca juga: 13 Jenis Mata Uang Crypto dan Cara Aman Investasi Cryptocurrency

Daftar Cryptocurrency Terbaik

Cryptocurrency Terbaik

Menurut Coin Market Cap, cryptocurrency terbaik untuk dimiliki menjelang tahun 2022 hingga awal tahun 2022 adalah:

 

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin adalah mata uang digital yang ditemukan dan dirilis oleh seseorang yang mengaku bernama Satoshi Nakamoto pada 8 Januari 2009 silam. Sistem Bitcoin bekerja tanpa administrator terpusat sehingga Bitcoin disebut memiliki sistem terdesentralisasi menggunakan peer to peer.

Penambangan Bitcoin dilakukan pasca satu hari peluncurannya. Bitcoin yang diperebutkan oleh investor mengalami lonjakan harga. Lonjakan Bitcoin tak lama ini salah satunya dipengaruhi oleh fokus perdagangan Bitcoin di Amerika Serikat.

Faktor lainnya, ETF Bitcoin yang diperdagangkan mulai 19 Oktober 2021 turut melambungkan harga Bitcoin hingga menyentuh nilai tertinggi sejak peluncuran perdananya (ATH). Harga tertinggi Bitcoin sebesar $66.930 atau setara Rp930 juta. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasarnya menyentuh angka $1 triliun.

 

2. Shiba Inu (SHIB)

Shiba Inu yang identik dengan meme anjing Jepang Shiba Inu diluncurkan pertama kali pada Agustus 2020 oleh Ryoshi merupakan cryptocurrency berbasis Ethereum. Peluncuran Shiba Inu bertujuan untuk menjauhi pola pikir tradisional sekaligus menghindari struktur sosial yang kaku.

Berdasarkan Peraturan Bappebti tahun 2020 yang memuat daftar aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar, Shiba Inu belum masuk di dalamnya. Artinya, Shiba Inu dapat diperdagangkan di dunia tapi tidak dapat diperdagangkan di Indonesia. Namun, Shiba Inu sudah diusulkan sebagai aset kripto baru yang akan diasesmen dan mendapat nilai baik dari sejumlah asosiasi, termasuk Bappebti.

Sejak dirilis pada 2020 silam, harga koin Shiba Inu naik hingga 800% dalam sebulan sehingga mampu melampaui Dogecoin. Di samping itu, Shiba Inu santer dibicarakan oleh pengguna internet di Indonesia. Bahkan, popularitas Shiba Inu di media sosial lebih tinggi empat kali lipat dibanding rival terdekatnya, Dogecoin.

 

3. Ethereum (ETH)

Ethereum adalah cryptocurrency yang diciptakan oleh pemuda 19 tahun bernama Vitalik Buterin pada tahun 2013. Berbentuk jaringan peer to peer publik menjadikan para developer mampu melahirkan aplikasi. Oleh karena itu, nama Ether disematkan pada Ethereum yang mana selain menjadi mata uang kripto, cyptocurrency ini juga menjadi platform software yang telah terdesentralisasi.

Developer tertarik menciptakan aplikasi terdesentralisasi (DApps) di Ethereum. Hal inilah yang menaikkan popularitas Ethereum. Selain itu, Ethereum dinilai fungsional dalam memfasilitasi sistem keuangan terdesentralisasi. Berkat kepopulerannya, Ethereum menyumbang lebih dari 19% aset dari total aset market cap.

 

4. Solana (SOL)

Konsep Solana hampir sama dengan Ethereum. Bahasa pemrograman Dolanan yang disebut Rust dapat digunakan oleh developer untuk menciptakan aplikasi. Fitur yang menonjol dari Solana salah satunya adalah kemampuan skalabilitasnya untuk memproses 50.000 transaksi per detik. Kecepatan ini dicapai berkat keberadaan algoritma consensus, proof of stake, dan proof of history.

Sepanjang tahun 2021, Solana berhasil mencapai rekor harga tertinggi pada akhir Oktober hingga awal November. Bahkan mendekati akhir tahun Solana menembus jajaran 10 cryptocurrency di market cap dengan peredaran di pasar sebesar 0,01%. Lonjakan harga ini tidak didukung oleh prediksi yang dilontarkan para spekulan, melainkan diraih berkat kecerdasan teknologi Solana.

 

5. FTX Token (FTT)

Cryptocurrency berkode FTT ini adalah mata uang kripto asli besutan platform perdagangan derivatif bernama FTX yang diluncurkan pula oleh FTX pada 8 Mei 2019. FTT merupakan token pertukaran dengan ERC 20 yang kompatibel. Pengguna dapat menyimpan sekaligus mengelola token FTT dengan aman karena platform ini menggunakan wallet perangkat keras Ledger Nano X/S. Di samping itu, audit keamanannya dilakukan oleh perusahaan audit Blockchain Consilium.

FTX Token berhasil menarik $25 miliar atau setara Rp357 triliun valuasi pada Oktober 2021 dalam sesi pendanaan pribadi. Jumlah ini naik sebesar $7 miliar atau sekitar Rp100 triliun selama tiga bulan. Sebagai aset kripto Altcoin, sepanjang 2021 FTX Token mengalami kenaikan 1.000%.

Baca juga: Mengenal Sarana Cryptocurrency Mining dan Jenisnya

Platform Pembelian Cryptocurrency

Platform Pembelian Cryptocurrency

Berbagai platform saat ini tersedia untuk membeli sekaligus menyimpan aset kripto. Cryptocurrency dapat dibeli dari perusahaan pertukaran kripto, seperti Binance, Rekeningku, dan Indodax, serta perusahaan wallet kripto, seperti Trust Wallet. Selain itu, cryptocurrency dapat juga dibeli di platform multi aset, seperti Capital dan eToro.

Cryptocurrency sebaiknya dikelola menggunakan platform yang aman. Bagi pemula dan profesional dapat menggunakan Capital untuk membeli sekaligus menyimpan cryptocurrency. Platform ini menyediakan cryptocurrency terbaik serta instrumen investasi lain, seperti saham, ETF, dan forex. Selain itu, Capital memiliki jaringan operasi global dan memiliki kantor di beberapa negara maju.

Capital (Capital.com) berdiri tahun 2016 dengan legalitas FCA, Cysec, dan NBRB. Berkantor di Inggris, Siprus, dan Belarusia, Capital menyediakan layanan lebih dari 25 aset kripto, CFD, saham, komoditas, dan forex. Volume perdagangan kripto di platform ini mencapai $13miliar. 

Melibatkan diri dalam investasi cryptocurrency tak serta merta hanya melihat popularitasnya saja. Investor perlu mengevaluasi variabel yang dapat berpengaruh terhadap kondisi cryptocurrency. Investor harus jeli dan mengetahui mekanisme serta biaya layanan dari aset kripto serta platform penyedianya. Di samping itu, sebaiknya investor memilih platform perdagangan yang legal dan terdaftar di Bappebti.

Baca juga: Mengenal Cryptocurrency Trading, Strategi, Risiko, dan Cara Memulainya

Leave A Reply

Your email address will not be published.