Berita Nasional Terpercaya

Fenomena Tak Lazim Terkait Okupansi Hotel di DIY Awal Tahun ini

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Hotel di DIY menerima berkah di awal tahun 2022. Momen awal tahun yang biasa masuk low season, tahun ini malah justru berbanding terbalik.

“Ini fenomena baru, yang biasanya Januari-Februari low season, kali ini justru mengalami peningkatan okupansi. Rata-rata untuk hotel bintang okupansi 60%-70%, untuk non bintang 20-40%,” jelas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, Rabu (12/1/2022).

Ia mengambil perbandingan di tahun lalu, yang kondisinya sangat jauh sekali kondisi saat ini. Begitu pula saat sebelum pandemi, juga tidak setinggi ini okupansinya.

“Ini menjadi berkah kami awal tahun, otomatis ada pemerataan, bulan ini terjaga,” ungkap Deddy.

Ia menambahkan, tamu hotel yang datang bervariasi, baik dari keluarga, maupun perusahaan yang mengadakan Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE). Asal tamu yang berkunjung ke DIY juga beragam, mulai dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Kalimantan Timur.

Baca juga: PHRI DIY Harapkan Kebijakan yang Mampu Meringankan Beban

Tidak hanya di Januari, Deddy juga mengatakan tren positif kunjungan wisatawan juga mulai terlihat untuk bulan Februari. Reservasi yang masuk di Februari pada kisaran 25-45%. Deddy berharap nantinya ada peningkatan okupansi.

Di tengah mulai pulihnya pariwisata di DIY, Satgas PHRI DIY maupun hotel menurut dia tetap menjaga prokes dengan ketat. “Kondisi pandemi, harus eling lan waspada, terus kami sampaikan anggota maupun calon wisatawan yang mau menginap. Kami juga menjaga Guyub Sesarengan, adalah kata kunci menanggulangi dampak pandemi. Ekonomi dan kesehatan berjalan beriringan,” ucap dia.

Baca juga: PHRI DIY Beri Peringatan Pelaku Usaha Pelanggar Aturan PPKM

Deddy mengharapkan dengan ekonomi dan kesehatan bisa berjalan beriringan, tidak ada lagi kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dan mendadak. Dengan dibukanya sektor pariwisata, menurut Deddy dapat membantu juga UMKM maupun pedagang kecil.

“Mereka bisa bergerak, tanpa harus menunggu bantuan pemerintah,” tandasnya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.