Berita Nasional Terpercaya

Menteri ESDM Terbitkan Aturan Mengenai PLTS Atap, Ini Penjelasannya

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

JAKARTA, BERNAS.ID – Salah satu upaya pemerintah dalam mencapai target energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum (IUPTLU).

Permen ESDM ini merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya, sebagai upaya untuk memperbaiki tata kelola dan keekonomian PLTS Atap. 

Peraturan ini, juga sebagai langkah untuk merespons dinamika yang ada dan memfasilitasi keinginan masyarakat untuk mendapatkan listrik dari sumber energi terbarukan, serta berkeinginan berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga : Proyek PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Hasil Kerja Sama Indonesia – UEA Resmi Digarap

“Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap ini, dapat dilaksanakan dan telah didukung oleh seluruh stakeholder sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tanggal 18 Januari 2022″, ujar Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Sabtu (22/1/2022).

Dalam rapat tersebut telah disepakati beberapa hal yang menjadi perhatian dalam implementasi Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021, yang berdampak nasional diantaranya potensi kenaikan Biaya Pokok Pembangkitan (BPP), subsidi dan kompensasi, potensi kehilangan penjualan PT PLN serta potensi pendapatan dari capacity charge.

Dampak APBN yang berkaitan dengan potensi peningkatan subsidi dan kompensasi, dipengaruhi oleh pertumbuhan permintaan listrik. Semakin besar permintaan listrik, maka dampak terhadap subsidi dan kompensasi akan semakin kecil. 

Hal ini menjadi penting agar program pemerintah berkenaan creating demand listrik dapat dipercepat.

Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM, target PLTS Atap yakni sebesar 3,6 gigawatt yang akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2025, akan berdampak positif pada hal-hal seperti:

1. Berpotensi menyerap 121.500 orang tenaga kerja

2. Berpotensi meningkatkan investasi sebesar Rp45 triliun – Rp63,7 triliun untuk pembangunan fisik PLTS dan Rp2,04 triliun – Rp4,1 triliun untuk pengadaan kWh Exim

3. Mendorong tumbuhnya industri pendukung PLTS di dalam negeri, dan meningkatkan daya saing dengan semakin tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)

4. Mendorong green product sektor jasa dan green industry, untuk menghindari penerapan carbon border tax di tingkat global

5. Menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 4,58 juta ton CO2e

6. Berpotensi mendapatkan penerimaan dari penjualan Nilai Ekonomi Karbon sebesar Rp0,06 triliun/tahun (asumsi harga karbon 2 Dolar Amerika Serikat (AS)/ton CO2e).

Adapun substansi pokok dari Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 adalah:

1. Ketentuan ekspor kWh listrik ditingkatkan dari 65 persen menjadi 100 persen

2. Kelebihan akumulasi selisih tagihan dinihilkan, diperpanjang dari 3 bulan menjadi 6 bulan

Baca Juga : Sambung Listrik ke Negeri di Atas Awan, PLN Dukung Peningkatan Kesejahteraan 525 Keluarga

3. Jangka waktu permohonan PLTS Atap menjadi lebih singkat, 5 hari tanpa penyesuaian Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dan 12 hari dengan adanya penyesuaian PJBL

4. Mekanisme pelayanan berbasis aplikasi untuk kemudahan penyampaian permohonan, pelaporan, dan pengawasan program PLTS Atap

5. Dibukanya peluang perdagangan karbon dari PLTS Atap

6. Tersedianya Pusat Pengaduan PLTS Atap untuk menerima pengaduan dari pelanggan PLTS Atap atau Pemegang IUPTLU

7. Perluasan pengaturan tidak hanya untuk pelanggan PLN saja tetapi juga termasuk pelanggan di Wilayah Usaha non-PLN (Pemegang IUPTLU)

Sebagai informasi, proses pelayanan sistem PLTS Atap selama masa transisi masih dilakukan secara manual, belum berbasis aplikasi. (cdr)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.