Berita Nasional Terpercaya

UAJY Gelar Webinar Kebijakan dan Praksis Pendidikan Inklusi di DIY

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar webinar yang bertajuk “Kebijakan dan Praksis Pendidikan Inklusi di DIY” secara daring pada Sabtu (05/02/2022). Webinar ini mengundang 3 orang narasumber, yaitu Suharto, S.S., M.A. (Direktur Eksekutif SIGAB Indonesia dan Dosen UIN Sunan Kalijaga), FX. Bambang Kusumo Prihandono, S.Sos., MA. (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY), dan Sigit Widiarto R, S.H. LL.M. (Dosen Fakultas Hukum UAJY) dengan moderator Suryo Adi Pramono, SIP., M.Si. (Peneliti Pusat HAM dan Demokrasi UAJY).

Acara ini juga difasilitasi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk membantu peserta yang berkebutuhan khusus. Webinar dibuka dengan sambutan dari Sushardjanti Felasari, ST., MSc. CAED, Ph.D. selaku Wakil Rektor 1 UAJY.

“UAJY menyelenggarakan webinar ini sebagai forum untuk bertukar gagasan, jadi seperti apa formulasi yang dapat diajukan agar pendidikan inklusi ini dapat diwujudkan secara bertahap,” ungkap Felasari.

Baca Juga UAJY Gelar Vaksinasi Booster Covid-19 untuk Masyarakat Umum

Narasumber pertama, Sigit Widiarto mengungkapkan penyandang disabilitas merupakan bagian dari warga negara yang berhak untuk mendapatkan pendidikan. Dibutuhkan pengembangan layanan pendidikan yang dapat diakses penyandang disabilitas. Layanan tersebut tidak terbatas pada pendidikan kusus tetapi juga pendidikan inklusi. “Permendiknas No. 70 Tahun 2009 dapat menjadi acuan untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi,” ungkap Sigit.

Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 2012 telah menyatakan diri sebagai daerah penyelenggara pendidikan inklusi. PERDA Prov. DIY No. 4 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas serta PERGUB Prov. DIY No. 21 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi menjadi dasar dari pelaksanaan Pendidikan Inklusi di daerah.

Baca Juga UAJY Gelar Seminar Nasional Penelitian MBKM dan Pengabdian Unggulan 2021

Narasumber kedua, Suharto, mengungkapkan pendidikan inklusi adalah sistem layanan pendidikan yang mengatur agar siswa dapat dilayani di sekolah terdekat di dalam kelas reguler bersama-sama teman sebayanya tanpa harus dikhususkan kelasnya. Tujuan pendidikan inklusi adalah untuk pemenuhan hak semua orang tanpa terkecuali dalam memperoleh pedidikan berkualitas.

“Terdapat beberapa hal yang dapat memampukan difabel seperti cara pandang positif, alat bantu yang memadahi, aksesibilitas fisik, akomodasi yang layak, inklusi sosial, serta regulasi yang antidiskriminasi dan mendukung afirmasi,” ungkap Suharto.

Narasumber terakhir, FX Bambang Kusumo Prihandono mengatakan bahwa kita seharusnya mengarah kepada sebuah kultur atau membentuk komunitas inklusi. Inklusi harus memiliki penghargaan yang sama terhadap perbedaan, hal itu bisa ketika kita memahami bahwa inklusi adalah sebuah komunitas dan bukan hanya keterbatasan.

“Kekuatan dari strategi komunikasi dibutuhkan untuk mengembangkan komunitas inklusi,” ungkap Bambang. (*/jat) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.