Berita Nasional Terpercaya

Mengenal Jurusan Kedokteran Secara Lengkap

0

Bernas.id – Membahas jurusan bergengsi, hampir pasti jurusan kedokteran disinggung pertama kali. Selain bergengsi, jurusan kedokteran dinilai memiliki passing grade dan biaya yang tinggi serta karir yang menjanjikan. Tak heran jika persiapan memasuki jurusan kedokteran disiapkan secara matang, baik secara finansial, mental, dan akademik. Sebagai bekal awal memasuki jurusan kedokteran, sebaiknya mematangkan pemahaman konsep pada pelajaran Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika. Di samping itu, perlu juga melatih cara berpikir sistematis dan kemampuan bahasa Inggris.

Jurusan kedokteran merupakan salah satu jurusan di bidang kesehatan yang fokus mempelajari masalah kesehatan, meliputi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan proses pengobatan. Oleh karena itu, mahasiswa kedokteran diharuskan memahami fungsi, anatomi, dan interaksi yang terjadi di dalam tubuh manusia sehingga keadaan otot, saraf, dan indera manusia dapat dikenali. Jurusan kedokteran juga membekali mahasiswanya dengan kemampuan pemeriksaan dan diagnosa pasien serta ilmu obat-obatan.

Baca juga: Jurusan Kesehatan Masyarakat di Universitas dan Prospek Kerjanya

 

Daftar Isi :

  1. Mata Kuliah Jurusan Kedokteran
  2. Program Jurusan Kedokteran

 

 

Mata Kuliah Jurusan Kedokteran

Mata Kuliah Jurusan Kedokteran

Ada banyak mata kuliah yang dipelajari di jurusan kedokteran, mulai dari mata kuliah umum hingga mata kuliah khusus untuk mahasiswa kedokteran. Beberapa mata kuliah yang ditemui di jurusan kedokteran, yaitu:

  • Anatomi. Menjadi mata kuliah wajib, Anatomi memberikan pengetahuan kepada mahasiswa kedokteran berupa susunan tubuh dan organ di dalam tubuh manusia.
  • Kardiovaskuler. Ilmu Kardiovaskuler wajib dikuasai oleh seluruh dokter karena ilmu ini berkaitan dengan organ penting manusia. Mata kuliah Kardiovaskuler berisi tentang sistem kerja jantung dan pembuluh darah.
  • Reproduksi. Sesuai namanya, mata kuliah Reproduksi berfokus pada pembelajaran tentang saluran atau organ reproduksi yang dimiliki manusia. Tak hanya itu, berbagai macam penyakit yang berpeluang menyerang sistem reproduksi pun dipelajari pada mata kuliah ini.
  • Respiratori. Saluran pernafasan dan penyakit-penyakit yang berpotensi hinggap di saluran pernafasan manusia serta cara pengobatannya dipelajari oleh mahasiswa kedokteran melalui mata kuliah ini.
  • Ilmu Bedah. Meski tidak semua dokter menjadi ahli bedah, tetapi ilmu dari mata kuliah Ilmu Bedah harus dimiliki. Ilmu Bedah mengajarkan mahasiswa kedokteran tentang tata cara pembedahan atau operasi. Kelak Ilmu Bedah dipelajari secara lebih detail di spesialis bedah.
  • Ilmu Penyakit Dalam. Secara umum, Ilmu Penyakit Dalam harus dimiliki oleh seluruh calon dokter. Melalui mata kuliah ini, segala jenis penyakit dalam serta cara pemeriksaan dan metode pengobatannya dapat dipelajari.
  • Gastrointestinal. Fokus mata kuliah Gastrointestinal adalah mempelajari saluran pencernaan manusia dan proses pencernaan yang terjadi di dalamnya.

Baca juga: Kuliah Jurusan Psikologi? Ini Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya

Program Jurusan Kedokteran

Program Jurusan Kedokteran

Studi jurusan kedokteran sedikitnya memerlukan waktu 6 tahun bergantung pada kondisi dan tekad mahasiswa serta sistem dan kebijakan universitas. Dalam jurusan kedokteran, terdapat berbagai program, seperti Program Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Kedokteran.. Penjabarannya sebagai berikut:

Program Sarjana Kedokteran

Sederhananya, Program Sarjana Kedokteran adalah perkuliahan yang dijalani oleh mahasiswa kedokteran hingga lulus dengan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Perkuliahan di jurusan kedokteran dilaksanakan dengan sistem blok. Dalam 1 blok, mahasiswa difasilitasi untuk mempelajari satu sistem organ secara lengkap, meliputi fungsi dasar, penyakit dan metode pengobatan, cara pemeriksaan organ pasien, serta interpretasi hasil laboratorium.

Satu semester perkuliahan bisa membawa mahasiswa mempelajari satu atau lebih blok secara bersamaan. Hal ini bergantung pada kebijakan universitas dan mempertimbangkan banyaknya jenis blok yang ada di kedokteran. Misalnya, Blok Endokrin, Hematologi, Imunologi, Respirasi, Pediatri, Metabolisme, Obat, dan Nutrisi, Reproduksi, dan sebagainya. Selanjutnya, untuk menguji pemahaman mahasiswa terhadap setiap blok, maka mahasiswa harus menjalani serangkaian ujian pada akhir masa blok, yaitu:

  • Ujian OSCE. Dikenal sebagai ujian yang menegangkan dan tersulit karena diawasi langsung oleh Dokter Penguji, Ujian OSCE akan menilai keterampilan mahasiswa kedokteran dalam menjalankan pemeriksaan dan diagnosa pasien. Ujian ini dilaksanakan secara singkat dan menggunakan manekin atau pasien pura-pura dalam pelaksanaannya.
  • Ujian Teori Tertulis. Umumnya ujian tertulis berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal mencapai 500 soal.
  • Ujian Teori Oral. Mahasiswa yang menempuh ujian ini dihadapkan pada 1 kasus pasien dan dituntut untuk menjelaskannya secara lisan. Penjelasan yang diungkapkan pun harus lengkap, mulai dari teori dasar, treatment yang diperlukan, alasan pengambilan tindakan terhadap pasien, serta dampak yang diharapkan atas tindakan tersebut.

Sama seperti mahasiswa lainnya, pada tahun terakhir perkuliahan mahasiswa kedokteran juga diharuskan menyelesaikan skripsi. Mahasiswa kedokteran yang telah menyelesaikan skripsi dianggap lulus dan berhak mengikuti wisuda untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Namun, belum menyandang gelar Dokter.

Baca juga: Rekomendasi Universitas Jurusan Psikologi di Indonesia

Program Profesi Dokter

Program Profesi Kedokteran dapat diambil setelah gelar Sarjana Kedokteran didapatkan. Istilah populer program ini adalah Koas atau Dokter Muda. Dijalankan dengan sistem rotasi di berbagai stase, Koas ditempatkan di berbagai bagian rumah sakit untuk mempelajari kasus-kasus dokter umum berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Contoh kasus yang ditangani Koas seperti penyakit anak, penyakit dalam, dan kandungan.

Akhir setiap stase ditutup dengan ujian bernama Mini Case Examination. Pada ujian ini Koas diharuskan melakukan wawancara, pemeriksaan, analisis, serta pemberian resep obat kepada pasien di bawah pengawasan preceptor secara langsung. Usai lulus dari semua ujian rotasi, Koas dihadapkan dengan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Koas yang dinyatakan lulus UKMPPD secara resmi diperbolehkan mengikuti wisuda dan mengikrarkan sumpah dokter.

Meski gelar dokter sudah didapatkan, tetapi belum diperkenankan praktik. Praktik dokter baru dapat dilaksanakan saat seseorang sudah mendapatkan gelar profesi dokter, Surat Tanda Registrasi (STR), dan Surat Izin Praktik (SIP). STR paten bisa diperoleh melalui Internship di bawah pengawasan dokter senior. Sementara itu, SIP dapat diajukan setelah STR terpenuhi. Kemudian, dokter umum dapat mengikuti program profesi spesialis untuk menjadi dokter spesialis.

Selain menjadi dokter, karir lain di luar profesi dokter  pun dapat ditekuni oleh lulusan kedokteran. Misalnya, peneliti di bidang kesehatan, birokrat, akademisi, kepala rumah sakit, dan pengusaha. Kebanyakan lulusan kedokteran memang bergelut di bidang kesehatan karena bidang ini termasuk vital dan memerlukan latar belakang pendidikan yang linier.

Baca juga: Daftar Jurusan IPA yang Jarang Ada Kegiatan Menghitung

Leave A Reply

Your email address will not be published.