Berita Nasional Terpercaya

Jual Chelsea Imbas Perang Rusia-Ukraina, Ini Profil Konglomerat Roman Abramovich

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

BERNAS.ID – Invasi Rusia ke Ukraina membuat sejumlah negara memberikan sanksi berat kepada negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin itu. Sanksi ekonomi membuat pengusaha Rusia mulai merasakan dampaknya.

Salah satunya adalah pemilik klub sepak bola Chelsea FC, Roman Abramovich. Pengusaha asal Rusia itu berniat untuk menjual klub yang bermarkas di London, Inggris.

Melalui laman resmi The Blues, Roman meyakini keputusan tersebut demi kepentingan terbaik bagi Chelsea, penggemar, karyawan, serta sponsor, dan mitra klub.

“Saya tidak akan meminta pinjaman apa pun untuk dilunasi. Ini bukan tentang bisnis atau uang bagi saya, tetapi tentang hasrat murni untuk pertandingan dan klub,” tulisnya dalam laman resmi Chelsea FC.

Baca Juga: Kisah Volodymyr Zelensky, dari Pelawak hingga Jadi Presiden Ukraina

Dalam instruksinya, dia akan mendirikan yayasan amal yang akan mengelola semua hasil bersih dari penjualan Chelsea. Yayasan tersebut didedikasikan bagi kepentingan semua korban perang di Ukraina.

“Ini termasuk menyediakan dana penting untuk kebutuhan mendesak dan segera bagi para korban, serta mendukung pekerjaan pemulihan jangka panjang,” imbuhnya.

Roman Abramovich, menurut Forbes, merupakan orang terkaya urutan 142 di dunia dengan total kekayaan mencapai 12,4 miliar dolar AS. Lalu, bagaimana perjalanan seorang Abramovich? Berikut selengkapnya.

Kehidupan yang Keras

Mengutip The Famous People, Roman Abramovich lahir pada 24 Oktober 1966 di Saratov, Rusia. Dia bukanlah orang yang terlahir dari orangtua kaya. Dia tumbuh di lingkungan keluarga menengah ke bawah.

Orangtuanya meninggal dunia tak lama setelah ia lahir, yang membuatnya menjadi yatim piatu pada usia dua tahun. Ia dibawa pamannya ke Ukhta. Sejak kecil, ia telah merasakan kerasnya kehidupan.

Abramovich mau tidak mau mengenal betapa berharganya uang sehingga ia belajar untuk menabung.  Singkat cerita, ia belajar di Industrial Institute di Ukhta sebelum direkrut menjadi Tentara Soviet

Melansir Famous Entrepreneurs, Abramovich memulai bisnis bernilai miliaran dolarnya selama ia dinas di militer. Ia menjual bensin curian kepada petugas di unit militernya. 

Pada 1987, ia mendapat 2.000 rubel yang merupakan hadiah pernikahannya dengan istri pertamanya, Olga Yurevna Lysova pada Desember 1987. Uang tersebut menjadi tiga kali lipat setelah ia berinvestasi dalam penyelundupan barang-barang black market.

Setelah itu, ia juga mulai berbisnis suku cadang mobil dan menjalankan bisnis ilegalnya pada 1988. Pada puncak gerakan politik reformasi Partai Komunis Uni Soviet pada akhir 1980-an atau dikenal sebagai perestroika, ia mendapat kesempatan untuk melegalkan bisnisnya.

Baca Juga: Mengenal Jerome Powell, Gubernur Bank Sentral AS yang Bukan dari Kalangan Ekonom

Abramovich kemudian membangun perusahaan mainan plastik. Dengan uang yang ditabungkan selama ini, ia menjual mainan dengan profit sangat minim dari apartemen kecilnya.

Meski begitu, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit memang benar-benar dirasakan oleh Abramovich. Keterampilan bisnisnya membuatnya mendapat banyak keuntungan.

Pada 1990-an, ketika kekayaannya meningkat, ia melikuidasi sekitar 20 perusahaan di berbagai sektor, termasuk ban dan perusahaan perekrut pengawal atau bodyguard.

Berdagang Minyak dan Jadi Gubernur

Pada 1992-1995, ia menyadari situasi pasar dengan berinvestasi di sejumlah industri, salah satunya minyak. Pada 1995, ia bertemu dengan Boris Berezovsky. Kedua segera bermitra untuk membeli saham di perusahaan minyak Sibneft seharga 100 juta dolar AS.

Abramovich pun mengakuisisi saham perusahaan yang membuat kekayaannya bersihnya mencapai sekitar 150 juta dolar AS. Harga saham melonjak, menghasilkan keuntungan jutaan dolar bagi dirinya dan rekannya.

Pada 2000, Berezovsky dituduh melakukan penipuan dan menjual sahamnya kepada Abramovich. Ia pun mengembangkan kerajaan bisnisnya. Setelah mencapai kesuksesan besar dengan Sibneft, ia mengincar industri aluminium Rusia, yang kala itu sangat menguntungkan. Perang Aluminium yang berlangsung memicu peristiwa berdarah agar bisa menguasai bisnis tersebut.

Ia muncul dan menggunakan kemampuan bisnisnya untuk mengambil alih bisnis aluminium di Rusia. Akibatnya, Abramovich menuai kontroversi atas tuduhan pembunuhan untuk menjadi yang teratas dalam Perang Aluminium.

Dia juga menerima tuduhan telah melakukan penipuan dan penyuapan. Rumor semakin berkembang setelah ditemukan fakta bahwa ia pernah ditangkap pada awal 1990-an karena diduga mencuri properti pemerintah.

Baca Juga: Kisah Pria India di Silicon Valley, Parag Agrawal dari Software Engineer hingga CEO Twitter

Meski penuh kontroversi, tapi Abramovich pernah menjadi orang terkaya di Rusia dan gubernur wilayah Chukotka, sebuah semenanjung tanah beku abadi di seberang Selat Bering.

Pada 2000 hingga 2008, ia adalah gubernur Chukotka. Ia menghabiskan sekitar 1 miliar dollar AS untuk membantu kesejahteraan di wilayah tersebut. Bisnisnya pun terus berkembang yang membuat Chukotka kedatangan banyak investor.

Sekolah dan rumah sakit juga banyak dibangun di era kepemimpinan Abramovich. Pada 2003, majalah bisnis Rusia bernama Expert, menobatkannya sebagai orang terbaik karena keahlian bisnisnya sekaligus bekerja sebagai gubernur.

Presiden Dmitri Medvedev menerima permintaan Abramovich untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Meski demikian, ia melanjutkan kegiatan amalnya di wilayah itu.

Membeli Chelsea FC

Melansir dari Sporting News, Roman Abramovich mengambil alih kepemilikan atas Chelsea FC pada Juni 2003. Melalui 100% kepemilikan saham di perusahaan induk Fordstam Limited di Inggris, ia membeli klub dari Ken Bates.

Sejak dibeli Abramovich, The Blues telah memenangkan 18 trofi, termasuk dua gelar Liga Champions, lima gelar di Liga Inggris, dan yang terbaru, klub asal London ini memenangkan Piala Dunia Antarklub 2022.

Selama kepemilikan Abramovich, Chelsea telah memiliki 14 pelatih atau manajer selama 19 tahun. Ia juga dikenal kerap mengganti pelatih hanya dalam waktu singkat, termasuk ketika merekrut Rafa Benitez dan Guus Hiddink.

Masa jabatan manajer terlama adalah Jose Mourinho, dengan tiga musim selama 2004-2007.  Investasi besar-besarannya di klub telah membangun Chelsea menjadi kekuatan dunia. 

Tapi di sisi lain, itu juga menimbulkan kerugian serius bagi klub. Laporan Front Office Sports, Chelsea memiliki utang sebesar 2 miliar dolar AS kepada Abramovich.

Kini, ia harus segera menjual Chelsea akibat dampak sanksi ekonomi, yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina. Ia juga menghadapi indikasi tentang pembekuan asetnya yang berbasis di Inggris.

Namun masih harus dilihat berapa harga yang dipatok untuk melepas Chelsea. Menurut Forbes, Chelsea bernilai 3,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp46 triliun pada 2021. Nilai tersebut meningkat dari yang sebelumnya sebesar 760 juta dollar AS pada 2012.

Fakta Lain

Mengutip dari Forbes, berikut sejumlah fakta lain tentang Roman Abramovich:

  • Abramovich punya kapal pesiar terbesar kedua di dunia, Eclipse. Kapal pesiar itu panjangnya 162,5 meter, dan diproduksi oleh Blohm + Voss Shipyards dan dikelola oleh Blue Ocean Yacht Management. Ia membeli Eclipse pada 2010 senilai 400 juta dolar AS.
  • Abramovich menjual 73% saham di perusahaan minyak Sibneft kepada raksasa gas milik negara, Gazprom, seharga 13 miliar dolar AS pada 2005.
  • Dia juga memberikan properti di New York senilai 90 juta dolar AS kepada mantan istrinya, Dasha Zhukova.
  • Visanya sebagai investor di Inggris berakhir pada April 2018. Namun, dia tidak bisa memperbarui visa tersebut, namun ia malah mendapat kewarganegaraan Israel.
Leave A Reply

Your email address will not be published.