Berita Nasional Terpercaya

Mengenal Alexey Mordashov, Orang Terkaya di Rusia Berjuluk “Sang Raja Baja”?

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

BERNAS.ID – Alexey Mordashov adalah orang terkaya di Rusia menurut Forbes pada 2021 dan berada di urutan 51 dunia. Kini, ia termasuk dalam daftar hitam oleh Uni Eropa akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Sejumlah negara seperti di Uni Eropa dan Amerika Serikat telah menerbitkan sanksi ekonomi kepada pengusaha, politisi, dan jurnalis yang dianggap dekat dengan Presiden Vladimir Putin, salah satunya Mordashov.

Forbes melaporkan, Mordashov dan keluarganya memiliki kekayaan bersih senilai 29,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp418 triliun.  Lalu, siapakah pria berjuluk “Raja Baja” ini? Berikut selengkapnya.

Berawal dari Seorang Akuntan

Mengutip dari situs Richest Russian, Mordashov lahir di Cherepovets , Vologda Oblast, Rusia pada 1965. Kedua orangtuanya bekerja di sebuah pabrik baja. Untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarganya memperoleh bantuan makanan berupa 200 gram mentega dan 400 gram sosis per bulan.

Baca Juga: Inilah Deretan Orang Terkaya di Rusia yang Dapat Sanksi dari Uni Eropa dan AS

Ia memperoleh gelar di bidang akuntansi dari Leningrad Engineering and Economics Institute yang kemudian dikenal dengan nama ENGECON. Pada 2001, ia mendapatkan gelar Master of Business Administration atau MBA dari Northumbria University di Inggris.

Awal kariernya dimulai pada 1988 ketika ia bekerja sebagai akuntan di pabrik baja di kota kelahirannya, sama dengan tempat orangtuanya bekerja. Suatu ketika, perusahaannya diprivatisasi dan menjadi perusahaan saham gabungan atau joint stock company bernama Severstal. Dia pun membeli saham di perusahaan tersebut.

Pada 1996, ia diangkat menjadi CEO perusahaan pada usia 31 tahun. Sejak itu, dia terus mengembangkan kerajaan bisnisnya dengan mengakuisisi perusahaan baja, pertambangan, dan batu bara.

Melansir Vyapaar Jagat, ia terpilih sebagai ketua Asosiasi Baja Dunia pada Oktober 2012. Sementara, Severstal merupakan salah satu dari 25 produsen baja terbesar di dunia.

Severstal bersaing dengan produsen baja Rusia lainnya seperti Evarz yang dikelola oleh Alexander Abramov dan Alexander Frolov, Novolipetsk milik Vladimir Lisin dan Alexey Lapshin, serta Magnitogorsk Iron and Steel Works milik Viktor Rashnikov.

Laporan The Guardian menyebutkan, Severstal pernah merilis buletin yang merinci tentang keandalan produk yang digunakan dalam produksi peralatan pertahanan Rusia, termasuk kendaraan lapis baja.

Mordashov menjadi CEO Severstal untuk waktu yang cukup lama, yakni selama 19 tahun. Dia memutuskan untuk mengundurkan diri pada 2015 dan kini menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan tersebut.

Ia membangun kerajaan bisnisnya dengan meluncurkan maskapai penerbangan Severstal Air. Melalui perusahaan induknya, Severgroup, sebuah perusahaan investasi swasta, ia melebarkan sayap ke bisnis telekomunikasi, media, engineering, dan pertambangan emas.

Dia juga memiliki saham dari salah satu perusahaan travel terbesar di dunia, TUI Group. Dia mulai berinvestasi di TUI pada 2007, dan telah menjadi komite pengawas perusahaan tersebut sejak 2016.

Baca Juga: Jual Chelsea Imbas Perang Rusia-Ukraina, Ini Profil Konglomerat Roman Abramovich

Sepanjang 2021, dia membeli saham TUI Group beberapa kali hingga menghabiskan jutaan dolar. Kini, keluarganya memiliki 34% kepemilikan saham di perusahaan itu.

Pada 2013, Mordashov membeli setengah dari saham Tele2 Russia, perusahaan telepon seluler terbesar keempat di Rusia. Dia juga Ketua Dewan Komisaris Nordgold and Power Machines, sebuah perusahaan pembuat mesin listrik.

Seperti halnya dengan orang-orang terkaya lainnya, ia diketahui memiliki sebuah jet pribadi dan setidaknya sebuah kapal pesiar mewah. Laporan Reuters menyebutkan, kepolisian Italia telah menyita sebuah kapal pesiar milik Mordashov pada pekan lalu.

Kapal pesiar bernama “Lady M” dengan tinggi 65 meter itu disita di Pelabuhan Imperia, Italia. Lady M diproduksi oleh produsen kapal asal Amerika Serikat, Palmer Johnson pada 2013. Harga Lady M dilaporkan mencapai 27 juta dolar AS.

Sementara itu, pesawat pribadinya pada beberapa pekan lalu diketahui terbang dari Seychelles ke Moskow. Meski demikian, tidak diketahui siapa yang berada di dalam pesawat tersebut.

The Guardian menyebutkan, pada Kamis (24/2/2022), telah mengundang beberapa pebisnis Rusia dalam sebuah pertemuan di Kremlin. Pesawat pribadi Mordashov, Bombardier Global 6000, diketahui mampu membawa 14 penumpang.

Kedekatan dengan Pemerintah Rusia

Mordashov termasuk salah satu dari sekian banyak oligarki yang terkait dengan pemerintah Rusia dan masuk daftar hitam sanksi dari Uni Eropa. Melansir USA Today, Uni Eropa menilai Mordashov telah mengontrol stasiun televisi yang mempromosikan kebijakan Putis atas invasi ke Ukraina.

Mordashov juga pemegang saham di Rossiya Bank, yang dituding menjadi “bank pribadi” para pejabat senior Rusia, yang memperoleh keuntungan dari pendudukan Rusia di Krimea beberapa tahun lalu.

Meski demikian, dia menyangkal terlibat dalam politik Rusia dan hanya andil dalam masalah ekonomi secara global. Dalam sebuah pernyataan, Mordashov bahkan tidak mengerti mengapa dirinya menerima sanksi di Uni Eropa. Dia bahkan meminta agar perang Rusia di Ukraina segera diakhiri.

“Saya sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketegangan geopolitik yang sedang terjadi,” ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian.

“Kita harus melakukan segala yang diperlukan agar jalan keluar dari konflik ini bisa ditemukan dalam waktu dekat dan pertumpahan darah berhenti,” imbuhnya.

Baca Juga: Kisah Volodymyr Zelensky, dari Pelawak hingga Jadi Presiden Ukraina

Akibat sanksi yang diterbitkan Uni Eropa, Severstal menghentikan pengiriman produk ke Eropa. Sebagai informasi, perusahaan tersebut menjual 2,5 ton baja per tahun ke Eropa.

Sementara itu, dalam laman resminya, TUI Group menyatakan sanksi yang diterima Mordashov adalah sebagai pribadi. Sanksi tersebut tidak berdampak pada perusahaan tersebut.

Sanksi membuat kepemilikan modal Mordashov akan dibekukan dan dia kehilangan hak atas dividen. Meski demikian, ia tetap memegang 34% saham di TUI Group. Ia pun mengundurkan diri dari dewan komisaris TUI Group.

Leave A Reply

Your email address will not be published.