Berita Nasional Terpercaya

Pemerintah Putuskan Perpanjang Masa Kedaluwarsa 18 Juta Dosis Vaksin

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa kadaluarsa 18 juta dosis vaksin Covid-19. Jutaan vaksin tersebut merupakan stok vaksin yang seharusnya disuntikkan bulan Februari 2022.

Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan, keputusan Pemerintah memperpanjang masa kedaluwarsa 18 juta vaksin Covid-19 dilakukan dengan kehati-hatian. “Di bulan Februari lalu sekitar 4 juta dosis berhasil digunakan sebelum mencapai tenggat kedaluwarsa. Sementara, sisa dosis yang belum disuntikkan berhasil diurus perpanjangan kedaluwarsanya,” tuturnya, Jumat (11/3/2022).

Baca Juga Wamenkes Mengimbau Masyarakat untuk Segera Lakukan Vaksinasi Booster

Lanjut tambahnya, proses memperpanjang kadaluarsa dilakukan dengan berdiskusi dahulu dengan pakar dan pabrik obat secara mendalam. Setelah itu, pihaknya baru dapat memutuskan perpanjangan kedaluwarsa. “Melalui diskusi dengan pakar dan pabrik obat secara mendalam sehingga tidak/layak dan lolos uji perpanjangan kedaluwarsa ini bisa ditentukan,” kata dia.

Meski begitu, ia menekankan perpanjangan masa kedaluwarsa vaksin bukan lah solusi utama. Menurutnya, supaya itu dilakukan agar stok vaksin yang ada tidak terbuang begitu saja. “Perlu saya tekankan upaya perpanjangan batas perpanjangan vaksin bukan solusi utama. Upaya ini dilakukan semata mata agar stok vaksin yang sudah ada ini tidak terbuang sia-sia,” jelas dia.

“Kunci utama penggunaan vaksin yang baik dengan distribusi ke masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga Kemenkes Ijinkan Warga Booster Setelah 3 Bulan dari Vaksinasi Kedua

Capaian vaksinasi Indonesia per Kamis (10/3/2022) Pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 192.776.961 orang telah menerima suntikan dosis pertama. Sementara itu, 149.793.531 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 92,56 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 71,92 persen. (jat) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.