Berita Nasional Terpercaya

Jumlah Penghuni Shelter Pasien COVID-19 di Kota Jogja Menurun Tajam

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja melaporkan jumlah penghuni selter pasien COVID-19 yang berada di Shelter Rusunawa Bener, Tegalrejo menurun drastis seiring dengan berkurangnya penyebaran kasus di wilayah setempat. Per Senin (21/3/2022) kemarin, hanya ada 10 pasien yang tercatat menjalani isolasi mandiri (isoman) di tempat itu. 

“Sekarang kondisinya lebih banyak petugas dari pada pasien. Hanya ada 10 pasien yang sekarang tercatat dari kapasitas 84,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kota Jogja, Okto Heru Santosa, Selasa (22/3/2022).

Baca juga: Begini Perkembangan Kondisi Shelter COVID-19 Jogja

Okto menjelaskan, tren penularan COVID-19 di wilayahnya sudah terlihat sejak akhir Februari sampai dengan awal Maret ini. Hal ini tentunya berdampak pada tingkat keterisian selter yang dioperasionalkan. Pihaknya optimistis bahwa kondisi ini akan tetap berlangsung jika masyarakat tetap mendukung upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19. 

Sementara, kondisi puncak kasus gelombang ketiga disebut terjadi pada pekan kedua dan ketiga Februari lalu. Pada rentang periode itu, Satgas COVID-19 setempat bahkan memutuskan untuk membuka tower dua shelter Bener dengan kapasitas yang sama karena jumlah pasien COVID-19 melonjak dan kondisi tower satu yang penuh. 

“Yang tower dua itu maksimum terisi itu dua lantai yang lantai 3 dan 2. Bahkan yang tower satu sempat mengantre sebanyak 29 orang,” ujar dia. 

Okto menambahkan, meski jumlah kasus COVID-19 sudah melandai namun upaya pelacakan dan pengetesan tetap dimaksimalkan oleh petugas. Pihaknya menggunakan skema pasif dan aktif dalam menjalankan pelacakan dan pengetesan kepada pasien terkonfirmasi COVID-19. 

Baca juga: Sultan Tinjau Kesiapan Shelter Covid-19 di Tegalrejo

“Kami pasif kalau ada laporan dan aktif dalam menindaklanjuti. Misalnya ada orang yang positif kemudian petugas menelusuri data kontak erat dan lain sebagainya lewat form pelacakan, dari sana akan dilihat seminggu terakhir ketemu siapa dan kondisinya bagaimana dalam ruang tertutup atau luar. Akhirnya bisa diputuskan intervensinya,” katanya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.