Berita Nasional Terpercaya

Akuntansi Keperilakuan: Pengertian, Manfaat, dan Penerapannya di Perusahaan

0

Bernas.id – Beragam ilmu akuntansi semakin hari semakin berkembang dan berkombinasi dengan bidang ilmu lainnya, salah satunya dengan ilmu sosial. Ilmu akuntansi yang berhasil berkombinasi dengan ilmu sosial ini yaitu disebut akuntansi keperilakuan.

Jenis akuntansi keperilakuan saat ini dibutuhkan di dalam perusahaan untuk menjaga keseimbangan selama kegiatan operasional berlangsung. Pasalnya, perilaku karyawan sangat menentukan kinerja perusahaan.

Lantas, apa itu akuntansi keperilakuan dan bagaimana penerapannya di perusahaan? Berikut akan dijelaskan tentang akuntansi keperilakuan dan kelengkapannya.

Baca juga: Inilah 10 Jenis Ilmu Akuntansi yang Ada di Perusahaan

Pengertian Akuntansi Keperilakuan

Pengertian Akuntansi Keperilakuan

Luasnya ilmu akuntansi yang terdiri dari beragam jenis tentu membuat ilmu tersebut mampu berkombinasi dengan bidang ilmu lainnya, salah satunya yaitu ilmu sosial. Hasil kombinasi antara ilmu akuntansi dan ilmu sosial yaitu akuntansi keperilakuan.

Dalam hal ini, perilaku manusia dapat dilihat melalui data-data akuntansi yang tersedia. Ilmu akuntansi ini juga memberikan pengaruh bagi perilaku manusia di perusahaan, khususnya ketika terjadi pengambilan suatu keputusan atau kebijakan terkait bisnis atau usahanya. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa akuntansi ini mempelajari tentang keterkaitan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi yang berlaku.

Baca juga: Akuntansi Lingkungan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Penerapannya

Ruang Lingkup Akuntansi Keperilakuan

Ilmu akuntansi keperilakuan tentunya harus melibatkan perilaku seseorang ketika mengambil suatu keputusan di perusahaan. Lalu, terdapat pula ruang lingkup yang berkaitan dengan akuntansi ini, yaitu:

1. Mengkaji Perilaku Manusia terhadap Lingkungan Perusahaan

Cabang ilmu akuntansi yang satu ini berfungsi untuk mengkaji tingkah laku manusia terhadap konstruksi, bangunan, dan sistem informasi akuntansi yang diterapkan di perusahaan. Dalam hal ini dapat dilihat bagaimana perilaku manusia dapat mempengaruhi pengendalian akuntansi serta kondisi perusahaan.

2. Mengkaji Pengaruh Sistem Akuntansi terhadap Tindakan Manusia

Dalam lingkup ini berarti melihat langsung pengaruh kinerja, produktivitas, kerjasama, serta pengambilan keputusan perusahaan.

3. Menjelaskan dan Memperediksi Perilaku Manusia

Ruang lingkup dari akuntansi lingkungan juga berfungsi untuk menjelaskan dan memprediksi tingkah laku manusia dan juga membuat strategi baru atas perilaku tersebut. Dengan begitu, akuntansi keperilakuan ini akan bermanfaat untuk mempengaruhi perilaku manusia dan mengatasi resistensi terhadap perilakunya.

Baca juga: Pengertian Akuntansi Perbankan, Prinsip, dan Manfaatnya

Aspek Akuntansi Keperilakuan

Aspek Akuntansi Keperilakuan

Ilmu akuntansi ini sangat penting untuk diperhatikannya aspek-aspek yang berkaitan, beberapa di antaranya yaitu:

1. Teori Organisasi dan Keperilakuan Manajemen

Teori organisasi ini membahas tentang komponen perilaku yang ada dalam perusahaan. Kemudian, teori ini juga membahas tentang perilaku manusia yang menjadi dasar atas berbagai tindakan yang dilakukan selama di perusahaan. Interaksi antar elemen juga kerap kali mendukung untuk mencapai tujuan perusahaan ke depan.

Tujuan dari adanya organisasi dalam perusahaan yaitu memperoleh hasil berupa proses dalam mempengaruhi setiap elemen atau divisi. Hal ini nantinya juga akan menghasilkan motivasi serta komitmen dalam organisasi perusahaan.

2. Penganggaran dan Perencanaan

Aspek penganggaran dan perencanaan dalam perusahaan juga harus diperhatikan dengan baik. Hal ini sangat berguna untuk melihat interaksi antar masing-masing individu yang ada. Segala hal terkait penganggaran, kesulitan dalam mencapai tujuan, serta konflik di perusahaan ini merupakan sesuatu hal yang harus diperhatikan juga. Hal tersebut diharapkan nantinya akan memperoleh keselarasan antara tujuan perusahaan dan masing-masing individu. Dengan begitu, kedua hal yang selaras ini akan menjadi tombak dalam pengembangan dan kemajuan perusahaan.

Baca juga: Sistem Akuntansi di Perusahaan: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Contohnya

3. Pengambilan Keputusan

Terdapat tiga (3) jenis pengambilan keputusan yang harus diketahui, yaitu model normative, paradox, dan deskriptif. Model normatif ini merupakan suatu tindakan pengambilan keputusan yang di ambil oleh seseorang karena keadaan yang seharusnya untuk dilakukan itu.

Lain halnya dengan model paradox yang membahas kebalikan dari model normative, yaitu tindakan pengambilan keputusan yang tidak sesuai dengan keadaan yang seharusnya. Kemudian, model deskriptif ini merupakan tindakan pengambilan keputusan yang melihat keadaan seseorang dengan fakta yang ada. Informasi yang di dapat inilah yang nantinya dijadikan sebagai dasar informasi akuntansi.

4. Pengendalian

Besarnya nilai pengendalian ini berbanding lurus dengan perusahaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengendalian di perusahaan akan seimbang seiring dengan laju perkembangan perusahaan. Aspek ini juga berhubungan dengan adaptasi masing-masing individu terhadap lingkungan sekitarnya.

Poin penting yang perlu diperhatikan dalam aspek ini yaitu adanya struktur organisasi atau perusahan yang jelas, hirearki administrasi, serta pengendalian internal. Hingga saat ini, lingkungan menjadi kunci yang berperan dalam pengendalian selama kegiatan operasional perusahaan.

5. Pelaporan Keuangan

Aspek perilaku yang berkaitan dengn pelaporan keuangan ini dapat berupa perataan laba, informasi akuntansi yang andal, hingga informasi akuntansi kepada investor.

Baca juga: Akuntansi Internasional: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi, dan Perkembangannya

Manfaat Akuntansi Keperilakuan

Manfaat Akuntansi Keperilakuan

Ilmu akuntansi keperilakuan ini sangat memberikan manfaat bagi manajer ataupun pemilik perusahaan itu sendiri agar dapat mengambil keputusan dengan baik di perusahaannya. Dalam hal ini dapat dilihat bagaimana proses pengambilan keputusan yang baik serta didasarkan pada laporan keuangan dan sistem akuntansi yang ada.

Sementara itu, data akuntansi yang ada tentu akan sangat berpengaruh besar bagi manajer perusahaan untuk mengambil suatu keputusan dengan bijak. Pasalnya, data tersebut merupakan unsur utama dalam pengelolalaan informasi akuntansi keperilakuan.

Baca juga: Program Beasiswa Calon Pengusaha di Universitas Mahakarya Asia

Contoh Penerapan Akuntansi Keperilakuan

Beberapa contoh penerapan bidang ilmu akuntansi keperilakuan ini yaitu:

1. Pengambilan Keputusan oleh Akuntan dan Auditor

Perusahaan akan melihat data-data akuntansi yang nantinya akan memberikan pengaruh bagi manajer perusahaan dalam mengambil keputusan.

2. Pengaruh Akuntansi Keperilakuan Terhadap Fungsi Sistem Akuntansi

Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh tim manajemen perusahaan tentu akan memberikan pengaruh bagi sistem akuntansi yang dijalankan.

3. Hasil Akuntansi Keperilakuan Berpengaruh Bagi Perusahaan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, akuntansi ini akan memberikan pengaruh bagi manajer perusahaan untuk mengambil suatu keputusan dengan bijak.

Baca juga: Uniknya Kampus Pengusaha UNMAHA, Rekomendasi Para Pengusaha Sukses

Kesimpulan

Akuntansi keperilakuan ini berfokus untuk membahas tentang segala tindakan dan perilaku yang dilakukan oleh masing-masing individu selama kegiatan operasional perusahaan. Beragam aspek dan manfaat dapat diperhatikan dengan baik terkait penerapan akuntansi ini di perusahaan. Hasil dan data-data akuntansi yang diperoleh nantinya dapat bermanfaat bagi para manajer perusahaan untuk mengambil suatu keputusan dengan bijak.

Baca juga: Begini Alasan Lulusan Akuntansi UNMAHA Banyak Dicari Job Seeker

Leave A Reply

Your email address will not be published.