Berita Nasional Terpercaya

Disperindag Sleman Pantau Kebutuhan Pokok yang Mulai Naik

3

SLEMAN, BERNAS.ID – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman mewaspadai kenaikan sejumlah kebutuhan pokok, seperti tepung terigu, daging, dan gula. Disperindag juga terus memantau distribusi minyak curah di Sleman.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi mengatakan, harga-harga kebutuhan pokok di Sleman masih wajar dan terjangkau. Ia mengatakan harga daging sapi di pasar mulai naik dengan kenaikan harga yang masih wajar, tidak drastis. “Kemarin kami pantau masih 130.000 per kilogram, paling mentok 140.000 kilogram, itupun daging yang premium,” tuturnya, Senin (18/4/2022).

Ia menyebut justru harga daging ayam malah turun. “Hari ini turun dari Rp24.000 sekian ke Rp23.000. Yang naik hari ini terigu, Rp10.000/Kg, naiknya 500-an rupiah karena banyak kebutuhan membuat kue. Kalau (bahan pokok-red) yang lain masih normal,” tuturnya.

Baca Juga Kemenag Merancang Manasik Haji Melalui Metaverse

Mae mengatakan, saat ini pihaknya juga mulai mewaspadai kenaikan gula pasir sehingga perlu dilakukan pemantauan. Ia mengatakan saat ini harga gula pasir berada di kisaran Rp14.000/Kg, naik 200 rupiah dari harga sebelumnya Rp13.800 per kilogram beberapa waktu lalu.

Terkait minyak goreng curah, Mae mengatakan, adanya dua distributor besar di Sleman yang akan mendapat pasokan puluhan ton minyak goreng. “Minyak goreng hari ini di beberapa pasar aman. Kemudian di salah satu distributor, Ayunda, hari ini masuk 30 ton minyak goreng curah. Besok dijanjikan lagi ada sekitar 18 ton,” tuturnya.

Selain Ayunda, Mae juga menyebut distributor minyak goreng curah Arista akan mendapatkan pasokan sebanyak delapan ton, kemudian disusul besok masuk lagi sebanyak 20 ton. Ia berharap minyak goreng itu bisa terdistribusi ke pasar-pasar tradisional.

Baca Juga Inilah Syarat Haji 2022 Dan Daftar Vaksin Yang Diakui Arab Saudi

Menurutnya, pasokan tambahan stok minyak goreng curah tersebut membantah informasi terkait kelangkaan minyak goreng curah. “Masih ada. Tidak sebanyak dulu tetapi masih ada. Hari ini lancar, tapi memang di beberapa pasar masih dijual di atas HET karena memang keterbatasan,” tuturnya.

Di pasar tradisional, Mae menyebut minyak goreng curah dibandrol harga Rp14.000 per liter. Ia pun tak memungkiri sejumlah pedagang masih menjual dengan Rp16.000 atau Rp17.000 per liternya. “Kalau distributor jualnya di bawah Rp14.000,” ujarnya.

Mae Rusmi juga membenarkan saat ini sudah terlihat adanya peralihan penggunaan minyak goreng oleh masyarakat dari minyak goreng kemasan ke minyak goreng curah. Namun, ia tidak memiliki data dalam statistik yang menggambarkan kondisi tersebut.

Menurutnya, Pemkab Sleman terus berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk menjalankan upaya pengendalian harga bahan pokok. “Sepanjang masih wajar, kami ikuti harga pasar,” ucapnya.

Ia meminta masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan sesuai yang dibutuhkan, agar harga tidak melonjak tinggi dan stok di pasar aman. (jat)

3 Comments
  1. […] Baca Juga Disperindag Sleman Pantau Kebutuhan Pokok Yang Mulai Naik […]

  2. […] Baca Juga Disperindag Sleman Pantau Kebutuhan Pokok Yang Mulai Naik […]

  3. […] Baca Juga Disperindag Sleman Pantau Kebutuhan Pokok Yang Mulai Naik […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.