Berita Nasional Terpercaya

2 Tahun Dirumahkan Karena Pandemi, Puluhan Karyawan Jogja Bay Minta Kejelasan

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Karena pandemi Covid-19 yang melanda, puluhan karyawan Jogja Bay yang sudah dirumahkan sejak bulan April 2020, menggelar aksi dan doa bersama di depan tempat wisata yang berlokasi di Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, Jumat (22/4/2022) siang.

Ketua Serikat Pekerja Sejahtera Mandiri Jogja Bay Water Park (Spektram JBW) Edi Yulianto, menyampaikan beberapa tuntutan yang ditujukan kepada manajemen PT Taman Wisata Jogja selaku pengelola Jogja Bay Water Park.

“Disini kami minta kejelasan dari pihak manajemen. Apakah kami akan dipekerjakan kembali atau tidak. Kalau tidak dipekerjakan kembali, maka kompensasi hak-hak kami yang belum dibayarkan harus diselesaikan terlebih dahulu,” kata Edi.

Baca Juga : Pemkot Jogja Siapkan Rp24 Miliar Untuk THR ASN 2022

Edi mengaku selama dirumahkan tanpa kejelasan ini, dia bersama teman-teman lainnya tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR). “Baik THR tahun 2021, dan THR tahun 2022 ini,” imbuh Edi.

Edi mengatakan, pihak Jogja Bay juga telah melakukan tunggakan pembayaran BPJS. Dia juga menegaskan, apabila manajemen PT Taman Wisata Jogja tidak menanggapi tuntutan puluhan karyawan Jogja Bay tersebut, pihaknya akan mengerahkan massa yang lebih banyak untuk menggelar aksi serupa.

Baca Juga : Federasi Buruh Indonesia Minta Pengusaha Patuhi SE Menaker Tentang Pemberian THR

“Apabila tuntutan kami ini tidak mendapatkan respon atau jawaban dari manajemen PT Taman Wisata Jogja, maka kami bersama serikat kerja kami yaitu Federasi Buruh Indonesia (FBI) akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi,” terangnya.

Sementara itu, pihak Manajemen PT Taman Wisata Jogja ketika dikonfirmasi seusai aksi tersebut tidak berhasil ditemui, karena menurut keterangan petugas keamanan setempat bahwa seluruh karyawan manajemen telah pulang karena sudah selesai jam bekerjanya. “Untuk manajemen semuanya sudah pulang,” tuturnya. (cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.