Berita Nasional Terpercaya

25 Perupa Lintas Generasi Pameran Bersama di Tirtodipuran Link

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kohesi Initiatives menggelar “On Connectivity”, sebuah pameran seni bersama, di Tirtodipuran Link, Yogyakarta. Pembukaan pameran digelar Jumat, 22 April 2022 petang.

Yang menarik dari pameran ini adalah menghadirkan banyak seniman muda dengan berbagai karakter lukis. Mereka adalah Abenk Alter, Addy Debil, Agugn, Andy Dewantoro, Bunga Yuridespita, Citra Sasmita, Darbotz, Dede Cipon, Dian Suci Rahmawati, Dwiky KA, Eddy Susanto, Enka Komariah, Erwin Windu Pranata, Etza Meisyara, Evi Pangestu, Farley Del Rosario, Fatoni Makturodi, I Made Agus Saputra, Ipeh Nur, Jim Allen Abel, Laksamana Ryo, Mr. S (Mark Santos), Mujahidin Nurrahman, Rendy Raka Pramudya, dan Riono Tanggul.

Sebanyak 25 perupa lintas generasi dan latar belakang ini mencoba menggarisbawahi hubungan manusia dan berbagai subjek di sekitar mereka seperti kesadaran kolektif, habitat, sejarah, dan alam semesta.

On Connectivity menampilkan lebih dari 30 karya dengan berbagai teknik dan medium eksploratif yang berperan sebagai lapisan hubungan antara galeri, perupa, dan audiens.

Pada catatan pameran Mencari Makna dalam Keterhubungan, Rifda Amalia, memaparkan lima subjudul; Mengekspresikan Kesadaran Kolektif, Menghuni Ruang dan Lingkungan,
Mengamati Perubahan dalam Waktu, Berkomunikasi dengan Kosmos, dan Terlibat dengan Audiens.

Masing-masing menitikberatkan pada kecenderungan perupa dalam memahami, memaknai, hingga mengekspresikan ragam hubungan manusia dengan orang lain, waktu, hingga persoalan kontemporer. Lebih jauh, Rifda mencatat hubungan manusia dengan waktu yang kerap menemui jalan terjal.

“Manusia berupaya mengabadikan cerita dan pengetahuan untuk melawan kejamnya waktu,” terangnya.

Baca juga: Pameran Lukisan dan Mural Unik Bertema Panji-Panji

Karya Citra Sasmita dalam pameran 'On Connectivity' di Tirtodipuran Link (foto: Deny Hermawan)
Karya Citra Sasmita dalam pameran ‘On Connectivity’ di Tirtodipuran Link (foto: Deny Hermawan)

 

Salah satu perupa, Citra Sasmita, lewat karyanya seri Ghost of Paradise yang dilukisnya dalam kain, mencoba membayangkan kontekstualisasi ulang

Kakawin Bali dengan menceritakan ritus peralihan, perang, dan seksualitas dengan perempuan sebagai karakter utamanya.

Pendekatan yang berbeda terasa pada karya Dian Suci Rahmawati, Who is South, North, and Lord, Hidden Terms of Compliance, dan Be Mad The Pain Deepens Us. Dominasi warna merah pada lukisannya dan figur orang-orang yang mengangkat kursi kosong, menggambarkan kekuatan rakyat (kesadaran kolektif) yang muncul di saat krisis, bahkan tanpa dukungan dari negara.

Baca juga: Charity 94”, Pameran Seni Untuk Kemanusiaan Dari Seniman Seangkatan

Sementara itu, karya lainnya menampung berbagai makna hubungan yang kemudian membentuk pengetahuan dan menjadi titik berangkat manusia dalam memahami dunia.

Setiap karya membuka ruang tanpa batas yang membuat audiens menjalin hubungan dengan karya, dan selanjutnya dengan perupa, tanpa kesalahpahaman.

Acara pameran yang cukup semarak ini dapat dinikmati di Tirtodipuran Link hingga 12 Juni 2022. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.