Berita Nasional Terpercaya

Densus 88 Sebut Ada Dua Cara untuk Sebarkan Ideologi NII

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut ada dua cara untuk dapat menyebarkan ideologi Negara Islam Indonesia (NII) ke masyarakat saat ini. Penyebaran dilakukan dengan baiat dan garis keturunan.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan, pemikiran pendirian negara berdasarkan syariat Islam disebarkan secara turun temurun dari generasi ke generasi oleh pimpinan kelompok itu.

“Mereka mengaku sebagai NII garis putih atau NII putih gitu ya. Mereka yang lurus, tegak dengan Kartosuwiryo. Ada garis keluarga atau dari kampung,” kata Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga Densus 88 Sebut 16 Terduga Teroris Di Sumbar Terafiliasi NII

Fakta-fakta itu terungkap usai Densus 88 meringkus 16 tersangka terorisme dari kelompok NII wilayah Sumatera Barat dan lima lainnya di Tangerang Raya pada Maret lalu.

Aswin mengatakan ada beberapa tersangka NII yang berada dalam satu garis keluarga Kartosuwiryo.Namun, ia belum dapat menjelakan secara rinci mengenai hal tersebut. Ia mengatakan bahwa penyidik Detasemen berlambang burung hantu itu masih melakukan pengembangan penyidikan.

“Bukan cuma keluarganya Kartosuwiryo. Kan, dulu mereka banyak pengikutnya. Jadi pengikut-pengikutnya itu sendiri masih ada,” tuturnya.

Baca Juga Polri Lipatgandakan Personil Dan Anggaran Densus 88

Selain itu, Aswin mengatakan bahwa terdapat cara lain penyebaran ideologi NII. Yakni, mereka melakukan perekrutan dan diikuti dengan baiat atau sumpah setia kepada organisasi.

Perekrutan itu dilakukan lewat empat tahap yang disebut sebagai pencorakan. Kegiatan itu diberi kode P1, P2, PL/P3 dan P4. Dimana, setiap calon pengikut NII akan diberi materi dan pemahaman terkait syariat Islam.

Menurut Aswin, mereka juga memiliki tata cara ibadahnya tersendiri untuk pencorakan. Kemudian, akan diikuti dengan kegiatan menghafal materi dan sejarah perjuangan umat Islam. “Dan beberapa nilai-nilai ‘keislaman’ versi NII,” ucapnya.

“Setiap calon warga juga akan melalui tiga tahap baiat yaitu baiat jemaah imammah, baiat NII/Kenegaraan, dan baiat perjuangan,” imbuh Aswin.

Nantinya, kata Aswin, anggota NII juga dapat diangkat sebagai pengurus atau pejabat dengan ditandai baiat kepengurusan.

Kartosuwiryo merupakan tokoh Islam yang aktif di Masyumi pada era Orde Lama. Ia kerap mempopulerkan pemikiran ideologi Islam dalam pergerakannya lewat Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) sejak tahun 1930-an. Namun, pergerakannya semakin ekstrem hingga akhirnya membentuk NII. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.