Berita Nasional Terpercaya

5000 Wirausaha ‘Paten’ Indonesia Ditemukan

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Proses penjaringan Program Patenpreneur yang merupakan akronim dari ‘Pahlawan Tumpuan Ekonomi Negeri’ telah usai dan berhasil menjaring ribuan entrepreneur muda Indonesia. Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI melalui Deputi Bidang Kewirausahaan ini diadakan untuk mendukung target pemerintah di tahun 2024 yang tercapainya rasio kewirausahaan sebesar 3,95%, atau 17,45 persen dari seluruh pelaku UMKM.

“Sangat membanggakan melihat antusiasme para entrepreneur muda Indonesia dalam mengikuti proses penjaringan Program Patenpreneur yang sudah dibuka selama sebulan terakhir ini, sampai akhirnya terkumpul ribuan peserta yang siap mengikuti seleksi dan menjadi bagian dari peserta Program Patenpreneur di tahun 2022 ini,” ujar Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah.

Azizah menjelaskan, program Patenpreneur memiliki tiga kategori wirausaha dengan kriteria yang berbeda. Pertama, Calon Wirausaha dimana memiliki ide yang inovatif, memiliki gambaran awal model bisnis dan memiliki modal awal untuk memulai usahanya (di skala awal).

“Kedua, Wirausaha Pemula yaitu wirausaha yang telah memiliki penjualan atau pengguna aktif, telah atau berencana memiliki badan hukum; dan yang ketiga, adalah Wirausaha Mapan, yaitu seorang yang memiliki usaha telah berjalan minimal 3,5 tahun, berencana melakukan ekspor atau peningkatan skala usaha secara signifikan (membuat pabrik, meningkatkan volume produksi, dan lain sebagainya),” jelas Siti Azizah.

Baca Juga : Tidak Semua Orang Yang Memiliki Entrepreneur Skill Menjadi Pebisnis

Lebih dari itu, ada dua metode yang digunakan dalam program ini dalam mengajarkan para wirausaha ini untuk bisa mencapai tujuannya, yakni: Konsultasi Bisnis, bertujuan membantu wirausaha yang sudah berjalan usahanya dalam menyelesaikan suatu masalah yang spesifik dengan cara difasilitasi sesi konsultasi dengan seorang pakar; dan Pendampingan Usaha merupakan pembinaan terstruktur selama dua bulan untuk membantu wirausaha memulai atau mengembangkan usahanya.

“Program Patenpreneur yang sudah memasuki tahap kedua ini, ini akan berlangsung melalui lima tahapan dengan target peserta sebanyak 3.700 wirausaha, dengan rincian 3.000 wirausaha akan mendapatkan Pendampingan Usaha dan 700 wirausaha lainnya akan mendapatkan Konsultasi Bisnis. Adapun klasifikasi tematik wirausaha yang akan mengikuti program tersebut adalah wirausaha sosial, wirausaha teknologi, wirausaha perempuan, wirausaha pemuda, dan wirausaha desa. Hal ini tentu sesuai dengan arahan Perpres tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional,” jelasnya.

Baca Juga : Donni Prabowo, Entrepreneur Muda Pegiat Ekosistem Startup Lokal

Lima tahapan dari Program Patenpreneur ini adalah:

1. Open Call atau Penjaringan Peserta: penjaringan wirausaha paten.

2. Penilaian (Assessment) Wirausaha: proses seleksi dan penyaringan calon wirausaha paten dengan menggunakan instrumen assesment khusus untuk mengukur jiwa kewirausahaan calon peserta program.

3. Penyelenggaraan Kegiatan Inti: kegiatan Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Usaha.

4. Evaluasi dan Klasifikasi Peserta: berdasarkan strategi keberlanjutan yang dibutuhkan untuk dapat terus berkembang.

5. Rekomendasi Keberlanjutan: peserta selanjutnya akan disalurkan ke berbagai program lanjutan untuk memastikan adanya keberlanjutan program seperti terhubung dengan Lembaga Inkubator, Akses Pembiayaan, Kolaborasi Rantai Pasok, Akses Pasar baik melalui internal Kementerian Koperasi dan UKM maupun Kementerian/Lembaga terkait serta Program Kewirausahaan Dunia Usaha, Industri dan Pendidikan.

“Memasuki tahap kedua dari program ini, kami percaya bahwa Program Patenpreneur ini dapat melahirkan agent of change di antara generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan tinggi, inovatif, memiliki keinginan untuk tumbuh secara berkelanjutan, dan mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.

“Semoga antusiasme positif para entrepreneur muda Indonesia ini, mampu meningkatkan rasio kewirausahaan sehingga berdampak pada tumbuh berkembangnya perenonomian Indonesia,” pungkasnya. (cdr)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.