Berita Nasional Terpercaya

Gubernur BI Beberkan Peran Indonesia di Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Pertemuan kedua Menteri Keuangan dan Gubernur  Bank  Sentral (Finance Ministers and Central Bank Governors/FMCBG) G20 telah selesai pada pekan lalu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, dalam gelaran pertemuan tersebut, negara anggota G20 membahas sejumlah agenda penting berkaitan dengan penguatan koordinasi dalam mengatasi kondisi global yang saat ini dibayang-bayangi ketidakpastian.

“Alhamdulillah Indonesia dapat menyumbangkan kesepakatan-kesepakatan di dalam sidang ini,” ujar dia, dalam video yang diunggah Bank Indonesia, dikutip Senin (25/4/2022).

Baca juga: Gubernur BI: Inflasi Jadi Masalah Serius Negara Berkembang

Lebih lanjut Perry bilang, Indonesia berperan dalam melakukan koordinasi negara anggota G20, dengan tujuan mendukung tren pemulihan ekonomi global sekaligus menjaga stabilitas.

“Yaitu koordinasi dalam normalisasi kebijakan-kebijakan negara maju,” katanya.

Melalui koordinasi tersebut, Perry menambah, terdapat tiga kesimpulan utama yang diambil oleh para negara anggota G20.

Pertama, negara-negara maju sepakat untuk melakukan normalisasi kebijakan dengan perhitungan, perencanaan, dan komunikasi yang baik.

“Sehingga dampak terhadap ekonomi global dan negara emerging market dapat diantisipasi secara baik, baik oleh negara maupun pelaku pasar,” ujar Perry.

Kemudian, kesimpulan penting lainnya ialah penguatan kebijakan-kebijakan di negara maju, dengan dukungan dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) serta Bank for International Settlements.

Penguatan kebijakan dilakukan dengan tidak hanya berfokus pada suku bunga saja, tapi juga kebijakan yang berkaitan dengan pengaturan manajemen aliran modal asing.

Terakhir, penguatan dan peningkatan dukungan dari IMF, khususnya bagi negara-negara berkembang terbelakang (least developed countries) dan emerging market.

“Apa yang dilakukan? Yaitu membuat Resilience and Sustainable Trust Fund,” kata Perry.

Baca juga: Festival Ekonomi Dan Keuangan Digital Indonesia Digelar, Seperti Apa Di Jogja?

Adapun dana untuk dana tersebut digalang melalui dana hak penarikan khusus atau special drawing rights (SDR) IMF yang telah ditebar ke berbagai negara.

Perry meneruskan, berbagai negara yang mendapat SDR akan menyisihkan dana yang diterima, untuk kemudian ke dalam Resilience and Sustainable Trust Fund, yang pada akhirnya akan digunakan untuk membantu negara berkembang.

“Ini lah salah satu kontribusi Indonesia dalam kekuatan G20 di G20 tahun 2022 ini. Untuk bersama menggagas dan memajukan agar mendukung tema besar pemulihan ekonomi dunia, recover together recover stronger,” tegas Perry. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.