Berita Nasional Terpercaya

Pasar Ramadhan ‘Made in BUMKal Temuwuh’ Ramaikan Desa

0

BERNAS.ID – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Tuwuh Kalurahan Temuwuh, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, punya cara unik menggali pendapatan sekaligus membuat suasana desa menjadi meriah. BUMKal menggelar Pasar Ramadhan alias pusat jajanan makanan buka puasa di pinggir jalan halaman lapangan bola. Hasilnya, lahirlah pusat usaha kuliner baru bagi warga. Tapi, apa istimewanya gagasan ini, bukankah banyak yang melakukannya?

Yang membedakan adalah, pusat jajanan buka puasa ini barulah langkah awal BUMKal membangun usaha kuliner berbasis warga. Apa itu maksudnya? “ Jadi, Pasar Ramadhan ini kami anggap sebagai test case. Kami memanfaatkan Ramadhan untuk menciptakan keramaian. Setelah ini kami akan bangun pusat kuliner desa sebagai sebuah kekuatan ekonomi baru bagi warga,” ujar Yasir, Direktur BUMDes Tuwuh, Temuwuh. Pertanyaannya, seramai apakah desa ini sehingga percaya diri membangun pusat kuliner sebagai sumber ekonomi baru bagi warga?

Yasir memapar, Temuwuh adalah desa yang mayoritas warganya adalah pengrajin furniture berbahan kayu. “ Produktivitas warga sangat tinggi sehingga daya belinya juga tinggi. Kedua, desa kami dilewati para wisatawan dari berbagai arah, itu pasar yang empuk,” papar Yasir. Ya, Temuwuh memang berada pada jalur wisata yakni deretan wisata hutan pinus dan jalur ke wisata ke Gunungkidul yang deretan pantainya tersohor memiliki keindahan luar biasa itu.

Desa ini berjarak sekitar tak sampai 10 kilometer dari Wisata Hutan Pinus Puncak Becici, Seribu Batu, Minus Asri di Kalurahan Muntuk. Juga dekat dengan Kebun Buah Mangunan yang kondang dengan lautan kabutnya setiap pagi. Biasanya para pengunjung deretan wisata ini bakal melewati jalur melalui Temuwuh. Belum lagi banyaknya pengunjung dari luar desa yang datang ke desa ini untuk keperluan jual beli kayu dan furniture. Temuwuh adalah desa yang sibuk lalu-lalang orang.

Baca juga: Desa Temuwuh: Desa Tukang Kayu yang Membuka Lapangan Kerja Bagi Pemuda Desa Tetangga

Rencananya, pusat kuliner itu bakal dibangun di kawasan Lapangan Dwilomba juga. Bagi warga desa ini, lapangan Dwilomba bukan hanya lapangan bola yang ramai menjelang 17 Agustus saja, melainkan juga pusat keramaian warga menggelar berbagai acara. Salahsatu kegiatan unik desa ini adalah Pameran Mebel di Pinggir Jalan yang juga digelar di kawasan lapangan yang sama. Pameran mebel di desa nan jauh dari kota, siapa yang menontonnya?

Itulah uniknya Temuwuh, anak-anak muda desa ini bahkan tak pusing soal siapa yang akan menonton pameran unik mereka. “ Sebab, penonton bisa datang melalui online. Kami menggelar pameran setiap bulan, hanya dua bulan ini tidak di adakan karena Pandemi, setelah lebaran kami bersiap menggelar pameran berikutnya. Tak harus banyak yang datang sebab kami bisa memamerkannya melalui media sosial seperti Instagram,” ujar Nurrohman, Sekretaris BUMKal Tuwuh. Gagasan yang berani, bukan?

Nah, maka wisata kuliner nanti akan menjadi satu kesatuan dengan wisata belanja mebel. “ Kalau cuma pusat jajanan maka orang yang datang pasti hanya akan membawa uang sekedar untuk makan. Kalau pusat belanja mebel, maka orang akan datang dengan uang datusan ribu bahkan jutaan. Dengan ratusan ribu, maka jajan di pusat kuliner kami tak akan menjadi persoalan,” jelas Nur.

Jadi, jika Anda sedang butuh aneka furniture atau perkakas rumah tangga dari kayu dengan kualitas baik harga terjangkau, datanglah ke Temuwuh ini. Selain bakal mendapat mebel idaman, Anda juga bakal mendapatkan pengalaman unik berbagai menu makanan dan minuman khas desa yang tak akan Anda dapatkan di kota.(adji)

Leave A Reply

Your email address will not be published.