Berita Nasional Terpercaya

Ratusan Warga Indonesia Laksanakan Shalat Idul Fitri 1443 H di KBRI Bandar Seri Begawan

0

BRUNEI DARUSSALAM, BERNAS.ID – Ratusan warga Indonesia memenuhi halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bandar Seri Begawan untuk menunaikan Shalat Idul Fitri 1443 H yang mulai pukul 07.00 pagi, Senin (2/5/2022).

Tidak berbeda dari tahun lalu, Shalat Ied kali ini tetap sesuai protokol kesehatan yang diterapkan Pemerintah Brunei, diantaranya pengecekan suhu badan, memakai masker, dan setiap jamaah membawa sajadahnya sendiri.

Namun terdapat hal berbeda tahun ini, sesuai aturan Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam, anak-anak di bawah 11 tahun tidak diperkenankan mengikuti Shalat Ied. Di samping itu, karena adanya pembatasan jumlah jamaah dari otoritas Brunei, hanya masyarakat yang sudah mendaftar lebih dulu dan dapat menunjukkan hasil ART negatif, yang dapat memasuki kompleks KBRI Bandar Seri Begawan.

Baca Juga Kemenkes Selidiki 3 Anak Yang Meninggal Diduga Karena Hepatitis Misterius

Kegiatan dimulai dengan takbir bersama yang dipimpin oleh Ust Zulfan Firosi Zulfadhli dan diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil infaq dan sadaqah yang terkumpul selama bulan Ramadhan 1443 H.

Sebelum memulai pelaksanaan Shalat Ied, Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr Sujatmiko, memberikan sambutan singkat dan menyampaikan perkembangan terakhir dan berbagai kegiatan KBRI Bandar Seri Begawan, khususnya yang terkait pelindungan warga negara Indonesia (WNI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Brunei.

Baca Juga Kenali Gejala Hepatitis Akut Pada Anak Dan Langkah Pencegahannya

Secara khusus Dubes RI mengajak seluruh warga Indonesia untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan tetap menjaga kebersihan. “Kita masih hidup dalam suasana endemi COVID-19 di Brunei. Wabah virus corona belum sepenuhnya berakhir, untuk itu, kita harus tetap berhati-hati. Mari tetap jaga jarak, gunakan masker, dan patuhi protokol kesehatan di mana pun berada. Segera laporkan dan isolasi mandiri jika merasakan gejala infeksi Covid-19,” ujar Dubes Sujatmiko.

Bertindak selaku Imam sholat Ied, yaitu Ust H Armawi Abdul Rahman, dan Khatib yaitu Ust. Dr. Hj. Muhammad Zakir Husain, Lc.,M.A, dosen Indonesia yang mengajar di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA). Dalam khotbahnya, Ust. Zakir mengajak jamaah untuk terus meningkatkan ketaqwaan, menjaga sholat lima waktu, dan selalu bersyukur dalam menjalani kehidupan, serta senantiasa berusaha menjadi menjadi pribadi yang lebih baik.

“Semoga kita semua diperjumpakan oleh Allah SWT dengan Ramadhan dan Idul Fitri di tahun yang akan datang,” doa dan harapan Ust Zakir.

Masyarakat Indonesia yang hadir, menyambut antusias acara Shalat Idul Fitri, yang merupakan tahun kedua dapat kembali melaksanakan Shalat Ied. Pada tahun 2020, mengikuti anjuran Pemerintah Brunei Darussalam dalam mengatasi pandemic Covid-19, agar KBRI Bandar Seri Begawan tidak mengadakan Shalat Ied.

Di Brunei Darussalam, 1 Syawal 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022 sesuai hasil rukyah yang disyahkan Ketua Hakim Syarie, Mahkamah Syariah, Jabatan Kehakiman Negara, Mufti Kerajaan, Kementerian Agama dan Kementerian Pembangunan, setelah melakukan pengamatan hilal setidaknya di lima lokasi di wilayah Brunei. Tahun ini penduduk Brunei merayakan Idul Fitri 1443 H pada 2 Mei 2022, yang sama dengan warga Indonesia dan banyak negara Muslim di dunia.

Situasi Covid-19 di Brunei Darussalam sudah lebih terkendali. Per 1 Mei 2022 total kasus Co-19 di Brunei Darussalam tercatat 141.788 kasus, dengan rincian 141.022 kasus sembuh, 671 kasus aktif, dan 95 kasus meninggal. (*/jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.