Berita Nasional Terpercaya

Intelijen Ukraina Prediksi Perang Berakhir di Akhir 2022

0

UKRAINA, BERNAS.ID – Perang Ukraina diprediksi akan selesai pada akhir tahun 2022 karena ada isu kudeta yang sedang berlangsung di Rusia saat ini. Hal itu disampaikan oleh Kepala Intelijen Militer Ukraina, Kyrylo Budanov.

Budanov memperkirakan perang negaranya dengan Rusia akan berakhir pada akhir tahun 2022. Ia menyebut saat ini kudeta terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin sedang berlangsung. “Titik puncaknya akan terjadi pada paruh kedua Agustus. Sebagian besar aksi tempur aktif akan selesai pada akhir tahun ini,” tuturnya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sky News.

Lanjut tambahnya, kudeta menggulingkan Vladimir Putin sedang berlangsung di Rusia. Ia juga mengabarkan Putin sakit parah karena kanker.

Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir

Budanov menyebut taktik Rusia tidak berubah meskipun bergeser ke timur dan negara tersebut mengalami kerugian akibat perang. Ia mengaku tak terkejut dengan kemunduran Rusia dalam perang.

Jenderal Budanov mengklaim tahu segala rencana yang dipersiapkan oleh Rusia. “Kami telah memerangi Rusia selama delapan tahun dan kami dapat mengatakan bahwa kekuatan Rusia yang dipublikasikan ini adalah sebuah mitos,” kata Budanov.

Menurut Budanov, Eropa melihat Rusia sebagai ancaman besar hingga merasa takut akan agresi. Namun, ia mengatakan Rusia adalah gerombolan orang dengan senjata yang tidak memiliki kekuatan seperti yang diperkirakan.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Pasukan Rusia disebut telah didorong kembali hampir ke perbatasan di sekitar Kharkiv dan serangan baru-baru ini terhadap pasukan Rusia yang mencoba menyeberangi Donets Siverskyy telah menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

Jenderal Budanov juga mengatakan kekalahan di Ukraina akan mengarah pada pemecatan Putin serta disintegrasi negara Beruang Merah. “Saya dapat mengonfirmasi bahwa mereka menderita kerugian besar dalam tenaga kerja dan baju besi dan saya dapat mengatakan bahwa ketika serangan artileri terjadi banyak awak meninggalkan peralatan mereka,” kata Budanov. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.