Berita Nasional Terpercaya

Rusia Diduga Gunakan Bom Fosfor untuk Gempur Ukraina

0

UKRAINA, BERNAS.ID – Ukrainska Pravda menyebut dugaan pemakaian bom fosfor dan bom tandan di Ukraina. Hal itu diungkapkan Dinas Keamanan Ukraina saat menyadap percakapan militer Rusia.

“Masih menunggu Volodka (Presiden Rusia Vladimir Putin) untuk menguasai ini semua, dia akan menarik pasukan dan senjata ‘Topol’ di sini,” kata seorang tentara Rusia dalam rekaman hasil sadapan pada akhir pekan lalu.

Lanjut pernyataan dalam rekaman itu mengatakan segalanya dilarang dalam konvensi hukum internasional seperti bom tandan, fosfor, tapi diijinkan. “Anda lihat, segalanya dilarang oleh konvensi hukum internasional: bom tandan, fosfor, kami mengijinkan semuanya, kami membiarkan semuanya dikerahkan,” ujarnya.

Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir

Namun, Rusia terus menggunakannya dan abai terhadap aturan yang berlaku dengan terus menghancurkan Ukraina sesegera mungkin. Baik bom tandan atau fosfor merupakan jenis senjata yang berbahaya, tak manusiawi dan dilarang hukum internasional.

Sejak 2014, Badan Keamanan Ukraina telah berulang kali mencatat penggunaan senjata terlarang oleh Rusia di area Zona Operasi Anti-teror atau Operasi Pasukan Bersama.

Sejak mulai menginvasi Ukraina, Barat menuding Rusia terus melakukan kejahatan perang. Tindakan-tindakan mereka tak luput dari rekaman Dinas Keamanan Ukraina. Penyadapan data yang dikumpulkan badan itu akan dimasukkan sebagai bahan di pengadilan internasional. Sehingga, Rusia diharapkan tak bisa lolos dari hukuman.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Diberitakan, Rusia dilaporkan meluncurkan bom fosfor di pabrik baja Azovstal, Mariupol pada Minggu (15/5/2022). Dalam sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan tiba-tiba rudal Rusia menghantam bangunan pabrik baja itu.

Sejak pertama invasi, Mariupol menjadi salah satu kota yang dikepung pasukan Rusia. Di kota ini serangan dan pertempuran juga terus terjadi. Sejumlah negara termasuk organisasi internasional ramai-ramai mendorong agar evakuasi segera dilakukan untuk menyelamatkan penduduk. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.