Berita Nasional Terpercaya

Di Candi Pawon, Para Raja Seluruh Nusantara Serukan Perdamaian Dunia

0

Jika Anda ingin tahu Indonesia yang sebenarnya, acara ini akan menunjukkannya. Sebab, dalam acara yang digelar di Komplek Candi Pawon, berjarak dua kilometer dari Candi Borobudur, berkumpullah para anggota Masyarakat Adat Nusantara (Matra). Mereka berada di Candi Pawon untuk menyerukan pentingnya Perdamaian Dunia dalam acara bertajuk 1st Annual Borobudur International World Peace & Prosperity Event. Bernas.id menuliskan suasana acara ini untuk Anda.

Para tamu acara ini sungguh istimewa yakni para raja puluhan keraton dan kerajaan dari berbagai penjuru nusantara yang masih eksis hingga saat ini mulai dari Sumatera Barat, Sulawesi, Maluku hingga kawasan Indonesia Timur. Jangan salah, ini adalah para raja, sultan, puteri dan petinggi kerajaan dan keraton yang sah dan diakui negara sebagai bagian dari Indonesia sebagai entitas yang bahkan telah lebih dahulu ada sebelum Indonesia Merdeka. Mereka semua sangat dihormati warga pada wilayahnya masing-masing dan masih memiliki berbagai kekayaan budaya serta berbagai kekayaan kerajaannya.

Ketua Matra Pusat Kanjeng gusti Pangeran Adipati Arya Mangku Alam II hadir beserta jajaran pengurus pusat Matra. Sekretaris Jenderal DPP Matra KPPH Ferizhal Utama Suryowibowo menyatakan, Matra adalah organisasi yang sangat konsen terhadap pengingnya ketahanan budaya asli Indonesia. Beragam kegiatan Matra adalah menunjukkan kekayaan budaya asli Indonesia di maya dunia.

“ Matra ini bukan organisasi para raja melainkan organisasi yang dibangun untuk menunjukkan kekayaan budaya asli Indonesia. Jadi, Matra justru dipersembahkan untuk semua rakyat Indonesia. Bahkan raja tidak boleh menjadi pengurusnya sebab itu akan menimbulkan potensi konflik kepentingan. Matra juga bukan organisasi politik. Matra sangat fokus pada pelestarian budaya asli Indonesia untuk semakin mengukuhkan NKRI. Isu perdamaian dunia adalah salahsatu isu utama bagi Matra sehingga kami datang ke acara ini,” katanya di sela acara Minggu, 16 Mei 2022, kemarin.

Tak hanya para penguasa keraton dan kerajaan saja, acara ini juga didukung Pemerintah Indonesia dengan banyaknya tamu penting negara yang turut duduk di antara para peserta. Salahsatu orang penting adalah Jenderal TNI Dr. H Muldoko, SIP, Kepala Staf Kepresidenan Presiden Joko Widodo saat ini, yang memberikan sambutan secara online dalam acara itu. Juga hadir perwakilan warga Tionghoa yang turut memeriahkan acara.

Inilah acara yang memperlihatkan pada semua orang kesungguhan makna Bhinekka Tunggal Ika, yang paling sederhana hal ini bisa dilihat dari mengenai pakaian adat resmi berbagai kerajaan di seluruh nusantara yang mewarnai acara dan dikenakan para tamu di sana. Selama ini, pakaian dengan warna-warna khas dengan berbagai aksesori penuh maka filosofi seperti ini hanya ada dalam gambar-gambar buku sejarah. Hari itu, semuanya tumplek di Pelataran Candi Pawon, dalam acara dengan latar panggung megahnya Candi Pawon, bangunan batu menjulang berusia ratusan tahun itu. Seluruh warna dan bagian acara yang unik ini menciptakan suasana yang sangat Indonesia dan penuh kehangatan.

Berbagai atraksi seni budaya digelar pada setiap pergantian acara pada event ini. Mulai dari Tari Gambyong yang sakral hingga tarian bercerita mengenai kisah pembangunan Candi Pawon yang masyhur. Acara dipandu Master Ceremony Josh Hamdani yang membawakan seluruh rangkaian acara dengan beberapa bahasa sekaligus mulai dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris hingga Bahasa Bali.

Ya, selain para raja dari berbagai penjuru nusantara, acara ini juga dihadiri banyak tamu dari negara lain termasuk rombongan biksu dari Thailand yang datang khusus pada acara ini untuk turut berdoa bersama menyerukan perdamaian bagi dunia. Para biksu ini, dengan pakaian mereka yang khas, memanjat doa khusus di hadapan ratusan tamu untuk kesehatan, kemakmuran dan kedamaian bagi semua manusia serta mahkluk di atas bumi.

Selain para biksu dari Thailand, acara ini juga mengundang beberapa tokoh agama untuk berdoa bersama lintas agama. Mulai dari perwakilan Islam, Kristen, Katolik hingga Budha. Mereka satu persatu mendaras doa di hadapan seluruh hadirin untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang.

Tak hanya di dalam panggung saja keramaian acara ini. Sepanjang jalan masuk ke tenda besar tempat berlangsungnya acara, puluhan warga berdagang aneka jenis makanan hingga suvenir. Sebab, acara ini mendatangkan tamu dari berbagai kelompok masyarakat dari seluruh nusantara sehingga banyak suvenir yang dilirik para tamu sebagai kenangan dari Candi Pawon dan kompleks Borobudur.

Sebelum hadir dalam acara ini, rombongan petinggi keraton dan kerajaan dari berbagai penjuru nusantara ini telah menggelar pula berbagai acara. Salahsatunya mengunjungi MakamRaja Imogiri, Yogyakarta. Mereka mengunjungi situs yang sangat dikeramatkan warga Yogyakarta itu malam sebelumnya.(adji)

Leave A Reply

Your email address will not be published.