Berita Nasional Terpercaya

Warga Sri Lanka Khawatir Kekurangan Pangan

0

SRI LANKA, BERNAS.ID – Krisis di Sri Lanka tak menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Krisis gas dan minyak tanah tak bisa diperkirakan kapan selesainya. Para warga pun cemas dengan nasib hidupnya untuk dua bulan ke depan.

Mohammad Shazly, seorang pekerja paruh waktu menceritakan dirinya sudah mengantri minyak tanah dan gas selama tiga hari. “Tanpa gas, tanpa minyak tanah, kami tidak bisa melakukan apa-apa,” katanya seperti diberitakan Reuters.

Shazly mengatakan, gas menjadi kebutuhan pokok untuk memasak. Ia pun marah kepada pemerintah, lantaran kondisi tak kunjung membaik. “Opsi terakhir yang terjadi? Tanpa makanan kami akan mati,” ujarnya.

Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir

Warga yang lain, Sumanavathi juga mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi Sri Lanka sejauh ini. “Saya tak bisa memprediksi bagaimana kondisi dalam dua bulan ke depan, jika terus begini, kami tak mungkin berada di sini,” ujarnya.

“Tidak ada gunanya membicarakan bagaimana sulitnya kehidupan,” imbuhnya.

Krisis ekonomi Sri Lanka memicu demo massa dan bentrok. Kepolisian tak segan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk mengatasi kerusuhan tersebut. Inflasi di negara itu mencapai 29,8 persen dan membuat harga pangan naik hingga 46,4 persen dalam perbandingan tahunan.

Diduga penerapan kebijakan pertanian yang salah disebut juga mempengaruhi kelangkaan pangan di Sri Lanka. April tahun lalu, Presiden Gotabaya Rajapaksa melarang seluruh penggunaan pupuk kimia secara drastis.

Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina

Dari krisis pangan semakin parah, pemerintah Sri Lanka berjanji bakal membeli pupuk kimia yang cukup untuk musim tanam berikutnya.

Pemerintah juga telah menarik kebijakan Rajapaksa pada April tahun lalu, tetapi masih belum ada impor substansial yang dilakukan.

“Walaupun bukan waktu yang tepat dalam memasok pupuk kimia untuk musim Yala [Mei-Agustus], langkah-langkah masih dilakukan untuk memastikan stok [pupuk tersebut] cukup untuk musim Maha [September-Maret],” kata Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, dalam Twitter, Kamis (19/5/2022). (*/jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.