Berita Nasional Terpercaya

Ekspor CPO Kembali Dibuka Hari Ini, Pemerintah Klaim Harga Minyak Goreng Sudah Turun

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah membuka kembali keran ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), dan bahan baku minyak goreng mulai hari ini, Senin (23/5/2022).

Larangan ekspor CPO dan turunannya tersebut resmi dicabut setelah menutup sementara ekspor sejak 28 April 2022, tertuang dalam Permendag Nomor 22/2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO dan Turunannya.

Mengacu pada produk hukum itu, terdapat 12 kode HS bahan baku yang dilarang ekspor.

Baca juga: Larangan Ekspor Minyak Goreng Mulai Berlaku Besok

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, pencabutan larangan dilakukan karena beberapa asalan. Selain menjaga harga tandan buah segar (TBS) petani, dia mengklaim harga minyak goreng sudah turun.

Harga minyak goreng curah di berbagai daerah saat ini sudah turun menjadi sekitar Rp17.200 – Rp17.600 per liter. Sebelum ada larangan ekspor, harganya masih di kisaran Rp19.800 per liter.

Harga yang turun ini membuat pasokan dalam negeri kembali banjir. Setelah dilakukan kebijakan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng curah pada bulan April meningkat menjadi 211.638,65 ton per bulan atau 108,74 persen dari kebutuhan.

Adapun kebutuhan minyak goreng curah di dalam negeri mencapai 194.634 ton per bulan.

“(Pasokan saat ini) Melebihi kebutuhan bulanan nasional. Sebelum dilakukan kebijakan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng curah bulan Maret hanya mencapai 64.626,52 ton atau 33,2 persen dari kebutuhan per bulan,” sebut Airlangga dalam konferensi pers pekan lalu.

Baca juga: Larangan Ekspor CPO Dan Migor, Anis Matta: Presiden Tak Perlu Ragu, Kembalikan Kepercayaan Rakyat

Kendati demikian, harga minyak di ritel-ritel, seperti Alfamart dan Indomaret tetap mahal. Setelah Jokowi mengumumkan pencabutan larangan ekspor, harga minyak goreng kemasan 2 liter dari berbagai merek di wilayah Sragen misalnya, dibanderol di harga Rp48.000 sampai dengan Rp51.000.

Dengan kata lain, harga minyak goreng per liternya masih berkisar antara Rp24.000 sampai Rp25.000. Harga ini, relatif masih sama dengan harga minyak goreng yang dijual sebelum aturan larangan CPO berlaku.

Harga yang sama juga berlaku di gerai Indomaret yang letaknya hanya berjarak sekitar 200 meter dari Alfamart. Selisih harga minyak goreng di kedua toko ritel modern itu hanya berkisar Rp 300 sampai Rp 1.000 per kemasan.

Sementara itu untuk menekan harga minyak goreng kembali murah di kisaran Rp14.000 per liter, pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyediakan cadangan minyak goreng.

Besaran cadangan yang harus disiapkan Bulog adalah 10 persen dari total kebutuhan minyak goreng. Adapun kebutuhan minyak goreng curah di dalam negeri mencapai 194.634 ton per bulan.

Setelah dilakukan kebijakan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng curah pada bulan April meningkat menjadi 211.638,65 ton per bulan atau 108,74 persen dari kebutuhan.

“Untuk akselerasi percepatan distribusi minyak goreng dengan harga eceran tertentu, pemerintah memberikan perluasan Perum Bulog untuk mempersiapkan menyediakan cadangan minyak goreng,” sebutnya.

Selain pelaksanaan distribusinya, pelaksanaan ekspor minyak goreng oleh produsen juga dilakukan pengawasan secara ketat dan terintegrasi.

Pengawasan akan mengerahkan petugas Bea Cukai, Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, dan Kejaksaan Agung. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.