Berita Nasional Terpercaya

PMK Masuk Temanggung, Ratusan Ternak Terpapar

0

TEMANGGUNG, BERNAS.ID – Penyakit mulut dan kuku (PMK) dinyatakan telah masuk Kabupaten Temanggung. Dinas Tanaman Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Temanggung menyebut setidaknya 149 ternak telah terkena PMK.

Pemkab Temanggung lantas melakukan berbagai langkah untuk penanganan PMK. Berikut adalah langkah-langkah yang ditempuh.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan PMK diketahui dari hasil pencarian dan laporan dari peternak.

Penanganan PMK oleh Pemkab, katanya dikhususkan pada ternak yang terkena. Ternak yang terkena PMK dari gejala pertama ada waktu yang cukup lama.

Dan selama itu juga ada penanganan berupa pengobatan. Dari dari 149 ekor sapi yang PMK, yang sudah ada yang diobati 142 ekor.

Dari 142 ekor tersebut, terusnya, yang sudah diobati dan nampak membaik serta sembuh 36 ekor. Yang lainnya menunggu proses penyembuhan karena ada progres positif.

Tetapi kata dia, ada ternak yang telah dipotong sebanyak 10 ekor. Langkah itu untuk mengantisipasi kerugian, jika ternak tidak bisa sembuh atau menular.

“Ada 10 ekor sapi, yang telah dipotong,” kata Joko, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Ratusan Sapi Terkena PMK, Pasar Hewan Di Rembang Ditutup

Dikatakannya, DKPPP terus memantau perkembangan ternak yang terkena PMK. Harapan ternak bisa sembuh dan tidak ada penularan, sebab telah dilakukan isolasi.

Dikemukakan kasus PMK dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir ini sudah menyebar di 12 Kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten tersebut.

Keduabelas kecamatan tersebut di antaranya, Bejen, Candiroto, Ngadirejo, Jumo, Bansari, Tlogomulyo, Parakan, Kedu, Tembarak, Kaloran dan kandangan.

Baca Juga: Ada PMK, Bagaimana Perdagangan Hewan Ternak Sapi Dan Daging Sapi Di Sukoharjo?

Ia menambahkan, pihaknya akan menutup pasar ternak ternak untuk dua minggu ke depan mulai 9 Juni sampai 22 Juni.

“Penutupan pasar ternak mulai 9 Juni hingga 22 Juni mendatang. Segala aktivitas penjualan ternak ruminansia, seperti sapi, kerbau, kambing dan domba tidak diperbolehkan,” kata dia.

Koordinator Otoritas Veteriner Kabupaten Temanggung, Drh Esti Dwi mengatakan gejala PMK antara lain demam hingga 41 derajat Celcius, menggigil, tidak ada nafsu makan, keluar air liur berlebihan, air liur berbusa di lantai kandang.

Selain itu hewan lebih sering berbaring dan luka pada kuku dan kukunya lepas. Gejala lain yakni menggertakkan gigi, menggosokkan mulut, leleran mulut, suka menendangkan kaki. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.